Medan-Mediadelegasi: Kasus tewasnya Nanda Patriot Harahap, Kamis 25 Agustus 2022 lalu diduga akibat kecelakaan di gawang futsal Madrasah Aliyah Negeri (MAN)2 Model Medan masih misterius.
Pasalnya, hingga Kamis (1/9), peristiwa ini belum ditangani polisi, dan Kepala MAN2 Model Medan di Jl William Iskandar/Jl Pancing Medan Estate itu benar-benar menutup diri.
Kapolsek Percut Seituan Kompol Agus Setiawan menjawab konfirmasi Mediadelegasi, Kamis (1/9), belum menangani kasus itu. Agus Setiawan pun meminta Kepala MAN2 Model Medan untuk membuka diri atas kejadian meninggalnya Nanda Patriot Harahap.
BACA JUGA: IPNU Sumut Minta Copot Kepala MAN 2 Model Medan
Kapolsek berjanji segera berkordinasi dengan Kepala MAN2 Model Medan Wuri Tamtama Abdi SPdI MPd untuk merilis perkara tersebut.
Sebelumnya, Kepala MAN2 Model Medan Wuri Tamtama Abdi SPdI MPd yang dikonfirmasi Mediadelegasi terkesan panik, sehingga seketika memblokir nomor WhatsApp wartawan yang melayangkan pertanyaan konfirmasi kepadanya.
Sebagaimana dikabarkan media, seorang siswa MAN 2 Model yang berlokasi di kawasan Jalan Willem Iskandar atau Jalan Pancing, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang, Sumatera, meninggal setelah kecelakaan di sekolah.
Siswa kelas XII IPA 5 bernama Nanda Patriot Harahap meninggal pada Kamis, 25 Agustus 2022 lalu di RS Haji Medan, tiga hari setelah peristiwa di gawang futsal.
Menurut informasi di lingkungan sekolah, peristiwa yang masih misterius merenggut nyawa remaja berusia 17 tahun itu bermula pada Senin, 22 Agustus 2022 pada saat berlangsung jam pelajaran.
Pada saat itu, karena ruang kelas panas, guru yang masuk ke kelas XII IPA 5 mengajak para siswa belajar di luar kelas, persisnya di pentas kreasi.
Lalu, di tengah berlangsungnya pelajaran, ternyata Nanda luput dari pantauan guru, ia malah bermain sambil bergelantungan di gawang futsal portabel.
Tapi naas, saat mau turun, kakinya tersangkut di jaring gawang hingga jatuh terjerembab di lantai dengan posisi kepala ke bawah.
Bersamaan dengan itu, besi gawang juga jatuh dan menimpa kepala bagian belakang hingga menyebabkan korban seketika tak sadarkan diri.
Korban dilarikan ke RS Haji yang tak jauh dari sekolah hingga dirawat selama tiga hari, namun korban tak juga sadarkan diri hingga akhirnya menghembuskan nafas terakhir.
Sayangnya, peristiwa yang merenggut nyawa putra Drs Hamsar Harahap MPd yang belakangan diketahui, juga sebagai guru ekonomi di madrasah itu, tak terpublikasi. Diduga kuat pihak sekolah sengaja menutup masalah ini rapat-rapat.
Desak Copot
Peristiwa penuh misteri ini sempat mengundang desakan pencopotan Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Model Medan, Wuri Tamtama Abdi SPdI MPd.
Desakan itu datang dari M Fikri Ali Pulungan, Bendahara Pengurus Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PW IPNU) Sumatera Utara. Dia meminta Kepala Kanwil Kemenag Sumut mengevaluasi jajarannya.
“Sekolah seharusnya menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi anak didik di bawah pengawasan ekstra pengelola sekolah mulai dari kepala sekolah, guru dan penjaga. Namun kasus meninggalnya siswa tersebut jadi preseden buruk sehingga perlu dievaluasi,” kata Fikri, Selasa (30/8) lalu.
Dia juga menyayangkan kenapa kasus ini terkesan ditutupi dan tidak ada penjelasan dari pihak sekolah. “Polsek Percut Sei Tuan agar serius menangani permasalahan ini, serta mengusut kejadiannya sehingga ada titik terang, bila perlu pihak yang bertanggungjawab dikenai sanksi hukum,” tegas untuk kasus yang masih misterius itu. D|Med-55
Berita ini telah berhasil dikonfirmasi kepada pihak MAN 2 Model Medan. BERIKUT LINKNYA: Hamsar Harahap Ikhlaskan Kepergian Nanda Patriot







[…] BACA JUGA: Kasus Tewasnya Siswa MAN2 Model Masih Misterius […]