Geosite Geopark Kaldera Toba: Warisan Dunia yang Layak Dilestarikan

Jumat, 4 Juli 2025 - 15:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Geosite Geopark Kaldera Toba. (Foto : Ist.)

Geosite Geopark Kaldera Toba. (Foto : Ist.)

Medan-Mediadelegasi : Geosite Geopark Kaldera Toba memiliki beberapa kriteria yang membuatnya layak menjadi situs warisan dunia. Kriteria tersebut meliputi warisan geologi yang signifikan, keanekaragaman hayati, dan kekayaan budaya.

Kaldera Toba adalah kaldera vulkanik terbesar di dunia yang terbentuk akibat letusan supervolcano sekitar 74.000 tahun lalu. Geosite di Kaldera Toba menampilkan berbagai formasi batuan vulkanik yang menjelaskan proses terbentuknya kaldera dan danau. Selain itu, geosite ini juga memberikan bukti ilmiah tentang letusan supervolcano yang berdampak global.

Keanekaragaman hayati di Kaldera Toba juga sangat luar biasa. Kawasan ini memiliki tanaman endemik seperti andaliman yang memiliki sifat antimikroba dan antioksidan. Hutan yang bervariasi di kawasan tangkapan air Danau Toba juga memiliki berbagai jenis flora dan fauna yang berperan penting dalam pelestarian lingkungan.

Kekayaan budaya di Kaldera Toba juga sangat kaya. Kawasan ini dihuni oleh empat kelompok etnis Batak (Toba, Simalungun, Karo, dan Pakpak) dengan budaya dan tradisi yang unik. Desa-desa adat di sekitar Kaldera Toba masih mempertahankan nilai-nilai leluhur, termasuk arsitektur rumah, sistem pertanian tradisional, ritual adat, dan tradisi tenun.

Masyarakat lokal di sekitar Kaldera Toba juga memiliki legenda dan cerita rakyat yang berkaitan dengan fenomena alam dan asal usul leluhur mereka. Tugu Silahisabungan adalah tempat ziarah dan sumber nilai bagi keturunan masyarakat sekitar yang menceritakan kisah para leluhur.

BACA JUGA:  Laznas SI Medan Ajak Warga Beramal Melalui Gerakan Sedekah

Geopark Kaldera Toba memiliki potensi sebagai pusat edukasi dan penelitian mengenai geologi, keanekaragaman hayati, dan budaya. Pengembangan Geopark Kaldera Toba diharapkan dapat meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Pengelolaan Geopark Kaldera Toba berbasis konservasi dan revitalisasi situs-situs geologi, keanekaragaman hayati, dan budaya. Dengan demikian, Geopark Kaldera Toba dapat menjadi contoh bagi pengelolaan warisan alam dan budaya lainnya di Indonesia.

Berikut 16 Geosite Danau Toba yang menjadi situs geopark dunia:
1. Geosite Sipisopiso, Tongging di Kabupaten Karo.

2. Geosite Silalahi, Sabungan di Kabupaten Dairi.

3. Geosite Haranggaol di Kabupaten Simalungun.

4. Geosite Sibaganding di Kabupaten Simalungun.

5. Geosite Taman Eden di Kabupaten Toba Samosir.

6. Geosite Batu Basiha, TB Silalahi Balige di Kabupaten Toba Samosir.

7. Geosite Situmurun di Kabupaten Toba Samosir.

8. Geosite Hutaginjang di Kabupaten Tapanuli Utara.

9. Geosite Muara Sibandang di Kabupaten Tapanuli Utara.

10. Geosite Sipincur di Kabupaten Humbanghasundutan.

BACA JUGA:  Badan Pengelola (BP) Geopark Kaldera Toba Optimis Raih Kartu Hijau Usai Pra-Revalidasi UNESCO

11. Geosite Bakara, Tipang di Kabupaten Humbanghasundutan.

12. Geosite Tele di Kabupaten Samosir.

13. Geosite Pusuk Buhit di Kabupaten Samosir.

14. Geosite Hutatinggi Sodihoni di Kabupaten Samosir.

15. Geosite Ambarita, Tuktuk, Tomok di Kabupaten Samosir.

16. Geosite Danau Toba sebagai pemersatu seluruh kabupaten sekawasan Danau Toba.

Geopark Kaldera Toba telah diakui sebagai UNESCO Global Geopark pada tahun 2020, yang menunjukkan bahwa geopark ini memenuhi standar internasional dalam hal keunikan geologi, keanekaragaman hayati, dan kekayaan budaya. Pengakuan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya melestarikan warisan alam dan budaya.

Dengan pengakuan UNESCO, Geopark Kaldera Toba diharapkan dapat menjadi destinasi wisata yang lebih populer dan meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar. Namun, pengelolaan geopark ini harus tetap berbasis konservasi dan pelestarian lingkungan.

Pengembangan Geopark Kaldera Toba juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya melestarikan warisan alam dan budaya. Dengan demikian, Geopark Kaldera Toba dapat menjadi contoh bagi pengelolaan warisan alam dan budaya lainnya di Indonesia. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Istana Maimon Jadi Saksi, 23 Paguyuban Kesukuan Pertajam Komitmen Merajut Kebhinekaan Bersama FKN Sumut
USU: Belum Ditemukan Indikasi Perundungan dalam Kasus Meninggalnya Mahasiswi FIB
Kadis SDABMBK Khairul Azmi Dorong Drainase Lebih Optimal, 1.047 Meter U-Ditch Dibangun di Gaperta
DLH Kota Medan: Pengadaan Alat Berat Rp11,4 Miliar Sesuai Aturan LKPP, Tidak Ada Pembelian Buldoser Rp479 Juta
CEGAH GANGGUAN KAMTIB, LPKA MEDAN GELAR RAZIA GABUNGAN
Namanya Dicatut Irhamsadani Rambe dalam Isu Seleksi KPID, KAMMI Sumut: Ketua yang Sah Hanya Hasan Basri!
BEM UMN Al-Washliyah Tagih Tindak Lanjut Bea Cukai soal Dugaan Monza Ilegal
Gelar Muswil ke III, Syamsuri Terpilih Jadi Ketua IKA UT Medan Periode 2026-2031
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Istana Maimon Jadi Saksi, 23 Paguyuban Kesukuan Pertajam Komitmen Merajut Kebhinekaan Bersama FKN Sumut

Senin, 28 September 2026 - 17:16 WIB

USU: Belum Ditemukan Indikasi Perundungan dalam Kasus Meninggalnya Mahasiswi FIB

Jumat, 25 September 2026 - 17:31 WIB

Kadis SDABMBK Khairul Azmi Dorong Drainase Lebih Optimal, 1.047 Meter U-Ditch Dibangun di Gaperta

Rabu, 23 September 2026 - 16:45 WIB

DLH Kota Medan: Pengadaan Alat Berat Rp11,4 Miliar Sesuai Aturan LKPP, Tidak Ada Pembelian Buldoser Rp479 Juta

Sabtu, 19 September 2026 - 19:11 WIB

CEGAH GANGGUAN KAMTIB, LPKA MEDAN GELAR RAZIA GABUNGAN

Berita Terbaru

Camat Sungaikanan, Yusran Hasian Harahap SE MM (dua kiri), Perwakilan Kebun B Simangunsong (tiga kanan), Tokoh masyarakat H Kodirun Harahap SH (dua kanan) bersama jajaran Polsek Sungaikanan dan Personel Koramil 12/Langgapayung saat meninjau langsung longsor hebat sudut Kebun B di Desa Sabungan, Sungaikanan, Labusel, kemarin. Foto: D|maruli siregar

Kabupaten Labuhan Batu Selatan

Sengkarut Gurita Bisnis Kebun di Sabungan Labusel

Rabu, 7 Okt 2026 - 19:54 WIB