Medan-Mediadelegasi: Insiden keracunan yang terjadi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) menuai reaksi keras dari berbagai pihak. Di tengah upaya mencari penyebab pasti dan solusi untuk mencegah kejadian serupa, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, justru melontarkan pernyataan kontroversial dengan menyalahkan petani.
Dalam keterangannya, Dadan Hindayana menyatakan bahwa insiden keracunan tersebut disebabkan oleh praktik pertanian yang tidak tepat, di mana petani terlalu banyak memberikan nitrogen pada tanaman. Akibatnya, hasil panen mengandung kadar zat kimia yang berbahaya dan menyebabkan keracunan pada peserta program MBG.
Pernyataan Dadan Hindayana ini sontak menuai kecaman dari berbagai kalangan, terutama dari para petani dan organisasi pertanian. Mereka menilai bahwa pernyataan tersebut tidak berdasar dan cenderung menyudutkan petani sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas insiden tersebut.
Ketua Asosiasi Petani Indonesia (API), mengungkapkan kekecewaannya atas pernyataan Kepala BGN tersebut. Menurutnya, petani selalu berupaya untuk menghasilkan produk pertanian yang berkualitas dan aman bagi konsumen. Namun, faktor-faktor lain seperti penggunaan pestisida yang tidak tepat atau proses pengolahan yang kurang higienis juga dapat menjadi penyebab keracunan.
“Kami sangat menyayangkan pernyataan Kepala BGN yang menyalahkan petani. Kami selalu berusaha untuk menghasilkan produk pertanian yang terbaik, tapi kami juga membutuhkan dukungan dari pemerintah dalam hal pelatihan, teknologi, dan pengawasan,” ujarnya.
Sementara itu, pengamat kebijakan publik menilai bahwa pernyataan Kepala BGN tersebut tidak etis dan tidak bertanggung jawab. Seharusnya, sebagai pejabat publik, Dadan Hindayana lebih berhati-hati dalam memberikan pernyataan dan tidak menyalahkan pihak tertentu tanpa adanya bukti yang kuat.






