Pihaknya mengimbau kepada warga di Taput dan sekitarnya agar tidak terpancing isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenaran dan sumbernya.
“Silahkan terus akses informasi dari BMKG atau sosial media BMKG,” kata Dwikorita.
Sebagaimana diketahui, bencana gempabumi yang melanda Taput, turut dirasakan sejumlah warga Kabupaten Dairi, khususnya di Kecamatan Sidikalang.
Getaran gempa tersebut dilaporkan berlansung sekitar lima menit dan sempat membuat sejumlah warga di ibu kota Kabupaten Dairi itu panik dan berusaha menyelamatkan diri dengan keluar rumah.
Hingga sampai saat ini belum diketahui secara pasti apakah di Dairi ada bangunan atau fasilitas umum lainnya yang rusak akibat peristiwa fenomena alam itu.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Taput, Tumbur Hutabarat menyatakan bahwa gempa susulan yang terjadi tidak menimbulkan kerusakan baru.
“Jumlah kerusakan bangunan masih di angka 846 unit. Walau hasil pendataan sudah mencapai 1.941 unit, itu tambahan yang hanya mengalami kerusakan tidak parah,” kata Tumbur. D|Red-04