GPMN Cemaskan Demokrasi Indonesia Mengarah Liberal

Minggu, 19 Maret 2023 - 22:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Ketua Umum Gema Perjuangan Maharani Nusantara (GPMN) Daddy Palgunadi.  Foto: dok

Ketua Umum Gema Perjuangan Maharani Nusantara (GPMN) Daddy Palgunadi. Foto: dok

Medan-Mediadelegasi: Ormas Gema Perjuangan Maharani Nusantara (GPMN) mencemaskan dengan kondisi demokrasi di Indonesia yang mulai mengarah ke liberalisme dan cenderung menjauh dari nilai-nilai Pancasila.

“Selama 25 tahun perjalanan reformasi 1998, hanya menghasilkan demokrasi yang semata-mata semakin mengarah pada demokrasi liberal dan transaksional,” kata Ketua Umum GPMN Daddy Palgunadi dalam keterangan tertulisnya yang diterima mediadelegasi.id, Medan, Minggu (19/3).

Menurut dia, demokrasi di Indonesia yang terpengaruh nilai-nilai kebaratan telah mengemuka dalam beberapa tahun terakhir, bahkan semakin banyak disuarakan oleh berbagai kalangan di saat indeks demokrasi Tanah Air menurun dari tahun ke tahun.

Arah demokrasi seperti itu, lanjutnya, perlu menjadi perhatian serius karena turut menciptakan pragmatisme politik yang begitu kuat, sehingga ideologi Pancasila tidak lagi dianggap penting.

BACA JUGA:  Generasi Milenial Penentu Masa Depan Sawit Indonesia

Padahal, sistem demokrasi di Indonesia yang berlandaskan Pancasila bernilai penting karena memberikan kesempatan untuk memilih, dipilih, dan berkompetisi di dalam ranah politik.

“Seharusnya, demokrasi pascareformasi tetap berpijak pada Pancasila. Jangan sampai salah arah setelah reformasi,” ujar Daddy.

Mencermati hal itu, sebut dia, GPMN ikut ajang silaturahmi dan Konsolidasi Demokrasi Aktivis 98 sebagai momentum dalam mengevaluasi 25 tahun perjalanan reformasi 98 demi menghasilkan konklusi-konklusi objektif.

GPMN berharap konsolidasi Demokrasi Aktivis 98, kata dia, mampu melahirkan pemikiran-pemikiran yang ‘berlian’ dalam menata peradaban bangsa dan negara demi mencapai kejayaan Indonesia yang kekinian.

Lebih lanjut GPMN menegaskan bahwa membangun Indonesia menjadi negara makmur dan rakyat sejahtera adalah sebuah cita-cita para pejuang pendiri bangsa dan negara.

BACA JUGA:  MA: Indonesia Kekurangan 1.995 Hakim

Namun ironisnya, menurut Daddy, cita-cita tersebut masih sulit diwujudkan akibat paa elite politik yang berkuasa justru cenderung membawa kepentingan dalam penguasaan sumber daya alam dalam mengumpulkan pundi-pundi finansial pribadi dan kelompoknya.

Sementara, peningkatan kesejahteraan rakyat atas kesempatan penghidupan, harga kebutuhan pokok yang terjangkau oleh masyarakat miskin, pemberantasan korupsi tidak berjalan seperti yang diharapkan.

Bahkan yang terkini, muncul wacana penundaan pemilu, dan perpanjangan masa jabatan tiga periode terus bergulir untuk mempengaruhi kesadaran publik agar melegitimasi, pengamputasian demokrasi dan konstitusi.

Oleh karena itu, pihaknya menilai, sudah sepatutnya seluruh elemen bangsa dan negara mengkoreksi perjalanan untuk kearah pengharapan bersama dalam mencapai Indonesia makmur dan sejahtera melalui konklusi-konklusi objektif. D|rel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Oknum Polisi Nekat Tabrak Mobil Warga di Medan, Diduga Dipicu Cemburu Asmara
Berhasil Diburu Sejak Sebulan Lebih, Begal yang Masuk DPO Akhirnya Ditangkap di Minimarket
Usai Penjelasan Pemko, Anggaran Air Mineral Rp1,1 Miliar Masih Diperdebatkan
Program Revitalisasi Sekolah di Medan Disorot, LP3 Siap Laporkan ke Kejati Sumut
Belum Reda Kasus Dishub, Rico Waas Kena Sorotan Air Mineral Rp1 Miliar
Srikandi FAST UNPRI Tembus Jurnal Scopus Q2: Bukti Nyata Kebijakan Kelulusan Berbasis Publikasi Ilmiah
Air Mineral Rp1 Miliar Setahun di Pemko Medan Disorot, Gen Z Sumut : “Mungkin Makhluk Halus Ikut Minum”
Zakiyuddin: Soal Sekda Tak Perlu Dibicarakan, Mekanismenya Sudah Diatur
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 18:04 WIB

Oknum Polisi Nekat Tabrak Mobil Warga di Medan, Diduga Dipicu Cemburu Asmara

Rabu, 24 Juni 2026 - 14:08 WIB

Berhasil Diburu Sejak Sebulan Lebih, Begal yang Masuk DPO Akhirnya Ditangkap di Minimarket

Selasa, 23 Juni 2026 - 14:43 WIB

Usai Penjelasan Pemko, Anggaran Air Mineral Rp1,1 Miliar Masih Diperdebatkan

Selasa, 23 Juni 2026 - 12:02 WIB

Program Revitalisasi Sekolah di Medan Disorot, LP3 Siap Laporkan ke Kejati Sumut

Sabtu, 20 Juni 2026 - 14:32 WIB

Belum Reda Kasus Dishub, Rico Waas Kena Sorotan Air Mineral Rp1 Miliar

Berita Terbaru