“Pembangunan rumah ibadah ini membentuk siswa Polri seutuhnya yang menjunjung toleransi. Karena SDM Polri di SPN Hinai untuk Indonesia bukan untuk siapa-siapa. Dari sini muncul SDM yang bertoleran,” katanya.
Martuani mengungkapkan, dirinya sengaja mendirikan gereja di berhadapan dengan rumah mesjid. Di mana, kedua rumah ibadah itu posisinya di halaman depan SPN Hinai Poldasu.
“Siapapun yang datang langsung melihat situasi yang harmoni dan toleran serta menjadi spirit untuk anggota dan masyarakat,” ungkapnya sembari menambahkan dibangunnya Gereja Oikumene berhadapan dengan Masjid Al Fathonah di SPN Hinai menunjukan kebhinekaan.
“Untuk itu saya mengajak seluruh personil, siswa bintara maupun masyarakat untuk beribadah dengan keyakinan masing-masing. Tanpa ada menjelekan, menyinggung dan menginterfensi agama lain. Itulah maknanya gereja ini dibangun di depan halaman,” pungkas jenderal bintang dua tersebut.D|Lgkt-red