Israel Jadi Negara Paling Aktif Terlibat Peperangan di Tahun 2025, Serang Setidaknya Enam Negara

Israel menjadi negara paling aktif di dunia yang terlibat peperangan fisik sepanjang tahun 2025 ini. Foto: Ist.

Iran membalas dengan ratusan rudal balistik terhadap kota-kota Israel. Menurut perhitungan ACLED, Israel melancarkan setidaknya 379 serangan udara atau drone di 28 dari 31 provinsi Iran selama periode tersebut.

4. Suriah:

Israel melancarkan lebih dari 200 serangan terhadap Suriah, sebagian besar terkonsentrasi di Provinsi Quneitra, Deraa, dan Damaskus.

Bacaan Lainnya

Israel sebenarnya telah menyerang Suriah sejak beberapa tahun lalu, namun tahun 2025 menjadi lebih intensif. Negara Yahudi itu berusaha mencari pembenaran atas tindakannya dengan mengklaim menghancurkan instalasi militer Iran.

Sejak jatuhnya pemerintahan Bashar Al Assad pada Desember 2024, Israel mengklaim berupaya mencegah senjata jatuh ke tangan ekstremis.

Pada 16 Juli, Israel menyerang markas Kementerian Pertahanan Suriah dan lokasi di dekat istana presiden di Damaskus, yang secara dramatis meningkatkan front militer lain di kawasan tersebut.

5. Yaman:

Selama setahun terakhir, Israel melancarkan setidaknya 48 serangan terhadap kelompok Houthi di Yaman. Negara ini termasuk yang terjauh dari Iran, sekitar 1.200 km.

Pada 28 Agustus 2025, serangan udara Israel menargetkan lokasi pertemuan pemerintah Houthi di Ibu Kota Sanaa, menewaskan Perdana Menteri Houthi Ahmed Al Rahawi dan beberapa pejabat senior lainnya.

Israel juga menargetkan infrastruktur yang dikendalikan Houthi di Yaman, termasuk bandara internasional Sanaa, pelabuhan Hodeidah, dan beberapa pembangkit listrik.

Pada 6 Mei 2025, Amerika Serikat dan Houthi menyepakati gencatan senjata. Namun, ini tidak berlaku dengan Israel yang tetap menjadi target serangan kelompok tersebut sebagai bentuk solidaritas terhadap Gaza.

6. Qatar:

Israel menyerang Ibu Kota Doha, Qatar, pada 9 September. Targetnya adalah lokasi pertemuan pimpinan Hamas yang membahas gencatan senjata Gaza.

Serangan itu terjadi di daerah Laguna Teluk Barat, lokasi kantor-kantor kedutaan besar asing, sekolah, supermarket, dan perumahan yang dihuni warga Qatar serta warga asing.

Serangan itu menewaskan enam orang, termasuk putra pemimpin senior Hamas Khalil Al Hayya, direktur kantor Al Hayya, tiga pengawal, dan seorang petugas keamanan Qatar. Namun, para pemimpin Hamas dilaporkan selamat dari serangan tersebut.

Setelah serangan Israel, Presiden AS Donald Trump menandatangani instruksi presiden yang memberikan jaminan keamanan terhadap Qatar jika diserang kembali.

7. Perairan Malta, Tunisia, dan Yunani:

Pada 2025, sejumlah armada kebebasan internasional berlayar menuju Gaza dengan tujuan memberikan bantuan kepada warga Gaza.

Saat bersiap berlayar ke Gaza pada 2 Mei, kapal Conscience, yang dioperasikan oleh Freedom Flotilla Coalition, diserang dua kali oleh drone bersenjata, berjarak hanya 26 km dari pantai Malta. Serangan itu memicu kebakaran dan menyebabkan empat orang luka, termasuk luka bakar dan luka robek.

Pada 9 September, Armada Global Sumud Flotilla yang menuju Gaza juga diserang oleh drone di pelabuhan Sidi Bou Said, Tunisia, menyebabkan kebakaran. Namun semua penumpang dan kru selamat.

Kemudian pada 24 September, Israel menyerang penyelenggara armada tersebut hingga terjadi ledakan akibat beberapa serangan drone di lepas pantai Yunani.

Keterlibatan Israel dalam berbagai konflik bersenjata sepanjang tahun 2025 telah menimbulkan kekhawatiran global dan memicu kecaman dari berbagai pihak. Upaya untuk mencapai perdamaian dan stabilitas di kawasan tersebut. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGE NEWS.

Pos terkait