Gubernur Sumut: Hentikan Sementara Pemberian Obat Berbentuk Sirup

Rabu, 19 Oktober 2022 - 19:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi.  Foto: Ist

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi. Foto: Ist

Medan-Mediadelegasi: Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi meminta seluruh Puskesmas, rumah sakit maupun apotek di Sumut agar menghentikan sementara pemberian semua jenis obat berbentuk sirup, terkait meningkatnya jumlah kasus gagal ginjal akut progresif atipikal diIndonesia.

“Saya perintahkan kepada seluruh puskesmas maupun rumah sakit agar tidak mengizinkan orang tua untuk memberikan anaknya mengkonsumsi obat (sirup) tersebut,” katanya kepada pers di Medan, Rabu (19/10).

Sebagaimana diketahui, Kementerian Kesehatan RI mencatat hingga hingga 18 Oktober 2022 sudah 206 kasus kasus gagal ginjal yang dilaporkan di 20 provinsi dan sebanyak 99 pasien meninggal dunia.

Secara umum, angka kematian gangguan ginjal akut di Indonesia mencapai 48 persen. Khusus untuk kasus yang tercatat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, sebagai rumah sakit rujukan nasional untuk ginjal, angka kematiannya telah mencapai 65 persen.

Menurut dia, permintaan penghentian sementara mengonsumsi obat dalam bentuk sirup sebagai langkah antisipasi mencegah kemungkinan bertambahnya pasien gagal ginjal akutpada anak usia 0 hingga 18 tahun di Sumut.

Sebab, lanjutnya, tidak tertutup kemungkinan obat berbentuk sirup menjadi penyebab serangan penyakit gagal ginjal akut pada anak.

BACA JUGA:  Gubernur Sumut Minta Hasil Ujian Sekolah Tak Direkayasa

“Itu kita belum mengetahui penyebabnya. Tapi diduga yang orang-orang tua kita begitu demam anaknya dia beli obat, memang murah, hanya sekitar Rp9.000 hingga Rp11.000,” tuturnya.

Edy juga telah menginstruksikan Dinas Kesehatan se Sumut melakukan kewaspadaan dini dan mengambil langkah cepat atas munculnya kasus 11 orang anak usia 0-18 tahun di Sumut yang mengalami gagal ginjal akut.

Pasien yang terkena kasus gagal ginjal akut umumnya mengalami susah kencing, lever, terus sakit kuning dan demam.

Pemprov Sumut, kata dia, melalui instansi terkait akan terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar menghentikan sementara penggunaan obat berbentuk sirup, guna mencegah kasus gagal ginjal akut.

Hasil penelusuran
Juru Bicara Kemenkes Mohammad Syahril melalui siaran persnya, Rabu (19/10) mengatakan, tindakan penghentian sementara pemberian obat dalam bentuk sirup dilakukan sampai hasil penelusuran dan penelitian gangguan ginjal akut misterius dituntaskan.

Hal ini sekaligus kewaspadaan dini yang dianjurkan lantaran proses investigasi gangguan ginjal akut masih berlangsung.

BACA JUGA:  Unika Santo Thomas Ucapkan Selamat Atas Pelantikan Tujuh Pejabat Kemdiktisaintek

“Kemenkes mengimbau masyarakat untuk pengobatan anak, sementara waktu tidak mengonsumsi obat dalam bentuk cair atau sirup tanpa berkonsultasi dengan tenaga kesehatan,” ujar dia.

Menurut dia, sebagai alternatif dapat menggunakan bentuk sediaan lain seperti tablet, kapsul, suppositoria (anal), atau lainnya.

Dia menegaskan aturan penghentian sementara untuk menjual dan mengonsumsi obat sirup berlaku untuk semua obat, bukan hanya parasetamol semata.

“Sesuai dengan surat edaran yang dikeluarkan oleh Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes, yakni semua obat sirup atau obat cair (yang dihentikan sementara), bukan hanya parasetamol. Ini diduga bukan kandungan obatnya, tapi komponen-komponen lain,” paparnya.

Kementerian Kesehatan, kata Syahril, sudah mengambil langkah untuk menyelamatkan kasus yang lebih banyak, diantaranya dengan imbauan penghentian sementara penggunaan obat dalam bentuk cair.

Instruksi terkait penghentian sementara obat sirup dikeluarkan oleh Kemenkes RI melalui surat Nomor SR.01.05/III/3461/2022.
Dikatakannya, dalam surat itu berisi perihal Kewajiban Penyelidikan Epidemiologi dan Pelaporan Kasus Gangguan Ginjal Akut Atipikal pada Anak. D|Red-04

2 tanggapan untuk “Gubernur Sumut: Hentikan Sementara Pemberian Obat Berbentuk Sirup”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tak Sekadar Rayakan HUT Golkar, Maruli Siahaan Hadirkan Kepedulian untuk 200 Pejuang Kehidupan di Medan
BPK Bongkar Masalah Beton Lapangan Merdeka Medan, Rp27,83 Miliar Jadi Sorotan
Miliaran Rupiah untuk BBM, BPK Temukan Masalah di Dishub Medan, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Zulham Efendi Minta Pemko Medan Sigapi Teror Buaya Muara di Siombak
Pemko Medan Optimalkan Fitur E-Audit Cegah Fraud Pengadaan Barang dan Jasa
Satu Barisan Lawan Narkoba, Golkar Sumut Siap Bersinergi dengan Polda Sumut
HUT ke-62 Golkar: Andar Amin Harahap Pimpin Ziarah di TMP Medan
BMKG: 1.297 Titik Panas Terdeteksi, Sumatera Paling Banyak, Asap Menyebar Luas
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:47 WIB

Tak Sekadar Rayakan HUT Golkar, Maruli Siahaan Hadirkan Kepedulian untuk 200 Pejuang Kehidupan di Medan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:40 WIB

BPK Bongkar Masalah Beton Lapangan Merdeka Medan, Rp27,83 Miliar Jadi Sorotan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Miliaran Rupiah untuk BBM, BPK Temukan Masalah di Dishub Medan, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:54 WIB

Zulham Efendi Minta Pemko Medan Sigapi Teror Buaya Muara di Siombak

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:30 WIB

Pemko Medan Optimalkan Fitur E-Audit Cegah Fraud Pengadaan Barang dan Jasa

Berita Terbaru

Pengurus BWI Perwakilan Deli Serdang  Periode 2026-2029 usai dilantik Bupati Deli Serdang, Senin (2/11). Foto: dok-bwi-ds

Kabupaten Deli Serdang

BWI Deli Serdang Didorong Kembangkan Wakaf Produktif untuk Kesejahteraan Umat

Selasa, 3 Nov 2026 - 10:26 WIB