Didampingi Budi Hariadi, Humas PT Sumatera Siberia, dia mengakui terjadinya lonjakan pengunjung di lokasi Tes Swab Antigen di Jalan Pulau Pinang Lapangan Merdeka.
Akan tetapi tidak sampai menyebabkan kemacatan arus lalu lintas.
Diterangkan Budi, lonjakan pengunjung tersebut terjadi sejak lebaran Idul Fitri. Sebab pemerintah mewajibkan masyarakat yang berpergian antar kabupaten/kota dalam kondisi sehat dan terbebas dari Covid-19, dan hal itu harus dibuktikan dengan surat test swab antigen.
Masyarakat pun lebih memilih tempat ini karena menilai sistem drive thrue yang kita terapkan sangat aman dari terpapar virus Covid-19.
Terkait pengelolaan limbah, kata Budi, semua dilakukan oleh pihak ketiga yakni Fast Lap yang sudah cukup terkenal mumpuni di dunia kesehatan.
Sebagaimana diketahui, Polrestabes Medan (Satlantas Polrestabes Medan dan Unit Reserse Kriminal Polrestabes) datang ke lokasi tes swab antigen di Jalan Pulau Pinang, Lapangan Merdeka, Selasa (25/3) sekira pukul 16.00 WIB.
Petugas awalnya menanyakan lokasi, dan pihak pelaksana menunjukkan seluruh izin-izin yang dimiliki. Lantas polisi menanyakan perihal pengelolaan limbah medis, dan pihak pengelola menyatakan dikelola pihak ketiga dalam hal itu Klinik Fast Lab.
Lantas, petugas menanyakan izin kelurahan dan izin kepala lingkungan.
Petugas akhirnya memboyong penanggung jawab tempat, perawat dan seorang dokter untuk dimintai keterangan. Setelah melewati proses pemeriksaan, ketiganya diperbolehkan pulang.
Kanit Tipidsus Satreskrim Polrestabes Medan AKP Arya Nusa Hindrawan membenarkan ada beberapa peralatan yang diangkat dan legalitas dari pihak penyelenggara masih dalam penyelidikan lebih lanjut.
“Kalau dugaan sementara pelanggaran protokol kesehatan. Untuk penyelenggara kami imbau agar tidak dibuka dulu,” katanya. red