Kaum Difabel Curhat Medan Kota “Pinomat” Ramah Difabel

Kaum Difabel Curhat Medan Kota "Pinomat" Ramah Difabel

“Misalnya, saya mau ke kampus USU kuliah terus ada relawan yang bantuin. Itu contoh pelayanannya di kampus. Saya ingin kalau bisa ada Unit Layanan Disabilitas (ULD) di kampus-kampus,” ujar Merly.

Menanggapi hal itu, Hasan Basri Sagala mengatakan, kota modern adalah kota yang ramah terhadap kelompok disabilitas. Ia menilai, di luar negeri sudah menerapkannya dan mesti dicontoh oleh Sumut.

“Saya kira Sumut, terutama Medan, harus bisa mengarah ke sana. Karena bagaimanapun, semua warga negara harus bisa terlayani dan mereka mendapatkan akses yang layak,” ucap Hasan.

Hasan mengaku senang bisa berinteraksi dengan kelompok disabilitas yang ada di Sumut. Menurutnya, dengan diskusi tersebut ia bisa mendapatkan informasi tentang keluhan teman-teman disabilitas.

Menurut Hasan, tidak boleh ada perbedaan pelayanan antara disabilitas dan non disabilitas. Keduanya kata Hasan, merupakan warga negara yang mesti diperhatikan kenyamanan dan pelayanannya.

“Saya dan Ayahanda Edy Rahmayadi berkomitmen akan memperhatikan saudara-saudara kita ini. Apa lagi saya dapat info dari mereka, bahwa di Sumut belum ramah terhadap saudara-saudara disabilitas kita,” katanya. D|Red-06

Pos terkait