Batubara-Mediadelegasi: Peristiwa kecelakaan bus pariwisata terjadi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), tepatnya di Desa Sukaraja, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batubara, Sumatera Utara, Senin (23/3/2026). Insiden ini sempat menggegerkan pengguna jalan karena kendaraan besar tersebut terguling hingga masuk ke saluran irigasi di pinggir jalan.
Kronologi Kecelakaan Bus Pariwisata Jalinsum
Kejadian bermula saat bus melaju dari arah Medan menuju Rantau Prapat. Saat tiba di lokasi yang merupakan jalur menikung, kendaraan diduga kehilangan kendali dan mulai oleng ke sisi kiri jalan.
Dalam hitungan detik, bus tersebut menghantam pagar jembatan yang berada di tepi jalan. Benturan keras itu membuat kendaraan tidak lagi stabil hingga akhirnya terguling dan terperosok ke dalam saluran irigasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Beruntung, saat kejadian bus tidak sedang membawa penumpang. Hanya sopir dan seorang kenek yang berada di dalam kendaraan, sehingga potensi korban jiwa dapat dihindari.
Meski demikian, kedua awak bus dilaporkan mengalami luka ringan akibat benturan. Mereka langsung dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan terdekat.
Kondisi bus yang terguling di lokasi sempit membuat proses evakuasi berlangsung cukup sulit. Petugas harus mengerahkan dua unit truk derek untuk mengangkat badan kendaraan dari saluran irigasi.
Baca Juga : https://mediadelegasi.id/insentif-mbg-rp6-juta-viral-tuai-polemik-publik/
Proses evakuasi tersebut memakan waktu cukup lama karena posisi bus yang tidak stabil serta kondisi jalan yang sempit dan padat kendaraan. Hal ini berdampak langsung pada arus lalu lintas di Jalinsum.
Kemacetan panjang pun tak terhindarkan. Antrean kendaraan dilaporkan mengular hingga beberapa kilometer dari titik kejadian, baik dari arah Medan maupun sebaliknya.
Untuk mengurai kepadatan, petugas kepolisian memberlakukan sistem buka tutup arus lalu lintas. Pengendara diminta bersabar dan mengikuti arahan petugas di lapangan.
Selain itu, petugas juga melakukan pengamanan di sekitar lokasi guna mencegah terjadinya kecelakaan lanjutan akibat jalan licin atau sisa material dari insiden tersebut.
Hingga saat ini, penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan. Dugaan sementara mengarah pada faktor kelalaian pengemudi atau kondisi jalan yang menikung tajam.
Pihak kepolisian setempat belum memberikan keterangan resmi terkait hasil penyelidikan. Namun, masyarakat diimbau untuk tetap berhati-hati saat melintas di jalur tersebut.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi para pengemudi, khususnya kendaraan besar, agar lebih waspada saat melintasi jalur rawan kecelakaan. Keselamatan di jalan harus tetap menjadi prioritas utama demi menghindari kejadian serupa di masa mendatang. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.












