Kematian Luis David Hutabarat Picu Amuk Massa, Dua Mess dan Pos PT Agrinas Regional I Labura Dibakar

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu fasilitas milik PT Agrinas Palma Regional I yang dilalap api akibat amarah warga, menyusul kabar meninggalnya Luis David Hutabarat yang diduga menjadi korban penganiayaan. Foto: GS

Salah satu fasilitas milik PT Agrinas Palma Regional I yang dilalap api akibat amarah warga, menyusul kabar meninggalnya Luis David Hutabarat yang diduga menjadi korban penganiayaan. Foto: GS

Labura-Mediadelegasi: Amarah warga memuncak setelah beredarnya kabar kematian Luis David Hutabarat yang diduga menjadi korban penganiayaan di areal PT Agrinas Palma Regional I, Desa Sukarame, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Selasa (16/6/2026).

Luapan emosi warga berujung pada aksi pembakaran sejumlah fasilitas perusahaan. Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media di lokasi, sedikitnya dua unit mess dan satu pos perusahaan dilaporkan hangus terbakar.

Aksi tersebut diduga dipicu oleh meninggalnya Luis David Hutabarat yang sebelumnya disebut mengalami tindak kekerasan. Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari pihak keluarga dan kuasa hukum korban, Luis diduga sempat ditabrak menggunakan sepeda motor sebelum kemudian mengalami pengeroyokan oleh sejumlah orang saat dalam perjalanan pulang dari ladang bersama seorang rekannya bernama Joni.

Seorang warga yang berada di lokasi kejadian dan meminta identitasnya dirahasiakan membenarkan terjadinya aksi pembakaran tersebut. Menurutnya, kemarahan warga tidak terbendung setelah mendengar kabar meninggalnya korban.

BACA JUGA:  Respons Cepat Polisi! Barak Diduga Tempat Penyalahgunaan Narkoba di Aek Kanopan Timur Dibongkar dan Dibakar

“Warga marah setelah mengetahui David meninggal dunia. Aksi pembakaran ini dipicu rasa kecewa dan emosi masyarakat atas peristiwa yang terjadi,” ujarnya kepada wartawan.

Ia menambahkan, kematian korban telah menimbulkan keresahan sekaligus kemarahan di tengah masyarakat. Situasi yang awalnya hanya berupa kerumunan warga kemudian berkembang menjadi aksi perusakan dan pembakaran terhadap sejumlah fasilitas perusahaan.

“Warga menuntut kejelasan dan proses hukum yang transparan terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam kematian korban,” katanya.

Hingga malam hari, aparat kepolisian bersama unsur keamanan lainnya masih berjaga di sekitar lokasi guna mengantisipasi meluasnya aksi massa dan menjaga situasi tetap kondusif.

Belum diketahui secara pasti besaran kerugian akibat peristiwa pembakaran tersebut. Pihak PT Agrinas Palma Regional I juga belum memberikan keterangan resmi terkait insiden yang terjadi.

BACA JUGA:  Kasus Kematian LD Hutabarat Diduga Dianiaya: Polisi dan Subdenpom Dalami Keterlibatan Oknum TNI di Labura

Sementara itu, masyarakat berharap aparat penegak hukum dapat mengusut tuntas penyebab kematian Luis David Hutabarat serta menindaklanjuti peristiwa pembakaran yang terjadi setelahnya.

Warga juga meminta seluruh proses hukum dilakukan secara transparan dan profesional guna menghindari munculnya spekulasi maupun potensi konflik berkepanjangan di tengah masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian, TNI, maupun manajemen PT Agrinas Palma Regional I belum memberikan pernyataan resmi terkait dugaan penganiayaan yang menyebabkan meninggalnya korban maupun aksi pembakaran yang terjadi pasca-insiden tersebut. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS

Penulis : GS

Editor : Alan

Sumber Berita: Biro Labuhan Batu Utara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jalan Berlubang di Depan DPRD Labura Diperbaiki, Ketua DPRD : Penanganan Sementara Respons Aspirasi Masyarakat
School of Politik IMM, Ketua KNPI Labura : Ubah Cara Pandang, Politik adalah Jalan Membangun Daerah
SPBU Damuli Pekan Milik Keluarga Anggota DPRD Labura Telah Disanksi PT Pertamina Patra Niaga
SPBU Damuli Pekan yang Viral disebut Milik Keluarga Anggota DPRD. Aparat diminta Bertindak
Diduga Gunakan Tangki Modifikasi, Mobil Isi Solar Subsidi Nyaris Rp1 Juta di SPBU Damuli Pekan Labura
Terminal Aek Kanopan Dipadati Warga, Nobar Piala Dunia 2026 Bersama PAN Labura Berlangsung Meriah
DPD PAN Labura Konsisten Gelar Jumat Berkah, Ahmad Fauzi: Wakil Rakyat Harus Hadir untuk Masyarakat
Konflik Agraria Kembali Mencuat! Aksi Penghijauan Warga Diwarnai Penolakan dari Kelompok yang disebut dari PT Tor Ganda
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 15:00 WIB

Jalan Berlubang di Depan DPRD Labura Diperbaiki, Ketua DPRD : Penanganan Sementara Respons Aspirasi Masyarakat

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 10:29 WIB

School of Politik IMM, Ketua KNPI Labura : Ubah Cara Pandang, Politik adalah Jalan Membangun Daerah

Selasa, 28 Juli 2026 - 19:40 WIB

SPBU Damuli Pekan Milik Keluarga Anggota DPRD Labura Telah Disanksi PT Pertamina Patra Niaga

Jumat, 24 Juli 2026 - 12:34 WIB

SPBU Damuli Pekan yang Viral disebut Milik Keluarga Anggota DPRD. Aparat diminta Bertindak

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:54 WIB

Diduga Gunakan Tangki Modifikasi, Mobil Isi Solar Subsidi Nyaris Rp1 Juta di SPBU Damuli Pekan Labura

Berita Terbaru