Medan Siaga Satu Sampah! Pemkot Tambah Armada dan Shift Petugas

Senin, 15 Desember 2025 - 13:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Medan, Rico Waas (Foto:Ist)

Wali Kota Medan, Rico Waas (Foto:Ist)

Medan-Mediadelegasi : Kota Medan kini tengah menghadapi tantangan berat dalam pengelolaan sampah pasca banjir besar yang melanda wilayah tersebut. Wali Kota Medan, Rico Waas, mengungkapkan bahwa jumlah produksi sampah di Kota Medan melonjak drastis pasca banjir, mencapai angka yang mencengangkan, yaitu 6.000 ton per hari. Jumlah ini meningkat signifikan dibandingkan dengan kondisi normal, di mana produksi sampah harian hanya berkisar 1.500 ton.

“Jadi saya sampaikan kemarin kalau normal sampah 1.500 ton per hari, ini bisa 5.000 bahkan pernah 6.000 ton,” ujar Rico saat diwawancarai pada hari Selasa (9/12/2025).

Menurut Rico, lonjakan volume sampah ini disebabkan oleh banyaknya perabotan rumah tangga milik warga yang mengalami kerusakan parah akibat banjir. Akibatnya, barang-barang tersebut tidak lagi layak digunakan dan dibuang, sehingga menambah volume sampah harian secara signifikan.

“Sampah ini kenapa dia meluap, karena memang banyak kerusakan di rumah-rumah warga. Jadi barang-barang apakah spring bed, sofa, lemari, kursi banyak yang terendam rusak itu yang banyak terbuang dan itu menjadi limpahan sampah yang banyak,” jelasnya.

BACA JUGA:  Ganda Sitorus Ditemukan Tak Bernyawa

Rico mengakui bahwa kondisi ini menyebabkan petugas pengangkut sampah kewalahan. Untuk mengatasi masalah ini, Pemerintah Kota Medan telah mengambil langkah-langkah strategis, termasuk menambah jumlah shift petugas pengangkut sampah.

“Itulah yang menyebabkan rolling dari petugas-petugas kita ataupun shift kita tambahkan, kita perbanyak, biasanya trip itu 1 sampai 2 kali per harinya, ini bahkan kemarin untuk Helvetia saja bisa 27 trip lebih. Jadi kita coba perbanyak, kita lakukan intervensi. Mudah-mudahan bisa segera teratasi,” tambahnya.

Selain fokus pada penanganan sampah, Rico juga menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Medan berupaya untuk melakukan penanggulangan banjir hingga ke proses pemulihan. Pihaknya juga berkoordinasi dengan Kementerian Sosial untuk memberikan santunan kepada korban jiwa akibat banjir.

“Bantuan korban jiwa sedang kami usahakan. Kami sudah berkoordinasi dengan Kemensos. Jadi kami juga komunikasikan, karena ada juga kondisinya yang meninggal karena genset kemarin kita ada laporannya. Ini kami komunikasikan ke Kemensos bagaimana nanti penyelesaian untuk korban-korban banjir ini,” pungkasnya.

Pemerintah Kota Medan terus berupaya untuk mengatasi lonjakan sampah ini dengan berbagai cara, termasuk menambah armada pengangkut sampah dan meningkatkan efisiensi pengangkutan. Selain itu, pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk memilah sampah sebelum dibuang, sehingga memudahkan proses pengolahan sampah.

BACA JUGA:  Masyarakat Perlu Diedukasi Dukung Revalidasi Geopark Kaldera Toba

Namun, tantangan yang dihadapi tidaklah mudah. Volume sampah yang sangat besar membutuhkan penanganan yang cepat dan efektif. Pemerintah Kota Medan berharap agar masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi produksi sampah.

Selain itu, Pemerintah Kota Medan juga berencana untuk membangun fasilitas pengolahan sampah modern yang dapat mengubah sampah menjadi energi atau produk bernilai ekonomis lainnya. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.

Dengan kerja keras dan dukungan dari semua pihak, diharapkan Kota Medan dapat mengatasi masalah sampah pasca banjir ini dan membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih baik di masa depan.D|Red.

 

 

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Desak Rudy RZ Dipindah ke Nusakambangan, DPW FPM Sumut Akan Gelar Aksi di Ditjenpas
Nobar di Kesawan, Kursi untuk Wali Kota, Aspal untuk Warga Jadi Sorotan Publik
Farid Wajdi: Wakil Rakyat Tak Boleh Antikritik, Demokrasi Hidup dari Pengawasan Publik
5 Zodiak Paling Hoki 29 Juni 2026: Karier Melesat, Keuangan Makin Menggembirakan
Anggota DPR RI Turun Tangan Atasi Polemik Universitas Darma Agung: LLDIKTI Jangan Tunduk ke Yayasan
Oknum Polisi Nekat Tabrak Mobil Warga di Medan, Diduga Dipicu Cemburu Asmara
Berhasil Diburu Sejak Sebulan Lebih, Begal yang Masuk DPO Akhirnya Ditangkap di Minimarket
Usai Penjelasan Pemko, Anggaran Air Mineral Rp1,1 Miliar Masih Diperdebatkan
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 11:08 WIB

Desak Rudy RZ Dipindah ke Nusakambangan, DPW FPM Sumut Akan Gelar Aksi di Ditjenpas

Senin, 29 Juni 2026 - 11:04 WIB

Nobar di Kesawan, Kursi untuk Wali Kota, Aspal untuk Warga Jadi Sorotan Publik

Senin, 29 Juni 2026 - 10:55 WIB

Farid Wajdi: Wakil Rakyat Tak Boleh Antikritik, Demokrasi Hidup dari Pengawasan Publik

Senin, 29 Juni 2026 - 10:43 WIB

5 Zodiak Paling Hoki 29 Juni 2026: Karier Melesat, Keuangan Makin Menggembirakan

Minggu, 28 Juni 2026 - 16:47 WIB

Anggota DPR RI Turun Tangan Atasi Polemik Universitas Darma Agung: LLDIKTI Jangan Tunduk ke Yayasan

Berita Terbaru

Bupati Langkat Syah Afandin Di OTT KPK. (Foto:Ist)

Jakarta

Bupati Langkat Syah Afandin Di OTT KPK

Jumat, 3 Jul 2026 - 09:17 WIB