Buruh Gelar Aksi di Depan Kemnaker, Lalu Lintas Gatot Subroto Padat tapi Lancar

- Penulis

Kamis, 7 Mei 2026 - 11:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi lalu lintas di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, terlihat padat namun masih bergerak lancar di sejumlah titik, seiring berlangsungnya aksi demonstrasi buruh di depan Gedung Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker). Di sisi jalan, terlihat massa buruh berkumpul membawa atribut aksi, sementara petugas kepolisian tampak berjaga untuk mengatur arus kendaraan dan menjaga keamanan. Foto: Ist.

Kondisi lalu lintas di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, terlihat padat namun masih bergerak lancar di sejumlah titik, seiring berlangsungnya aksi demonstrasi buruh di depan Gedung Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker). Di sisi jalan, terlihat massa buruh berkumpul membawa atribut aksi, sementara petugas kepolisian tampak berjaga untuk mengatur arus kendaraan dan menjaga keamanan. Foto: Ist.

Jakarta-Mediadelegasi: Ratusan buruh mulai berdatangan dan berkumpul di depan Gedung Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) yang terletak di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, pada Kamis (7/5/2026), bersiap untuk gelar aksi demonstrasi guna menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah.

Berdasarkan pantauan di lokasi, massa buruh mulai memenuhi area pelataran depan gedung sejak pagi hari. Mereka datang secara berkelompok dengan membawa berbagai atribut, mulai dari bendera organisasi hingga spanduk besar yang memuat tuntutan-tuntutan yang ingin diajukan.

Terlihat pula satu unit mobil komando yang diparkir di area depan pagar gedung, yang kemungkinan besar digunakan sebagai pusat koordinasi dan pengaturan jalannya aksi. Para buruh terlihat masih dalam tahap persiapan, mengatur barisan, serta menunggu kedatangan rekan-rekan mereka dari berbagai daerah.

Hingga saat ini, aksi unjuk rasa belum dimulai secara resmi. Massa masih berkumpul dan berdiskusi, sambil menunggu waktu yang telah ditentukan untuk mulai menyuarakan aspirasi mereka. Suasana di lokasi terlihat cukup kondusif namun tetap terasa penuh semangat.

Di sisi lain, keberadaan massa buruh ini memberikan dampak terhadap kondisi lalu lintas di ruas Jalan Gatot Subroto. Arus kendaraan yang melintas di kawasan tersebut terlihat cukup padat, namun secara umum masih berjalan lancar tanpa terjadi kemacetan total yang parah.

BACA JUGA:  Siapkan Tenaga Kerja untuk Industri EV, Kemnaker Gandeng Dunia Usaha

Khususnya pada jalur arah Kuningan menuju Cawang, kendaraan masih bisa melaju dengan kecepatan rata-rata sekitar 15 hingga 20 kilometer per jam. Meskipun padat, pergerakan kendaraan roda dua maupun roda empat masih teratur dan tidak terhenti lama.

Berbeda dengan arah sebaliknya, arus lalu lintas dari arah Cawang menuju Kuningan terlihat lebih padat dan cenderung melambat. Kondisi ini terasa lebih mengganggu terutama pada titik yang mengarah ke Jalan Kapten Tendean, di mana antrean kendaraan mulai terlihat memanjang.

Untuk mengantisipasi kemacetan yang lebih parah serta menjaga keamanan dan ketertiban, sejumlah personel kepolisian telah dikerahkan dan berjaga di sekitar lokasi aksi. Mereka bertugas melakukan pengaturan lalu lintas agar kendaraan tetap bisa bergerak dan mencegah terjadinya gangguan keamanan.

BACA JUGA:  OJK dan Kejaksaan Perkuat Penanganan Pidana Keuangan

Keberadaan petugas ini sangat penting mengingat volume kendaraan yang cukup tinggi di jalan protokol tersebut. Polisi juga berupaya memisahkan arus lalu lintas dengan area aksi agar tidak saling mengganggu dan situasi tetap terkendali.

Aksi buruh ini digelar tidak lepas dari berbagai isu yang sedang menjadi perhatian dunia pekerja. Salah satu yang sering menjadi sorotan adalah masalah upah, di mana data menunjukkan rata-rata pendapatan buruh di Indonesia masih dinilai belum memadai dan jauh dari standar kebutuhan hidup layak.

Selain masalah upah, kemungkinan besar ada tuntutan lain yang akan disampaikan terkait kebijakan ketenagakerjaan, jaminan sosial, hingga hak-hak pekerja lainnya yang dianggap perlu diperjuangkan.

Masyarakat pun diharapkan dapat tetap tenang dan memahami situasi yang terjadi. Pengguna jalan yang melintasi kawasan Gatot Subroto disarankan untuk tetap waspada dan jika memungkinkan dapat mencari rute alternatif guna menghindari kemacetan yang mungkin terjadi seiring berjalannya waktu. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polda Metro Jaya Gagalkan Peredaran 32 Kg Sabu Jaringan Malaysia, Satu Kurir Ditangkap di Jakarta Utara
Menkeu Purbaya Jelaskan Konteks Ucapan Prabowo: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar, Indonesia Kuat di Tengah Gejolak Global
Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy Alami Kecelakaan Dini Hari, Mobil Dinas Hancur Tabrak Bak Truk
Meutya Hafid Tegaskan: Pertukaran Data RI-AS Hanya Lingkup Ekosistem Digital, Tak Ada Data Kependudukan
Kampung Narkoba di Samarinda Beroperasi Seperti Kartel, Ada 21 Pengawas Bersenjata
KPK Panggil Muhadjir Effendy Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji, Pemeriksaan Ditunda
Hari Ini, Mantan Wamenaker Immanuel Ebenezer Jalani Sidang Pembacaan Tuntutan Kasus Pemerasan dan Gratifikasi
Kaesang Pangarep Tegaskan Komitmen Kawal Reynaldo Bryan Menjadi Ketua Umum HIPMI

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 17:41 WIB

Polda Metro Jaya Gagalkan Peredaran 32 Kg Sabu Jaringan Malaysia, Satu Kurir Ditangkap di Jakarta Utara

Senin, 18 Mei 2026 - 17:02 WIB

Menkeu Purbaya Jelaskan Konteks Ucapan Prabowo: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar, Indonesia Kuat di Tengah Gejolak Global

Senin, 18 Mei 2026 - 14:40 WIB

Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy Alami Kecelakaan Dini Hari, Mobil Dinas Hancur Tabrak Bak Truk

Senin, 18 Mei 2026 - 14:11 WIB

Meutya Hafid Tegaskan: Pertukaran Data RI-AS Hanya Lingkup Ekosistem Digital, Tak Ada Data Kependudukan

Senin, 18 Mei 2026 - 12:19 WIB

Kampung Narkoba di Samarinda Beroperasi Seperti Kartel, Ada 21 Pengawas Bersenjata

Berita Terbaru