Konflik Thailand-Kamboja Memanas, Korban Tewas dari Sipil Terus Bertambah

Rabu, 17 Desember 2025 - 11:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Korban Jiwa Perang Thailand Vs Kamboja Terus Berjatuhan. Foto: Ist.

Korban Jiwa Perang Thailand Vs Kamboja Terus Berjatuhan. Foto: Ist.

Medan-Mediadelegasi: Jumlah korban tewas dan luka akibat konflik bersenjata antara Thailand dan Kamboja terus bertambah. Hingga hari ke-10 pertempuran, Rabu (17/12/2025), kedua negara melaporkan peningkatan signifikan pada korban sipil.

Thailand melaporkan 16 korban tewas di kalangan warga sipil, sedangkan Kamboja menyebutkan 17 korban. Angka tersebut belum termasuk personel militer dari kedua pihak yang sepertinya dirahasiakan, sehingga jumlah korban secara keseluruhan diperkirakan jauh lebih tinggi.

Juru Bicara Kementerian Pertahanan Thailand, Surasant Kongsiri, mengatakan bahwa Kamboja terus melancarkan serangan menggunakan roket-roket BM-21 ke beberapa daerah di Thailand.

Dia menjelaskan bahwa Kamboja menembakkan ratusan roket BM-21 ke Hill 677 dan pintu perbatasan Chong An Ma, Provinsi Ubon Ratchathani, pada hari Selasa pukul 07.00. Selain itu, Kamboja juga menembakkan artileri berat ke Hill 350, menargetkan Candi Prasat Ta Khwai, titik konflik utama di Provinsi Surin.

BACA JUGA:  Perang Blokade Memanas: AS Tutup Selat Hormuz, Iran Balas dengan Larangan Serupa

“Kami tidak akan berhenti membalas dan mengusir penjajah Kamboja dari tanah Thailand,” kata Surasant, seperti dikutip dari The Nation, Rabu (17/12/2025). Pernyataan ini menunjukkan bahwa Thailand akan terus melakukan tindakan balasan terhadap serangan Kamboja.

Surasant menambahkan bahwa kematian 16 warga sipil Thailand disebabkan secara langsung atau tidak langsung oleh pertempuran. Satu orang terkena pecahan peluru dari roket, dan 15 lainnya meninggal karena kecelakaan lalu lintas terkait bentrokan perbatasan atau sakit. Korban tidak bisa mendapatkan akses perawatan medis karena terjebak pertempuran di daerah tersebut.

Sementara itu, Kamboja melaporkan 17 korban tewas dari warga sipil. Juru Bicara Kementerian Pertahanan Kamboja, Maly Socheata, mengatakan bahwa hingga Rabu pagi, Thailand terus melancarkan serangan terhadap Kamboja.

Sejak serangan militer pada 7 Desember, 17 warga Kamboja meninggal, termasuk seorang bayi, dan total 77 lainnya luka-luka. Dia menuduh Thailand menggunakan semua jenis senjata berat, termasuk jet tempur F-16, peluncur roket DTI 2, drone, bom cluster, gas beracun, serta pengerahan pasukan dalam jumlah berlebihan untuk menyerang wilayah Kamboja.

BACA JUGA:  Gempa M 6,7 Guncang Jepang Timur Laut, Peringatan Tsunami Dikeluarkan

Menurut Maly, serangan itu merupakan pelanggaran nyata terhadap Piagam PBB, Piagam ASEAN, dan prinsip-prinsip dasar hukum internasional. Dia juga mendesak militer Thailand menghentikan semua tindakan agresi, menghentikan penyebaran disinformasi, menghentikan serangan tanpa pandang bulu, terutama terhadap warga yang tidak bersalah dan infrastruktur sipil.

Konflik yang terus berlanjut ini menimbulkan kekhawatiran akan stabilitas kawasan dan mendesak kedua belah pihak untuk segera mencari solusi damai melalui dialog dan negosiasi. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ride for Rations 2026 Singapura – Kluang, Johor: Malaysia Jadi Pusat Bersepeda Asia
Prabowo Jelaskan Program Makan Bergizi Gratis di Forum Ekonomi Timur Rusia: Pembangunan Harus Dirasakan Seluruh Rakyat
Putin Sebut Indonesia Mitra Kunci Rusia di Asia-Pasifik, Jamu Prabowo di Vladivostok
Prabowo Tiba di Rusia, Jadi Tamu Kehormatan Utama Forum EEF 2026
Raja Norwegia Harald V Wafat di Usia 89 Tahun, Berakhir Perjalanan Panjang Sang Pemimpin Monarki
Ratko Mladic, Jenderal Pembantai Muslim Bosnia Meninggal di Penjara Usai Divonis Seumur Hidup
Banjir Bandang Nepal-Tibet Tewaskan 150 Orang, Ratusan Wisatawan Asing Hilang
24 Agustus 2006: Pluto Resmi Dihapus dari Daftar Planet Tata Surya, Sejarah yang Masih Memicu Perdebatan
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 17:06 WIB

Ride for Rations 2026 Singapura – Kluang, Johor: Malaysia Jadi Pusat Bersepeda Asia

Kamis, 3 September 2026 - 15:11 WIB

Prabowo Jelaskan Program Makan Bergizi Gratis di Forum Ekonomi Timur Rusia: Pembangunan Harus Dirasakan Seluruh Rakyat

Kamis, 3 September 2026 - 11:50 WIB

Putin Sebut Indonesia Mitra Kunci Rusia di Asia-Pasifik, Jamu Prabowo di Vladivostok

Rabu, 2 September 2026 - 12:03 WIB

Prabowo Tiba di Rusia, Jadi Tamu Kehormatan Utama Forum EEF 2026

Jumat, 28 Agustus 2026 - 15:21 WIB

Raja Norwegia Harald V Wafat di Usia 89 Tahun, Berakhir Perjalanan Panjang Sang Pemimpin Monarki

Berita Terbaru

Foto: Dok. Mediadelegasi.

Kabupaten Deli Serdang

Belum Lupa Kasus Karo, Kini Dapur MBG Klambir Lima Dekat Kandang Ayam

Selasa, 6 Okt 2026 - 16:08 WIB