Empat Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Kemhan: Pengabdian Mereka Kehormatan Bangsa

- Penulis

Sabtu, 25 April 2026 - 11:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Praka Rico Pramudia, prajurit Indonesia dalam misi perdamaian UNIFIL, yang gugur setelah mengalami luka berat akibat ledakan artileri dari tank Israel di dekat kota Adchit Al Qusayr pada 29 Maret 2026. Foto: Ist.

Praka Rico Pramudia, prajurit Indonesia dalam misi perdamaian UNIFIL, yang gugur setelah mengalami luka berat akibat ledakan artileri dari tank Israel di dekat kota Adchit Al Qusayr pada 29 Maret 2026. Foto: Ist.

Jakarta-Mediadelegasi: Duka mendalam kembali menyelimuti bangsa Indonesia menyusul gugurnya empat prajurit TNI yang sedang menjalankan misi perdamaian dunia di Lebanon. Korban terbaru adalah Praka Rico Pramudia yang mengembuskan napas terakhir di rumah sakit Beirut pada Jumat, 24 April 2026, setelah berjuang melawan luka-luka yang dideritanya selama hampir sebulan.

Praka Rico sebelumnya terluka parah akibat ledakan proyektil yang menghantam pos pengamatan pasukan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di wilayah Adchit Al Qusayr pada tanggal 29 Maret 2026 lalu. Kepergian pahlawan muda ini menambah daftar panjang pengorbanan yang dilakukan prajurit Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia.

Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI menyalurkan rasa duka yang mendalam melalui unggahan resmi di media sosial. “Gugurnya Praka Rico Pramudia dalam pelaksanaan misi perdamaian dunia bersama UNIFIL di Lebanon Selatan menjadi duka yang mendalam,” tulis keterangan resmi Kemhan, dikutip Sabtu (25/4/2026).

Lebih lanjut disampaikan bahwa almarhum wafat setelah menjalani perawatan intensif akibat luka yang dialami saat menjalankan tugas negara. “Pengabdian dan pengorbanannya dalam menjaga perdamaian dunia menjadi kehormatan bagi bangsa Indonesia,” tegas Kemhan, menegaskan bahwa jasa para pahlawan ini tidak akan pernah dilupakan.

BACA JUGA:  Kewaspadaan UNIFIL Ditingkatkan Usai Prajurit TNI Gugur

Sebagai penutup, Kemhan juga turut mendoakan agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya. “Serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” ucapnya, memberikan penghormatan terakhir bagi keluarga besar yang ditinggalkan.

Dengan gugurnya Praka Rico, kini total prajurit Indonesia yang gugur di tanah Arab tersebut berjumlah empat orang. Mereka semua adalah bagian dari Kontingen Garuda yang bertugas di bawah naungan PBB, di wilayah yang dikenal sangat rawan konflik dan membutuhkan kesiapan mental serta fisik yang luar biasa.

Selain Rico, tiga rekannya yang lebih dahulu gugur adalah Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ichwan, dan Praka Farizal Rhomadhon. Meskipun berasal dari satuan dan latar belakang yang berbeda, mereka dipersatukan oleh satu tugas mulia, yaitu melindungi warga sipil dan menjaga stabilitas keamanan.

Sosok pertama, Praka Farizal Rhomadhon, merupakan personel Yonif 113/Jaya Sakti, Kodam Iskandar Muda. Prajurit kelahiran Kulon Progo, 3 Januari 1998, ini gugur pada 29 Maret 2026. Ia meninggalkan istri tercinta dan seorang anak perempuan yang baru berusia dua tahun, serta dikenang sebagai prajurit yang sangat bertanggung jawab.

Berikutnya adalah Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, perwira muda lulusan Akmil 2015 dari satuan Kopassus. Prajurit asal Cimahi ini gugur saat mengawal konvoi di Lebanon Selatan pada 30 Maret 2026. Dedikasinya menjadi teladan bagi rekan-rekannya dalam menjalankan setiap tugas yang diemban negara.

BACA JUGA:  Polri Buka Penerimaan Bintara Brimob 2026, Siapkan Generasi Bhayangkara Tangguh Hadapi Era Digital

Kemudian ada Sertu Muhammad Nur Ichwan, prajurit asal Magelang yang berdinas di Kesdam IX/Udayana. Ia gugur pada tanggal yang sama dengan Zulmi. Sebagai penghargaan tertinggi, TNI memberikan kenaikan pangkat luar biasa menjadi Serka Anumerta. Ia juga meninggalkan istri dan seorang bayi mungil berusia tujuh bulan yang kini menjadi tanggung jawab bangsa.

Terakhir adalah Praka Rico Pramudia, prajurit berusia 31 tahun yang menjadi korban terakhir. Ia sempat bertahan berjuang selama hampir sebulan di rumah sakit setelah posnya terkena serangan. Dedikasi dan ketangguhannya menjadi bukti nyata semangat ksatria Garuda yang tidak mudah menyerah.

Keempat pahlawan ini telah membuktikan bahwa cinta tanah air tidak mengenal batas wilayah, bahkan hingga ke pelosok dunia sekalipun. Pengorbanan mereka akan selalu dikenang dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus bangsa untuk selalu menjaga kehormatan merah putih di mana pun berada. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polda Metro Jaya Gagalkan Peredaran 32 Kg Sabu Jaringan Malaysia, Satu Kurir Ditangkap di Jakarta Utara
Menkeu Purbaya Jelaskan Konteks Ucapan Prabowo: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar, Indonesia Kuat di Tengah Gejolak Global
Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy Alami Kecelakaan Dini Hari, Mobil Dinas Hancur Tabrak Bak Truk
Meutya Hafid Tegaskan: Pertukaran Data RI-AS Hanya Lingkup Ekosistem Digital, Tak Ada Data Kependudukan
Kampung Narkoba di Samarinda Beroperasi Seperti Kartel, Ada 21 Pengawas Bersenjata
KPK Panggil Muhadjir Effendy Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji, Pemeriksaan Ditunda
Hari Ini, Mantan Wamenaker Immanuel Ebenezer Jalani Sidang Pembacaan Tuntutan Kasus Pemerasan dan Gratifikasi
Kaesang Pangarep Tegaskan Komitmen Kawal Reynaldo Bryan Menjadi Ketua Umum HIPMI

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 17:41 WIB

Polda Metro Jaya Gagalkan Peredaran 32 Kg Sabu Jaringan Malaysia, Satu Kurir Ditangkap di Jakarta Utara

Senin, 18 Mei 2026 - 17:02 WIB

Menkeu Purbaya Jelaskan Konteks Ucapan Prabowo: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar, Indonesia Kuat di Tengah Gejolak Global

Senin, 18 Mei 2026 - 14:40 WIB

Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy Alami Kecelakaan Dini Hari, Mobil Dinas Hancur Tabrak Bak Truk

Senin, 18 Mei 2026 - 14:11 WIB

Meutya Hafid Tegaskan: Pertukaran Data RI-AS Hanya Lingkup Ekosistem Digital, Tak Ada Data Kependudukan

Senin, 18 Mei 2026 - 12:19 WIB

Kampung Narkoba di Samarinda Beroperasi Seperti Kartel, Ada 21 Pengawas Bersenjata

Berita Terbaru