Analisis dari rekaman tersebut juga menunjukkan arah pelarian para pelaku yang mencoba menghilangkan jejak dengan melawan arus di Jalan Salemba menuju Pasar Senen. Dari sana, mereka bergerak cepat melewati Jalan Kramat Raya, Tugu Tani, hingga terpantau melaju ke arah Stasiun Gondangdia sebelum akhirnya menghilang di wilayah Jakarta Selatan. Pergerakan yang sangat lincah ini mengindikasikan para pelaku sangat mengenal medan jalanan ibu kota dengan sangat baik.
Pelimpahan kasus ini ke Puspom TNI memicu respons luas dari berbagai kalangan, termasuk organisasi masyarakat sipil dan para pegiat hak asasi manusia di Indonesia. Banyak pihak menaruh harapan besar agar proses hukum yang dilakukan oleh otoritas militer nantinya dapat berjalan secara terbuka dan tanpa ada hal yang ditutup-tutupi. Serangan terhadap aktivis KontraS ini dianggap sebagai ancaman serius bagi kebebasan berpendapat dan keamanan ruang sipil secara nasional.
Komisi III DPR RI pun memberikan catatan tegas agar koordinasi antara Polri dan TNI dalam kasus ini tidak menemui kendala birokrasi yang dapat menghambat rasa keadilan. Anggota dewan mendesak agar status hukum bagi Andrie Yunus segera diproses demi memberikan jaminan keamanan bagi para pembela hak asasi manusia lainnya. Transparansi dalam setiap tahapan penyidikan di Puspom TNI menjadi kunci utama untuk meredam berbagai spekulasi liar yang berkembang di publik.
Di sisi lain, kondisi kesehatan Andrie Yunus saat ini masih terus dipantau secara ketat oleh tim dokter spesialis di rumah sakit. Kerusakan jaringan kulit akibat paparan air keras membutuhkan serangkaian operasi rekonstruksi yang kompleks dan memerlukan biaya yang tidak sedikit bagi pihak keluarga. Dukungan moral terus mengalir dari berbagai elemen bangsa, sembari menunggu hasil penyidikan lebih lanjut dari pihak Puspom TNI yang kini memegang kendali perkara.
Dengan dilimpahkannya kasus ini pada penghujung Maret 2026, publik kini menanti pengumuman resmi mengenai langkah hukum selanjutnya terhadap para terduga pelaku. Apakah penanganan oleh instansi militer akan mengungkap motif intelektual di balik serangan ini secara transparan atau justru menemui tantangan baru dalam pembuktiannya. Komitmen penegakan hukum yang adil tanpa pandang bulu kini sedang diuji lewat penyelesaian kasus penyiraman air keras yang terjadi di Salemba ini. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.









