Jakarta-Mediadelegasi : Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) memaparkan kinerja gemilang sepanjang tahun 2025. Hingga triwulan III, realisasi investasi sektor ekraf berhasil menembus angka Rp132 triliun, atau setara dengan 97% dari target tahun ini yang sebesar Rp136,3 triliun.
Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, mengungkapkan bahwa capaian tersebut memberikan kontribusi sekitar 9% terhadap total realisasi investasi nasional. Ia juga menegaskan bahwa investasi ini berasal dari dana riil yang masuk ke Indonesia, bukan sekadar komitmen kerja sama atau nota kesepahaman (MoU).
“Dan ini menunjukkan bahwa pihak internasional, pihak asing, terutama juga dari swasta asing juga semakin tertarik dan percaya sektor ekraf Indonesia sebagai mitra bisnis mereka,” ujar Teuku dalam acara Ekraf Annual Report (EAR) 2025 di Jakarta.
Selain investasi, kinerja ekspor produk ekraf Indonesia juga mencatatkan hasil yang menggembirakan. Hingga triwulan III 2025, nilai ekspor mencapai US$26,68 miliar atau sekitar Rp442,8 triliun.
Teuku menjelaskan bahwa nilai ekspor periode ini sudah berhasil mencapai target tahun ini, bahkan menjadi yang terbesar dalam lima tahun terakhir.
“Pada Oktober 2025, ini baru diserahkan secara langsung datanya oleh BPS minggu lalu, itu telah mencapai 101% dari target atau sejumlah 19,96% dari total ekspor non-migas. Dan ini tertinggi dalam 5 tahun,” katanya.
Dari sisi tenaga kerja, sektor ekraf juga menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Jumlah tenaga kerja ekraf mencapai 27,4 juta orang, atau 107% dari target 25,5 juta tenaga kerja pada 2025. Teuku menambahkan bahwa mayoritas pekerja ekraf berasal dari kelompok usia di bawah 40 tahun.






