“Namun, mendeteksi virus bukan berarti virus tersebut berbahaya. Risiko yang sebenarnya bergantung pada faktor ekologi dan aktivitas manusia, seperti seberapa sering manusia berinteraksi dengan satwa liar yang terinfeksi,” kata Takada.
Oleh karena itu, para ilmuwan menekankan pentingnya memperluas pemahaman tentang keragaman virus di wilayah-wilayah yang kurang diteliti. Dengan demikian, sistem peringatan dini dapat diperkuat dan penilaian risiko yang lebih berbasis bukti terhadap virus-virus yang layak mendapat perhatian lebih dapat dilakukan.
Penemuan BRZ batCoV menjadi pengingat bahwa ancaman virus baru selalu ada dan dapat muncul dari wilayah mana pun di dunia. Investasi dalam penelitian dan pemantauan satwa liar sangat penting untuk mencegah pandemi di masa depan.
Selain itu, kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga jarak aman dari satwa liar juga perlu ditingkatkan. Interaksi yang terlalu dekat dengan satwa liar dapat meningkatkan risiko penularan virus dari hewan ke manusia. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.






