Jakarta-Mediadelegasi: Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus bergerak cepat menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan siap kerja. Fokus utama saat ini adalah siapkan dan memenuhi kebutuhan tenaga kerja di sektor industri hijau (green jobs), khususnya yang berkaitan dengan kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV).
Langkah strategis ini diambil sebagai respons terhadap pertumbuhan pasar otomotif yang beralih ke teknologi ramah lingkungan yang sedang mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor, menegaskan bahwa transformasi menuju ekonomi hijau bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keniscayaan yang harus dihadapi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menilai, perkembangan pesat industri kendaraan listrik kini menjadi salah satu pilar penting yang akan membentuk ekosistem pekerjaan masa depan.
“Geliat pasar yang sangat cepat dalam periode tiga tahun terakhir ini tentunya berdampak langsung pada kebutuhan tenaga kerja yang memiliki kompetensi di bidang teknologi otomotif berbasis listrik, digitalisasi, serta keterampilan pendukung industri hijau,” ujar Afriansyah dalam acara Hyundai EV Ecosystem Tour di Cikarang, Bekasi, Selasa (5/5/2026).
Berdasarkan data yang disampaikan, penjualan kendaraan listrik di Indonesia menunjukkan tren kenaikan yang sangat drastis. Dari angka sekitar 10 ribu unit pada tahun 2022, melonjak menjadi lebih dari 100 ribu unit pada tahun 2025.
Peningkatan yang mencapai sepuluh kali lipat ini tentu menuntut ketersediaan tenaga ahli yang mumpuni di berbagai lini, mulai dari produksi, perawatan, hingga pengembangan teknologi.
Sebagai bagian dari upaya mewujudkan visi Asta Cita dan Indonesia Emas 2045, Kemnaker berkomitmen kuat untuk membangun SDM berkualitas. Salah satu kunci keberhasilannya adalah melalui kolaborasi yang erat dengan dunia industri.
Afriansyah pun memberikan apresiasi tinggi kepada PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI) yang telah turut berkontribusi nyata dalam dunia pendidikan vokasi.
“Pada tahun 2023, PT HMMI telah memberikan hibah 5 unit kendaraan untuk pengembangan pelatihan vokasi kejuruan otomotif di BBPVP Bandung. Ini adalah bentuk nyata kolaborasi strategis yang kami harapkan terus berlanjut diikuti oleh perusahaan lainnya,” jelasnya.
Kerjasama semacam ini dinilai sangat efektif untuk meningkatkan kompetensi lulusan pelatihan sekaligus membuka peluang kerja yang lebih luas dan profesional bagi masyarakat.
“Sinergi antara pemerintah, industri, dan lembaga pelatihan menjadi kunci agar Indonesia mampu menciptakan tenaga kerja yang produktif dan siap menghadapi tantangan masa depan di sektor green jobs,” pungkas Wamenaker menutup keterangannya. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.












