Nurbaiti juga menyebut bahwa saat ini terdapat sekitar 25 perusahaan yang telah beroperasi di KEK Sei Mangkei, termasuk Unilever sebagai salah satu investor terbesar.
Selain itu, dua perusahaan asal Jepang juga dikabarkan tengah dalam tahap pembangunan di kawasan tersebut.
Di sisi lain, President Director PT Hankyu Hanshin, Takeda Takashi, menyampaikan bahwa perusahaannya selama ini fokus berinvestasi di kota-kota dengan potensi ekonomi tinggi.
Ia menjelaskan bahwa perusahaan yang berasal dari Jepang tersebut awalnya bergerak di sektor transportasi sebelum berkembang ke sektor properti dan kawasan terintegrasi.
Menurutnya, konsep pengembangan yang dilakukan selalu mengedepankan konektivitas antara transportasi, kawasan komersial, dan hunian.
Saat ini, PT Hankyu Hanshin telah memiliki investasi di delapan negara, dengan sekitar 50 persen portofolionya berada di Indonesia.
Nilai investasi perusahaan tersebut di Indonesia bahkan telah mencapai hampir Rp15 triliun, mencakup berbagai proyek properti premium dan komersial.
Di Medan sendiri, perusahaan tersebut telah terlibat dalam sejumlah proyek besar seperti Deli Park dan Podomoro, yang menjadi bagian dari pengembangan kawasan modern di kota tersebut.
Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat kerja sama antara Pemprov Sumut dan investor Jepang dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.







