Pekerja PT TPL Tolak Seruan Ephorus HKBP Soal Penutupan Perusahaan

Kamis, 8 Mei 2025 - 19:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Beberapa perwakilan pengurus yang tergabung dalam aliansi serikat pekerja PT Toba Pulp Lestari (TPL) saat menyampaikan pernyataan sikap soal desakan penutupan PT TPL oleh Ephorus HKBP Pdt. Victor Tinambunan, di Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba, Sumut, baru-baru ini.  Foto: Ytb

Beberapa perwakilan pengurus yang tergabung dalam aliansi serikat pekerja PT Toba Pulp Lestari (TPL) saat menyampaikan pernyataan sikap soal desakan penutupan PT TPL oleh Ephorus HKBP Pdt. Victor Tinambunan, di Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba, Sumut, baru-baru ini. Foto: Ytb

Medan-Mediadelegasi: Aliansi serikat pekerja PT Toba Pulp Lestari (TPL) menolak seruan Ephorus Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Pendeta Victor Tinambunan yang meminta agar perusahaan industri pulp dan serat rayon tersebut segera ditutup karena dianggap merusak kelestarian lingkungan di wilayah tanah Batak.

 

 

Pernyatan tersebut disampaikan Pesta Manurung selaku perwakilan pimpinan pengurus dan anggota berbagai serikat pekerja unit PT TPL, antara lain KSBSI, PK SBI, SBSI 92, SPSI, SPN, dan Sejati.

 

 

 

 

“PT TPL selama ini beroperasi sesuai dengan ketentuan hukum dan memberi kontribusi terhadap perekonomian masyarakat,” ucap Pesta Manurung, seperti dilansir Mediadelegasi Medan dari akun YouTube Aliansi SPSB PT TPL, Kamis (8/5).

 

 

 

 

 

 

 

Sebagai informasi, Ephorus HKBP Victor Tinambunan dalam akun pribadinya di salah satu platform media sosial, baru-baru ini, menyerukan penutupan PT TPL karena selama puluhan tahun beroperasi di wilayah Tapanuli perusahaan berskala besar itu justru telah memicu berbagai bentuk krisis sosial dan bencana ekologis.

BACA JUGA:  Manusia Timah & Badut Sekadar Buat Makan

 

 

 

 

Menurut Pesta Manurung, tidak sedikit pekerja TPL adalah jemaat HKBP, sehingga merasa kecewa atas seruan itu.

 

Desakan penutupan seluruh kegiatan operasional PT TPL, lanjutnya, dipastikan tidak memberikan solusi konkret, melainkan hanya membuat ribuan orang kehilangan pekerjaan, termasuk sejumlah perusahaan yang selama ini menjadi mitra kerja PT TPL.

Seharusnya, lanjut dia, perusahaan industri ini tetap dipertahankan sebagai sektor strategis, didukung dengan regulasi yang protektif dan diberi berbagai kemudahan agar bisa bertahan di tengah persaingan pasar global.

 

Dalam kondisi seperti ini, tanpa perlindungan yang memadai disertai dukungan semua pihak termasuk masyarakat, kelangsungan usaha PT TPL sebagai perusahaan industri berorientasi ekspor hampir dapat dipastikan bakal terancam hanya dan tinggal menunggu waktu untuk benar-benar lumpuh.

BACA JUGA:  KADIN dan Pemprov Sumut Bersinergi: Investasi dan Industri Halal Jadi Fokus Utama

Oleh karena itu, pihaknya menyatakan tidak sependapat dengan berbagai tudingan miring maupun seruan penutupan PT TPL, seperti yang disampaikan Ephorus HKBP Victor Tinambunan.

 

“Mengingat kontribusi sosial perusahaan yang signifikan melalui program CSR kepada masyarakat di sekitar wilayah operasional, ada baiknya agar pernyataan tersebut dapat ditinjau kembali atau dikaji secara lebih adil dan menyeluruh,” tuturnya.

 

Ephorus sebagai pemimpin tertinggi dalam konteks gereja HKPB, menurut Pesta Manurung, sah-sah saja menyampaikan saran dan kritik terhadap PT TPL jika ada hal-hal yang dianggap merugikan masyarakat di Tanah Batak.

Namun, kata dia, penyampaian saran maupun kritik tersebut lebih tepat dibahas dalam forum dialog terbuka dengan melibatkan pemerintah, PT TPL dan segenap pemangku kepentingan lainnya. D|Red

 

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

 

Satu tanggapan untuk “Pekerja PT TPL Tolak Seruan Ephorus HKBP Soal Penutupan Perusahaan”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kadis SDABMBK Khairul Azmi Dorong Drainase Lebih Optimal, 1.047 Meter U-Ditch Dibangun di Gaperta
DLH Kota Medan: Pengadaan Alat Berat Rp11,4 Miliar Sesuai Aturan LKPP, Tidak Ada Pembelian Buldoser Rp479 Juta
CEGAH GANGGUAN KAMTIB, LPKA MEDAN GELAR RAZIA GABUNGAN
Namanya Dicatut Irhamsadani Rambe dalam Isu Seleksi KPID, KAMMI Sumut: Ketua yang Sah Hanya Hasan Basri!
BEM UMN Al-Washliyah Tagih Tindak Lanjut Bea Cukai soal Dugaan Monza Ilegal
Gelar Muswil ke III, Syamsuri Terpilih Jadi Ketua IKA UT Medan Periode 2026-2031
Dua Kepala Lingkungan di Medan Ditangkap Terkait Narkoba, Satu Bawa 600 Butir Ekstasi
Inspektorat Kota Medan Bungkus Rapi Temuan BPK
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 17:31 WIB

Kadis SDABMBK Khairul Azmi Dorong Drainase Lebih Optimal, 1.047 Meter U-Ditch Dibangun di Gaperta

Rabu, 23 September 2026 - 16:45 WIB

DLH Kota Medan: Pengadaan Alat Berat Rp11,4 Miliar Sesuai Aturan LKPP, Tidak Ada Pembelian Buldoser Rp479 Juta

Sabtu, 19 September 2026 - 19:11 WIB

CEGAH GANGGUAN KAMTIB, LPKA MEDAN GELAR RAZIA GABUNGAN

Rabu, 16 September 2026 - 16:11 WIB

Namanya Dicatut Irhamsadani Rambe dalam Isu Seleksi KPID, KAMMI Sumut: Ketua yang Sah Hanya Hasan Basri!

Selasa, 15 September 2026 - 14:31 WIB

BEM UMN Al-Washliyah Tagih Tindak Lanjut Bea Cukai soal Dugaan Monza Ilegal

Berita Terbaru