Florestimur-Mediadelegasi: Gunung Lewotobi Laki-laki yang terletak di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, kembali menunjukkan aktivitas vulkanisnya dengan meletus pada Sabtu pagi, 6 Juni 2026. Peristiwa erupsi ini memuntahkan kolom abu vulkanis yang menjulang tinggi hingga mencapai 1.500 meter di atas puncak gunung, atau setara dengan ketinggian sekitar 3.084 meter di atas permukaan laut. Aktivitas ini kembali mengingatkan masyarakat sekitar akan potensi bahaya yang mengintai dari gunung berapi yang masih berstatus waspada.
Berdasarkan laporan resmi yang dirilis oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), letusan tersebut tercatat terjadi tepat pada pukul 07.11 WITA. Saat peristiwa itu terjadi, status aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki masih ditetapkan pada Level III atau Siaga, yang berarti gunung berapi sedang menunjukkan peningkatan aktivitas di atas tingkat normal dan berpotensi menimbulkan ancaman bagi masyarakat di sekitarnya.
Pemantauan visual yang dilakukan petugas pengamat gunung api menunjukkan karakteristik khusus dari letusan kali ini. Kolom abu yang dimuntahkan berwarna kelabu dengan intensitas yang cukup tebal. Kondisi angin saat kejadian membawa aliran abu tersebut bergerak dan mengarah condong ke arah Barat dan Barat Laut, sehingga wilayah di sektor tersebut perlu lebih mewaspadai dampak jatuhnya material vulkanik halus.
“Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat dan barat laut. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 44,4 mm dan durasi ± 2 menit 12 detik. Erupsi disertai gemuruh lemah,” tulis pernyataan lengkap dari PVMBG yang dikutip pada hari yang sama, menjelaskan data teknis dan fenomena alam yang menyertai letusan tersebut.
Secara teknis, aktivitas ini terekam jelas oleh alat pemantau seismik di pos pengamatan. Amplitudo seismik mencapai angka 44,4 milimeter yang berlangsung selama lebih dari dua menit. Suara gemuruh lemah juga terdengar hingga ke pemukiman warga, menjadi tanda nyata bahwa terdapat pergerakan magma dan gas di dalam perut bumi yang didorong keluar melalui lubang kepundan aktif gunung tersebut.
Erupsi pagi ini menjadi satu dari rangkaian aktivitas vulkanis yang terus dipantau ketat oleh petugas Pos Pengamatan Gunung Api Lewotobi Laki-laki. Selama beberapa waktu terakhir, intensitas aktivitas gunung ini tercatat berfluktuasi, kadang menurun namun kerap kembali meningkat tajam seperti yang terjadi hari ini, menandakan bahwa sistem kegunungapian di kawasan ini masih sangat dinamis dan belum stabil sepenuhnya.
Menyikapi letusan yang berulang ini, PVMBG kembali mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh masyarakat maupun wisatawan yang berada di wilayah Flores Timur. Semua pihak diminta untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di sekitar kawasan kawah aktif, mengingat risiko letusan mendadak, lontaran batu pijar, serta aliran material vulkanik yang bisa terjadi kapan saja tanpa peringatan dini yang panjang.
Batas aman yang ditetapkan otoritas adalah radius sejauh lima kilometer dari pusat kawah atau pusat erupsi. Warga yang tinggal atau beraktivitas di dalam lingkaran jarak tersebut sangat diharapkan untuk segera menjauh atau tetap berada di tempat aman yang telah ditentukan. Hal ini dilakukan guna menghindari risiko bahaya fisik akibat lontaran material padat vulkanis maupun dampak dari aktivitas lanjutan yang mungkin terjadi pascaerupsi utama.
Selain bahaya langsung dari letusan, pihak berwenang juga mengingatkan potensi bencana ikutan yang tak kalah berbahaya, yakni banjir lahar hujan. Risiko ini sangat tinggi apabila turun hujan dengan intensitas lebat atau cukup tinggi di kawasan sekitar tubuh gunung. Air hujan yang turun akan bercampur dengan tumpukan material abu, pasir, dan kerikil vulkanik di lereng, lalu mengalir deras ke bawah membawa daya rusak besar.
Daerah-daerah yang menjadi prioritas peningkatan kewaspadaan terhadap ancaman lahar ini meliputi wilayah Desa Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, hingga Nawakote. Seluruh wilayah ini terletak di sepanjang alur sungai yang berhulu langsung dari puncak Gunung Lewotobi Laki-laki, sehingga menjadi jalur alami aliran lahar saat curah hujan tinggi terjadi.
Sementara itu, bagi warga yang terdampak langsung jatuhnya abu vulkanik hasil letusan pagi ini, PVMBG menyarankan langkah perlindungan diri. Masyarakat diimbau untuk rutin menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut saat beraktivitas di luar ruangan. Langkah ini penting untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan, iritasi mata, maupun masalah kesehatan lain akibat masuknya serbuan halus material vulkanik ke dalam tubuh.
Di akhir imbauannya, PVMBG dan pemerintah daerah setempat kembali menegaskan agar warga tetap tenang namun waspada. Masyarakat diminta untuk tidak terpancing kepanikan berlebihan, namun tetap patuh dan mengikuti setiap arahan, instruksi, maupun peringatan dini yang disampaikan oleh pemerintah daerah serta petugas pemantau bencana yang bertugas di lapangan demi keselamatan bersama. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS







