Kadisdik Sumut Sikapi Ancaman Kehidupan Berbangsa

Kadisdik Sumut Sikapi Persoalan Mengancam Kehidupan Berbangsa
Dr H Asren Nasution MA, Kadisdik Sumut (lima kiri) bersama pimpinan MUI, PGI, Keuskupan Agung Medan, WALUBI, PHDI, MATAKIN dan Anggota Komisi E DPRD Sumut berfoto bersama usai penandatanganan MoU dalam dialog dan Coffe Morning, Kamis (5/1), di Medan. Foto: D|dok-disdiksu

Bukan Sekadar Mata Pelajaran

Politisi senior Berlian Muchtar SE MSi menyambut baik program strategis Kadisdik Sumut Asren Nasution.

“Menurut saya langkah dan upaya ini yang terbaik,  membangun karakter pelajar Pancasila yang harus menyentuh anak usia dini dengan melibatkan semua lembaga agama resmi yang ditunjuk pemerintah,” katanya kepada Mediadelegasi, saat dimintai komentar usai mengikuti Coffe Morning bersama Pimpinan Majelis-Majelis Agama Sumatera Utara di Disdik Sumut itu.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, merujuk Undang-Undang Sisdiknas, cukup banyak hal yang membuat masyarakat harus lebih berani di Sumut ini. “Maksud saya, membentuk pelajar Pancasila tak cukup memadakan mata pelajaran Pancasila di sekolah. Implementasi Pancasila di semua sektor, perlu wujud nyata dari yang diajarkan guru kepada muridnya di sekolah terimplementasikan di sekitar sekolah dan di rumah para pelajar,” terangnya.

Terobosan Baru

Sementara Dr Ansari Yamamah MA, akademisi UIN Sumut Medan yang juga Founder Transitif Learning Society (TLS) ini mengatakan kegiatan dan program melibatkan pimpinan majelis-majelis agama dalam meningkatkan mutu pendidikan di Sumut merupakan sebuah terobosan baru yang dilakukan Kadis pendidikan Sumut, Asren Nasution.

BACA JUGA: Kadisdik Sumut Asren Nasution Sambut Hangat Ratas KMDT

“Ini sebuah langkah yang patut mendulang apresiasi  dan semoga ini dapat menjadi contoh bagi provinsi lain,” harapnya.

Terlebih lagi, jelas Ansari, materi dialog berkaitan penguatan dan penanaman nilai-nilai Pancasila bagi pelajar dalam menyahuti program Menteri Pendidikan dengan profil pelajar Pancasila.

Selama ini, sebut Ansari Yamamah yang didaulat sebagai moderator dialog itu, majelis-majelis agama identik dengan kerja-kerja kerukunan, terlebih ketika ada riak-riak konflik berbau keagamaan di tengah masyarakat yang juga menjadi ancaman kehidupan berbangsa.

“Ya… selama ini majelis-majelis agama sepertinya terkanalisasi dengan isu-isu intoleran. Tapi hari ini, Kadisdik Sumut melibatkan tokoh antar-agama menjadi pemain sentral untuk membangun dan melahirkan pelajar-pelajar yang berjiwa Pancasila,” paparnya. D|Red-06

Pos terkait