Jakarta-Mediadelegasi : Wapres Gibran Rakabuming Raka menggelar pertemuan strategis bersama sejumlah artis dan pelaku industri kreatif di Jakarta pada Senin (5/1/2026). Pertemuan tersebut menjadi ruang diskusi hangat untuk membahas langkah-langkah penanganan bencana yang tengah melanda wilayah Sumatera.
Hadir dalam pertemuan tersebut tokoh-tokoh populer seperti penyanyi sekaligus dokter bedah plastik Teuku Adifitrian atau Tompi, hingga presenter Raffi Ahmad. Mereka hadir untuk memberikan masukan serta melaporkan inisiatif yang telah dilakukan oleh komunitas seni dalam membantu para korban.
Fokus utama pembahasan dalam agenda tersebut adalah evaluasi program penanganan bencana yang telah berjalan serta perencanaan program bantuan di masa depan. Secara khusus, Wapres Gibran memberikan apresiasi tinggi atas kepedulian cepat yang ditunjukkan para seniman terhadap masyarakat Sumatera.
Dalam diskusi tersebut, para pelaku budaya mengusulkan sejumlah program baru yang inovatif untuk membantu meringankan beban pengungsi. Salah satu poin utama yang diusulkan adalah penyediaan fasilitas dapur umum yang didesain khusus untuk menyambut bulan suci Ramadan.
Tompi menjelaskan bahwa rencana pembangunan dapur umum ini ditargetkan dapat beroperasi sepanjang bulan puasa hingga hari raya Idulfitri. Program ini nantinya akan difokuskan untuk membantu masyarakat di wilayah terdampak, terutama di Aceh dan Sumatera Barat.
Menurut Tompi, bantuan dapur umum ini sangat krusial agar masyarakat tetap bisa mendapatkan asupan makanan bergizi untuk sahur dan berbuka puasa. “Ini merupakan tambahan di luar bantuan-bantuan logistik yang saat ini sudah tetap berjalan di lapangan,” ujar Tompi pada Selasa (6/1/2026).
Langkah ini diambil dengan pertimbangan bahwa bulan Ramadan memiliki nilai sakral bagi masyarakat di Aceh dan Padang. Para seniman ingin memastikan bahwa keterbatasan infrastruktur akibat bencana tidak menghalangi kekhusyukan warga dalam menjalankan ibadah.
“Jika masyarakat di sana masih kesulitan untuk urusan memasak dan kebutuhan dasar lainnya, tentu sangat memprihatinkan. Kami ingin mereka bisa tetap fokus menjalankan ibadahnya meskipun dalam kondisi pascabencana,” sambung Tompi menjelaskan alasan di balik usulan tersebut.
Selain kebutuhan fisik, perhatian besar juga diberikan pada aspek kesehatan mental, terutama bagi anak-anak. Para seniman berencana membentuk tim khusus yang terdiri dari musisi, pekerja film, hingga pendongeng untuk melakukan program pemulihan trauma (mental healing).
Program pemulihan mental ini rencananya akan melibatkan para psikolog profesional agar penanganannya lebih komprehensif. Tompi menegaskan bahwa gerakan ini sedang disusun secara matang agar bisa menjadi program yang berkelanjutan, bukan sekadar aksi sekali jalan.
Wapres Gibran pun menyambut baik laporan mengenai keberhasilan penggalangan dana yang dilakukan oleh komunitas seni sebelumnya. Sebagai informasi, program penggalangan dana dari 100 musisi telah berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp 17,2 miliar untuk korban bencana Sumatera.
Sebagai penutup, Wapres menyatakan kesiapannya untuk membuka pintu dukungan pemerintah demi menyukseskan usulan-usulan dari para seniman tersebut. Pemerintah berharap melalui kolaborasi ini, masyarakat Sumatera bisa segera pulih dan kembali hidup mandiri dalam waktu dekat.D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGE NEWS.






