KAI Gerak Cepat Pulihkan Jalur Kereta Api Terdampak Bencana di Sumatera, Mobilitas Masyarakat dan Logistik Kembali Lancar

Senin, 22 Desember 2025 - 13:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perbaikan Jalur Kereta Api Terdampak Bencana di Sumatera. Foto: Ist.

Perbaikan Jalur Kereta Api Terdampak Bencana di Sumatera. Foto: Ist.

Medan-Mediadelegasi: PT Kereta Api Indonesia (Persero) menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat dengan bergerak cepat memulihkan prasarana perkeretaapian yang terdampak bencana di wilayah Sumatera. Dalam waktu lima hari atau 5×24 jam, KAI bekerja keras memperbaiki jalur secara intensif agar mobilitas masyarakat dan distribusi logistik tetap berjalan di tengah terbatasnya akses transportasi darat.

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menjelaskan bahwa bencana tersebut menyebabkan gangguan prasarana di 13 titik pada tiga lintas utama, yaitu jalur Pelabuhan–Medan, Medan–Binjai, dan Tebing Tinggi. Peristiwa yang terjadi pada Jumat, 28 November 2025, ini langsung ditangani sejak hari pertama dengan mengerahkan personel, alat berat, serta melakukan rekayasa teknis di lapangan.

“Meskipun kondisi lapangan sangat berat akibat curah hujan tinggi dan akses yang terbatas, tim KAI tetap bekerja tanpa henti sejak hari pertama. Kami berupaya semaksimal mungkin untuk segera memulihkan fasilitas publik agar jalur kereta api kembali berfungsi dan dapat melayani masyarakat,” ujar Bobby.

BACA JUGA:  Presiden Prabowo Pimpin Sidang Kabinet Paripurna, Bahas Penanganan Bencana dan Persiapan Nataru

KAI memprioritaskan asesmen menyeluruh dan penanganan darurat di sejumlah titik kritis pada tahap awal. Walaupun belum seluruh jalur dapat dilalui secara normal, operasional perjalanan dan distribusi logistik mulai dijalankan secara bertahap sejak H+1 hingga akhirnya seluruh jalur kembali beroperasi normal dalam waktu 5×24 jam.

Hasil evaluasi di lapangan menunjukkan bahwa gangguan yang terjadi berupa genangan banjir, longsoran tanah, dan gogosan akibat tergerus aliran air. Penanganan dilakukan secara bertahap sesuai dengan karakter kerusakan, dengan waktu pemulihan yang bervariasi, mulai dari kurang dari 24 jam hingga maksimal lima hari.

Bobby Rasyidin menilai bahwa percepatan pemulihan jalur ini memberikan dampak yang besar bagi masyarakat, terutama saat sejumlah akses jalan darat masih tertutup atau belum pulih sepenuhnya. “Kereta api menjadi salah satu moda transportasi yang dapat diandalkan masyarakat untuk tetap beraktivitas sekaligus menopang distribusi logistik,” jelasnya.

BACA JUGA:  Seleksi Wawancara PVN Batch 3 Berlangsung 10–15 Juli 2026, Ini Ketentuannya

Selain itu, KAI juga meningkatkan kapasitas angkutan BBM untuk menjaga pasokan energi. Frekuensi perjalanan kereta BBM dinaikkan dari dua menjadi empat kali per hari, dengan volume angkutan meningkat dari rata-rata 1.428 kiloliter per hari menjadi sekitar 1.632 kiloliter per hari.

KAI Logistik juga turut mendukung pemerintah dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan secara gratis menggunakan moda kereta api yang terintegrasi dengan transportasi laut dan darat menuju wilayah Aceh. KAI akan terus berkolaborasi dengan pemerintah dalam percepatan pemulihan pascabencana, memastikan jalur perkeretaapian siap mendukung distribusi logistik dan mobilitas masyarakat. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Febrie Adriansyah Didakwa Peras Rp55 Miliar dari Tan Kian Agar Tak Jadi Tersangka Jiwasraya
KPK Panggil Eks Bupati Tapsel & Madina, 15 Saksi Diperiksa Pengembangan Korupsi Jalan Sumut
Gibran Buka Suara: Kuliah S1 di Singapura Bukti Telah Lulus Pendidikan Sebelumnya
Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Bawa Putusan MK soal Tak Ada Bukti Ijazah Setara SMA
KPK Masih Tunggu Nusron Wahid Hadir, 8 Tersangka Kasus Suap HGB Bogor Sudah Ditetapkan
Pakar Hukum: MK Tetap dalam Koridor Kewenangan, Alihkan Masalah Gibran ke Jalur Pemakzulan
Kabut Asap Kembali Selimuti Pekanbaru, PC PMII Desak Pemerintah Perkuat Langkah Konkret dan Penanganan Sumber Asap
Prabowo Hadiri Penyerahan Rp13,2 Triliun & 259.230 Hektare Hutan Satgas PKH di Kejagung
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:07 WIB

Febrie Adriansyah Didakwa Peras Rp55 Miliar dari Tan Kian Agar Tak Jadi Tersangka Jiwasraya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:15 WIB

KPK Panggil Eks Bupati Tapsel & Madina, 15 Saksi Diperiksa Pengembangan Korupsi Jalan Sumut

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:45 WIB

Gibran Buka Suara: Kuliah S1 di Singapura Bukti Telah Lulus Pendidikan Sebelumnya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:53 WIB

KPK Masih Tunggu Nusron Wahid Hadir, 8 Tersangka Kasus Suap HGB Bogor Sudah Ditetapkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:01 WIB

Pakar Hukum: MK Tetap dalam Koridor Kewenangan, Alihkan Masalah Gibran ke Jalur Pemakzulan

Berita Terbaru