PEMANDANGAN prihatin ketika Uba Pasaribu dari Yayasan Peduli Pemulung Sejahtera (YPPS) menyambangi gubuk pengasingan sang istri Ilham, di Jl YP Hijau, Gg Bambu Lk V, Kelurahan Labuhan Deli, Medan Marelan. Ilham terpaksa memasung istrinya di gubuk reyot pengasingan.
Sungguh mulia dan patut dipuji kesetiaan Ilham, 45 tahun, merawat isterinya yang depresi, meski dalam segala keterbatasan, namun Ilham tetap setia.
Ayah delapan anak ini harus menghadapi situasi himpitan ekonomi dan tinggal di gubuk reyot seadanya. “Terkadang kami tak makan, maklum sebagai nelayan aku cuma dapat limapuluh ribu perhari itu yang saya bagi untuk keluarga,” katanya.
Cerita Ilham, istrinya sudah lama depresi dan sudah pernah dia bawa berobat ke rumah sakit jiwa, namun seminggu kemudian mereka dipulangkan ke rumah.
“Aku tak ngerti lagi pak, keadaan kami sekarang, jika pasang air laut terpaksa saya tambah dengan ‘ban dalam mobil’ ini agar semakin tinggi, jika air laut naik bisalah isteri dan anak-anakku nyaman,” katanya.
Ilham menyebut, dia sangat menyayangi isterinya. “Tapi bagaimanalah mau ku buat, jika saya tinggal di rumah kalau lagi kambuh depresinya mau membahayakan orang, jalan satu satunya terpaksa kami pasung dan kami rantai kakinya,” uangkapnya.
Uba Pasaribu meminta di tengah keterbatasan pemerintah ada masyarakat melakukan kerja gotong-royong membantu keluarga ini. D|Red






