Gubernur Sumut Bobby Nasution Serius Tangani Hama Lalat Buah pada Tanaman Jeruk

Selasa, 26 Agustus 2025 - 20:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Medan-Mediadelegasi : Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution makin serius menangani hama lalat buah terutama di tanaman jeruk. Dalam waktu dekat ini, fokus penanganan lalat buah akan meliputi pengumpulan data, pengendalian hama, dan membantu menyelesaikan masalah petani.

Bobby Nasution meminta kepada daerah kabupaten yang memiliki perkebunan jeruk, seperti Karo, Simalungun, Dairi, Pakpak, dan Tapanuli Utara, untuk menyiapkan data akurat terkait lahan dan jumlah petani. Dengan demikian, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut dapat membuat kebijakan yang tepat untuk menangani masalah ini.

Pemprov Sumut akan melakukan intervensi langsung dalam satu bulan ke depan untuk penanganan hama lalat buah jeruk. Bobby Nasution berharap bahwa metode yang telah dikonsep dapat berjalan dengan baik dan efektif dalam menyelesaikan masalah ini.

CEO PT Agri Robertus Theodore mengatakan bahwa permasalahan yang banyak dialami petani jeruk saat ini adalah masalah pendanaan. Banyak petani jeruk yang terlilit hutang dan tidak bisa mengajukan pinjaman ke bank karena pembayaran yang mandek.

Robertus bersyukur Bobby Nasution memiliki perhatian besar pada jeruk asli dari Sumatera Utara. Dia berharap skema yang telah diterapkan di kawasan Liang Melas Datas (LMD), Karo, dapat diimplementasikan di daerah-daerah lain yang memiliki perkebunan jeruk.

BACA JUGA:  Sekda Samosir dan Tiga Orang Lainnya Segera Disidang

Bupati Karo Antonius Ginting mengatakan bahwa saat ini lahan kebun jeruk yang aktif tinggal 4.841 Ha, jauh menurun dari beberapa tahun sebelumnya yang mencapai 20.000 Ha. Antonius menyatakan bahwa perlu dilakukan kategorisasi untuk menentukan area mana saja yang perlu diterapkan metode penanganan lalat buah.

Antonius juga menyebutkan bahwa ada indikator yang perlu dipenuhi agar penanganan lalat buah dapat diselesaikan secara efektif. Dengan demikian, perkebunan jeruk di Karo dapat kembali produktif dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Pertemuan ini dihadiri oleh Bupati Dairi Vickner Sinaga, Wakil Bupati Pakpak Mutsyuhito Solin, serta perwakilan daerah lainnya. Kadis Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumut Rajali, serta OPD terkait lainnya juga hadir dalam pertemuan ini.

Bobby Nasution menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah daerah, petani, dan stakeholder lainnya dalam menangani masalah lalat buah. Dengan kerja sama yang baik, diharapkan masalah ini dapat diatasi secara efektif dan perkebunan jeruk di Sumatera Utara dapat kembali produktif.

BACA JUGA:  Pemkot Medan Tingkatkan Kualitas Pendidikan: Sekolah Unggul Baru dengan Kurikulum Terbaik dan Guru Teladan

Pemprov Sumut berharap bahwa dengan penanganan yang tepat, perkebunan jeruk di Sumatera Utara dapat kembali menjadi salah satu komoditas unggulan daerah. Dengan demikian, perekonomian masyarakat dapat meningkat dan kesejahteraan petani jeruk dapat terjamin.

Pertemuan ini juga membahas tentang strategi penanganan lalat buah yang efektif, termasuk penggunaan teknologi dan konsep yang telah dikembangkan oleh PT Agri. Dengan demikian, diharapkan masalah lalat buah dapat diatasi secara efektif dan perkebunan jeruk di Sumatera Utara dapat kembali produktif.

Dalam waktu dekat ini, Pemprov Sumut akan melakukan langkah-langkah konkret untuk menangani masalah lalat buah di perkebunan jeruk. Dengan kerja sama yang baik dan strategi yang tepat, diharapkan masalah ini dapat diatasi secara efektif dan perkebunan jeruk di Sumatera Utara dapat kembali menjadi salah satu komoditas unggulan daerah. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kasus Korupsi Lahan Tol Medan-Binjai: 6 Bulan Belum Ada Tersangka, Masyarakat Desak Kejati Sumut Transparan
Stadion Teladan Medan 5 Tahun Tak Rampung, Rico Waas Kejar Deadline!
Jelang Mubes HBB, Tokoh Batak Serukan Persatuan dan Kolaborasi
Lamsiang Sitompul Ajak Tokoh Batak Hadiri Audiensi HBB di Medan
Istana Maimon Jadi Saksi, 23 Paguyuban Kesukuan Pertajam Komitmen Merajut Kebhinekaan Bersama FKN Sumut
USU: Belum Ditemukan Indikasi Perundungan dalam Kasus Meninggalnya Mahasiswi FIB
Kadis SDABMBK Khairul Azmi Dorong Drainase Lebih Optimal, 1.047 Meter U-Ditch Dibangun di Gaperta
DLH Kota Medan: Pengadaan Alat Berat Rp11,4 Miliar Sesuai Aturan LKPP, Tidak Ada Pembelian Buldoser Rp479 Juta
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Kasus Korupsi Lahan Tol Medan-Binjai: 6 Bulan Belum Ada Tersangka, Masyarakat Desak Kejati Sumut Transparan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 16:08 WIB

Stadion Teladan Medan 5 Tahun Tak Rampung, Rico Waas Kejar Deadline!

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Jelang Mubes HBB, Tokoh Batak Serukan Persatuan dan Kolaborasi

Senin, 12 Oktober 2026 - 11:40 WIB

Lamsiang Sitompul Ajak Tokoh Batak Hadiri Audiensi HBB di Medan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Istana Maimon Jadi Saksi, 23 Paguyuban Kesukuan Pertajam Komitmen Merajut Kebhinekaan Bersama FKN Sumut

Berita Terbaru

Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi BNPB, Berton SP Panjaitan. Foto: Ist.

Nasional

OTT KPK di BNPB, Sejumlah Ruangan Kantor Disegel

Rabu, 14 Okt 2026 - 13:18 WIB

Enam barak sarang narkoba di bantaran rel Medan–Binjai, Desa Serba Jadi, Deli Serdang, dibakar petugas usai digerebek tim gabungan, Selasa (13/10/2026). Foto: Ist.

Kabupaten Deli Serdang

Polisi Gerebek Sarang Narkoba di Bantaran Rel Medan–Binjai, 6 Barak Dibakar

Rabu, 14 Okt 2026 - 12:07 WIB