Gubernur: Angka Prevalensi Stunting di Sumut Turun

- Penulis

Selasa, 7 Maret 2023 - 22:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi didampingi Kadis Kesehatan Alwi Mujahit  (kanan), melaporkan perkembangan penanganan stunting kepada Menteri Koordinator Pengembangan Manusia dan Kebudayaan RI Muhadjir Effendy, melalui zoom meeting, di rumah dinas gubernur Sumut Jalan Sudirman  Medan, Selasa (7/3). Foto: Diskominfo SU

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi didampingi Kadis Kesehatan Alwi Mujahit (kanan), melaporkan perkembangan penanganan stunting kepada Menteri Koordinator Pengembangan Manusia dan Kebudayaan RI Muhadjir Effendy, melalui zoom meeting, di rumah dinas gubernur Sumut Jalan Sudirman Medan, Selasa (7/3). Foto: Diskominfo SU

Medan-Mediadelegasi: Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi menyebut berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2022, angka prevalensi stunting di Sumut turun dari 25,8 persen pada tahun 2021 menjadi 21,1 persen hingga 2022.

“Meskipun secara persentase terjadi penurunan, namun kami menargetkan angka prevalensi stunting di Sumut dapat terus menurun hingga menyentuh angka 14 persen,” katanya di Medan, Selasa (7/3).

Gubernur menyampaikan perkembangan penanganan stunting di Sumut dalam acara telekonferensi dengan Menteri Koordinator Pengembangan Manusia dan Kebudayaan (PMK) RI Muhadjir Effendy.

Lebih lanjut Edy memaparkan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut telah mengambil sejumlah langkah dalam hal penanganan stunting secara massif sejak beberapa tahun terakhir.

BACA JUGA:  Arnita Turnip, Peraih Beasiswa S2 ke Turki Kesulitan Biaya Hidup

Langkah-langkah itu diantaranya melakukan berbagi upaya penguatan kegiatan dan pemberian asupan makanan bergizi hingga program bantuan lainnya.

Bahkan, lanjutnya, Pemprov Sumut berupaya melibatkan bantuan berbagai pihak seperti keberadaan mahasiswa yang menggelar praktek kerja lapangan, serta penempatan dokter muda di kawasan yang dinilai membutuhkan.

Melalui berbagai upaya kongkret tersebut, pihaknya telah mengumpulkan data dan fakta di lapangan untuk dijadikan bahan evaluasi bersama, seperti tingkat kesadaran akan kesehatan atau perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta belum maksimalnya masyarakat menggunakan tenaga kesehatan seperti di Puskesmas maupun Posyandu.

“Kami sedang berusaha menyelesaikan masalah ini. Ada beberapa kabupaten yang masih membutuhkan penanganan yang lebih kuat menurut potensinya,” paparnya.

BACA JUGA:  Waskita Karya Bantah Tidak Punya Dana

Dengan upaya itu, lanjut Edy, beberapa fakta yang bisa dijadikan bahan evaluasi bersama yakni seperti tingkat kesadaran akan kesehatan atau perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), belum maksimalnya masyarakat menggunakan tenaga kesehatan seperti di Puskesmas maupun Posyandu.

Kepada Menko PMK, Edy juga melaporkan pencemaran sungai yang diduga bersumber dari penggunaan bahan kimia untuk penambangan yang rentan mengganggu kesehatan warga.

“Kami masih terus berusaha menyelesaikan masalah ini,” ujarnya. D|Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Belum Reda Kasus Dishub, Rico Waas Kena Sorotan Air Mineral Rp1 Miliar
Srikandi FAST UNPRI Tembus Jurnal Scopus Q2: Bukti Nyata Kebijakan Kelulusan Berbasis Publikasi Ilmiah
Air Mineral Rp1 Miliar Setahun di Pemko Medan Disorot, Gen Z Sumut : “Mungkin Makhluk Halus Ikut Minum”
Zakiyuddin: Soal Sekda Tak Perlu Dibicarakan, Mekanismenya Sudah Diatur
Kritik Kebijakan Pemerintah, Ratusan Mahasiswa Kepung Gedung DPRD Sumut
Sorotan Kasus RS Islam Malahayati: Dugaan Malpraktik, Pembayaran Gelap, Dinkes Sumut Minta Maaf dan Minta Kemenkes Bertindak
Robi Barus Sosialisasikan Perda Perlindungan Anak di Helvetia
Ruko Penjual Bensin Eceran dan Elpiji di Medan Terbakar Hebat, Diduga Akibat Korsleting Listrik
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 14:32 WIB

Belum Reda Kasus Dishub, Rico Waas Kena Sorotan Air Mineral Rp1 Miliar

Jumat, 19 Juni 2026 - 19:49 WIB

Srikandi FAST UNPRI Tembus Jurnal Scopus Q2: Bukti Nyata Kebijakan Kelulusan Berbasis Publikasi Ilmiah

Kamis, 18 Juni 2026 - 13:47 WIB

Air Mineral Rp1 Miliar Setahun di Pemko Medan Disorot, Gen Z Sumut : “Mungkin Makhluk Halus Ikut Minum”

Kamis, 18 Juni 2026 - 12:18 WIB

Zakiyuddin: Soal Sekda Tak Perlu Dibicarakan, Mekanismenya Sudah Diatur

Senin, 15 Juni 2026 - 17:14 WIB

Kritik Kebijakan Pemerintah, Ratusan Mahasiswa Kepung Gedung DPRD Sumut

Berita Terbaru