Kasus Ijazah Palsu Jokowi: Penyidikan Dimulai!

Jumat, 11 Juli 2025 - 16:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polda Metro Jaya resmi meningkatkan status penyelidikan ke penyidikan terkait laporan Presiden Joko Widodo (Jokowi) atas tuduhan ijazah palsu. (Foto : Ist.)

Polda Metro Jaya resmi meningkatkan status penyelidikan ke penyidikan terkait laporan Presiden Joko Widodo (Jokowi) atas tuduhan ijazah palsu. (Foto : Ist.)

Jakarta-Mediadelegasi : Polda Metro Jaya resmi meningkatkan status penyelidikan ke penyidikan terkait laporan Presiden Joko Widodo (Jokowi) atas tuduhan ijazah palsu. Hal ini dikonfirmasi oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi, Jumat (11/7/2025). Keputusan ini diambil setelah gelar perkara yang dilakukan pada Kamis (10/7/2025) menemukan adanya dugaan peristiwa pidana.

Gelar perkara tersebut melibatkan enam laporan polisi yang ditangani Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Ade Ary menjelaskan bahwa dari hasil analisis terhadap laporan pertama, yang diajukan oleh Ir. HJW, ditemukan cukup bukti untuk melanjutkan proses hukum ke tahap penyidikan. Identitas pelapor lainnya belum dibeberkan secara detail oleh pihak kepolisian.

 

Jokowi sebelumnya melaporkan lima orang dengan inisial RS, ES, RS, T, dan K atas dugaan pencemaran nama baik dan fitnah terkait isu ijazah palsu. Laporan tersebut diajukan pada bulan April lalu, dan kini telah mencapai babak baru dengan peningkatan status kasus.

 

Kuasa hukum Jokowi, Yakup Hasibuan, sebelumnya telah merinci pasal-pasal yang disangkakan kepada para terlapor. Pasal tersebut meliputi Pasal 310 dan 311 KUHP tentang pencemaran nama baik dan fitnah, serta beberapa pasal dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), yaitu Pasal 27A, 32, dan 35.

 

Penyidik Polda Metro Jaya kini akan fokus pada pengumpulan bukti dan keterangan lebih lanjut untuk memperkuat dakwaan. Proses penyidikan ini diprediksi akan memakan waktu cukup lama, mengingat kompleksitas kasus dan jumlah terlapor.

 

Publik menantikan perkembangan selanjutnya dari kasus ini, yang menyita perhatian luas karena melibatkan tokoh penting nasional. Transparansi dalam proses hukum menjadi hal krusial agar kepercayaan publik tetap terjaga.

 

Pihak kepolisian belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai jadwal pemeriksaan para terlapor. Namun, dipastikan proses hukum akan terus berjalan sesuai prosedur yang berlaku.

 

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya bijak dalam menggunakan media sosial dan menyebarkan informasi, terutama yang berpotensi mencemarkan nama baik orang lain. Hukuman yang tercantum dalam pasal-pasal yang disangkakan cukup berat, sehingga diharapkan dapat menjadi efek jera bagi pihak-pihak yang terbukti bersalah. D|Red.

 

Baca  artikel menarik lainnya dari mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.
BACA JUGA:  Roy Suryo dan Tim Hukum Desak Polda Metro Jaya Periksa Langsung Jokowi Terkait Kasus Ijazah Palsu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jampidsus Febrie Adriansyah Dikabarkan Mundur
Surat Rahasia Kejagung Bocor: Soroti Kasus Pejabat, Pegawai Kejaksaan Dilarang Komentar Soal Perkara
Bupati Langkat Syah Afandin Di OTT KPK
Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax
Nama Raffi Ahmad Terseret Dalam Kasus Dugaan Suap Importasi Barang di Bea Cukai
​Kurs Rupiah Terpuruk di Angka Rp18.000, Hasto Kristiyanto Kritik Keras Manajemen Pemerintahan
Tuntut Kepastian Operasional, Investor Dapur SPPG di Wilayah 3T Geruduk Kantor BGN
Rupiah Hancur! Tembus Rp18.175 per Dolar AS
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 00:15 WIB

Jampidsus Febrie Adriansyah Dikabarkan Mundur

Kamis, 9 Juli 2026 - 23:19 WIB

Surat Rahasia Kejagung Bocor: Soroti Kasus Pejabat, Pegawai Kejaksaan Dilarang Komentar Soal Perkara

Jumat, 3 Juli 2026 - 09:17 WIB

Bupati Langkat Syah Afandin Di OTT KPK

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:47 WIB

Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:03 WIB

Nama Raffi Ahmad Terseret Dalam Kasus Dugaan Suap Importasi Barang di Bea Cukai

Berita Terbaru

Gempa bumi M6,1 mengguncang Nias Selatan, Sumatera Utara (Sumut), Selasa (18/8/2026), pukul 13.02 WIB. Foto: BMKG.

Kabupaten Nias Selatan

Gempa M 6,1 Guncang Nias Selatan Sumut, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Selasa, 18 Agu 2026 - 14:59 WIB