Medan-Mediadelegasi : Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, kembali menemukan anggaran yang tidak wajar di lingkup dinas di Sumatera Utara. Kali ini, anggaran tersebut adalah untuk busi racing di Dinas Sosial Sumut.
Bobby Nasution merasa heran dan murka dengan temuan anggaran tersebut. “Untuk OPD, jangan buat anggaran yang aneh-aneh lagi. Cukup tusuk gigi, busi racing… ada busi racing. Di dinas apa busi racing itu ya, Pak? Dinas Sosial,” kata Bobby.
Bobby penasaran apa kegunaan busi racing di Dinas Sosial Sumut. “Dinas Sosial beli busi racing, mau balapan? Pantesan semakin banyak balapan liar. Aduh, cukup ya,” katanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bobby menganggap usul anggaran itu tidak logis dan harus dicoret. “Jadi, kalau ada anggaran yang tidak sesuai dengan target kita, ya kita minta hapus,” kata Bobby.
Sebelumnya, Bobby juga menemukan anggaran lain yang tidak wajar, seperti anggaran pengadaan tusuk gigi senilai Rp100 juta dan pembelian 15 kue tar ukuran 60 x 40 cm oleh Badan Penghubung Pemprov Sumut senilai Rp 48.750.000.
Bobby meminta jajaran OPD untuk membelanjakan anggaran untuk program yang berdampak langsung kepada rakyat. “Belanja yang tidak berguna harus dicoret dan dialihkan ke belanja yang produktif dan berdampak langsung ke masyarakat,” kata Bobby.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara akan terus melakukan penertiban anggaran untuk memastikan bahwa anggaran digunakan secara efektif dan efisien. Bobby berharap bahwa anggaran APBD Pemprov Sumut dapat difokuskan untuk menjalankan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Pemprov Sumut.
Program PHTC Pemprov Sumut meliputi Program Unggulan Bersekolah Gratis (PUBG), Program Berobat Gratis (Probis), Jaminan Kestabilan Harga Komoditi Pangan (Jaskop), Digitalisasi Pelayanan Publik Cepat, Responsif, Handal, dan Solutif (CERDAS), Infrastruktur Strategis Terintegrasi (Instansi), dan Perlindungan Rakyat Melalui Restorative Justice (Prestice).
Bobby mengaku sudah minta agar anggaran yang tidak masuk akal dihapus saja. “Iya itu kan selagi belum dilaksanakan, kita minta dihapus. Tapi sudah minta dihapus tetap dilaksanakan baru hukum berjalan,” kata Bobby.
Bobby belum memeriksa beberapa kadis yang menurutnya membuat anggaran tidak masuk akal. Namun, Bobby yakin bahwa anggaran yang tidak logis harus dicoret.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sumut, Porman Mahulae, mengatakan bahwa penertiban anggaran terus dilakukan. “Beliau (Bobby) tertibkan semua belanja yang tidak berguna dan mengalihkannya ke belanja-belanja yang produktif dan berdampak langsung ke masyarakat,” ujar Porman.
Porman mengklaim rencana anggaran yang tidak berguna itu diusulkan dan disahkan sebelum Bobby menjadi orang nomor satu di Sumut. “APBD 2025 disusun sebelum Pak Gubernur dilantik, jadi perlu diselaraskan dengan visi misi dan program-program prioritas beliau,” kata Porman.
Porman menyebut bahwa anggaran belanja yang tidak masuk akal pasti akan dicoret. “Beliau juga meminta OPD tidak main-main dengan anggaran,” kata Porman.
Dengan penertiban anggaran yang tidak berguna itu, diharapkan anggaran APBD Pemprov Sumut dapat difokuskan untuk menjalankan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat. Bobby berharap bahwa masyarakat dapat merasakan manfaat dari anggaran yang digunakan secara efektif dan efisien. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.












