Koperasi Arga Do Bona Ni Pinasa Gelar Berbagai Acara

Rabu, 12 Oktober 2022 - 22:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Pengurus Koperasi Arga Do Bona Ni Pinasa saat memberikan penjelasan seputar rangkaian kegiatan yang akan digelar pada peringatan Hari Ulos Nasional 2022, dalam sesi wawancara podcast yang dipandu Robin Turnip (kiri) di studio MediadelegasiTV Medan, Rabu (12/11). Foto: Limbong

Pengurus Koperasi Arga Do Bona Ni Pinasa saat memberikan penjelasan seputar rangkaian kegiatan yang akan digelar pada peringatan Hari Ulos Nasional 2022, dalam sesi wawancara podcast yang dipandu Robin Turnip (kiri) di studio MediadelegasiTV Medan, Rabu (12/11). Foto: Limbong

Medan-Mediadelegasi: Koperasi Arga Do Bona Ni Pinasa telah menyiapkan berbagai acara dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Ulos Nasional VII di Medan pada 17 Oktober 2022.

“Koperasi Arga Do Bona Ni Pinasa telah menyiapkan berbagai acara untuk menyemarakkan Hari Ulos Nasional tahun 2022,” kata ketua panitia Lamsiang Sitompul dalam wawancara podcast menyongsong peringatan Hari Ulos Nasional Tahun 2022, di studio MediadelegasiTV Medan, Rabu (12/10).

Dalam sesi wawancara yang dipandu jurnalis MediadelegasiTV Robin Turnip tersebut turut hadir narasumber lain, yakni pemerhati ulos asal Kota Medan Nelly Sihite serta unsur pimpinan pengurus Koperasi Arga Do Bona Ni Pinasa atau Koperasi APB yang diketuai Erika Rosdiana Panjaitan, ketua pengawas Tarida Lumbantobing dan wakil ketua Meriwati Hutapea.

Lamsiang memaparkan, momentum peringatan Hari Ulos Nasional tersebut akan digelar di area Pusat Industri Kecil (PIK) Jalan Raya Menteng Medan pada 17 Oktober 2022 mulai pukul 09.00 WIB.

Rangkaian peringatan Hari Ulos Nasional 2022 diawali dengan parade ulos, tarian yang dirangkai dengan Huling-huling Acca atau teka teki khas masyarakat Batak Toba, pameran ulos, lomba fashion show dan lomba melukis bertema Hari Ulos Nasional 2022.

Pada acara tersebut turut digelar diskusi kelompok terarah atau Focus Group Discussion (FGD) dengan topik bahasan seputar Hari Ulos Nasional, peluncuran market place Koperasi Pengusaha Ulos Arga Do Bona Ni Pinasa dan diakhiri dengan penyerahan donasi untuk warga korban gempa di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput).

Ia menambahkan, Koperasi Arga Do Bona Ni Pinasa dalam acara memperingati Hari Ulos Nasional 2022 mengusung tema ‘Ulos Pengikat Persaudaraan’.

“Khusus dalam konteks peringatan Hari Ulos Nasional tahun ini, kami mendorong Pemerintah agar ulos bisa dimasukkan dalam pembahasan warisan tak benda oleh UNESCO,” ucap Lamsiang.

BACA JUGA:  Pengeroyokan 2 Anggota Polisi, 7 dari 17 Pelaku Positif Narkoba

Menurut pemerhati ulos Nelly Sihite, kain tenun Ulos berperan penting dalam kehidupan masyarakat Batak, sejak bayi di dalam kandungan sampai meninggal dunia maupun untuk upacara adat.

“Bahkan, ulos kini telah pula menjadi alat diplomasi budaya yang diberikan oleh masyarakat Batak kepada para tamu terhormat di luar Suku Batak,” katanya.

Bagi para leluhur orang Batak, menurut dia, memberikan ulos memiliki makna filosofis memberikan kehidupan dan “kehangatan” bagi tubuh, karena orang Batak terdahulu hidup di dataran tinggi dengan temperatur yang sangat dingin.

“Sehingga rasa hangat pada masa itu menjadi sesuatu yang sangat dibutuhkan untuk tetap hidup,” ucap dia.

Karena itu, lanjut Nelly, ulos sebagai Warisan Budaya Tak Benda yang ditetapkan Pemerintah RI pada 17 Oktober 2014 juga layak dimasukkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh UNESCO.

Ia juga menekankan bahwa budaya Batak dan ulos adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan.

“Pada semua rangkaian acara adat istiadat orang Batak, dipastikan akan menyertakan ulos di dalamnya.
Karenanya, penggunaan ulos beserta makna dan filosofi yang tersirat dalam masing-masing motif maupun warnanya perlu dipahami secara utuh oleh generasi penerus Suku Batak,” ujarnya.

Produk kreatif
Sementara itu, Ketua Koperasi Arga Do Bona Ni Pinasa Erika Rosdiana Panjaitan, berharap peringatan Hari Ulos Nasional tahun 2022 dapat dijadikan momentum bagi masyarakat dan kalangan generasi muda di Indonesia agar lebih menghargai dan menggunakan ulos sebagai produk kreatif yang mendunia.

Khusus dalam upaya lebih meningkatkan kegiatan usaha ulos, pihaknya menyarankan kepada instansi pemerintah terkait agar dapat memfasilitasi komplek Pusat Industri Kecil (PIK) Menteng sebagai Kampung Ulos yang berfungsi sebagai sentra promosi dan pemasaran produk kerajinan ulos di Kota Medan.

BACA JUGA:  Film ‘Mengejar Cinta’ Launching di Medan

Keberadaan sentra promosi dan pemasaran ulos di Kota Medan, menurut Erika, juga akan efektif menjadi sarana edukasi bagi generasi muda dalam menambah wawasan mereka mengenai filosopi dan proses pembuatan kain tradisional khas Batak itu.

Narasumber lain dalam wawancara podcast itu, Meriwati Hutapea yang juga pemilik galeri Lamyham Songket dan ulos, mengatakan bahwa ulos dalam keyakinan leluhur orang Batak, selain ulos, matahari dan api juga adalah “sumber kehangatan”.

“Namun berbeda dengan matahari dan api, ulos sangat praktis digunakan untuk menghangatkan tubuh, dimana saja dan kapan pun juga,” paparnya.

Pada dasarnya, kata dia, ulos merupakan selembar kain berbentuk selimut yang awalnya dibuat secara tradisional dengan menggunakan alat tenun sederhana dari bahan kayu dan bambu.

“Keunikan ulos karena dibuat dengan kerajinan handmade (buatan tangan), sehingga produksinya benar-benar manual dari bahan-bahan alami dan diberi bahan pewarna alami,” ucapnya.

Senada dengan pandangan tersebut, pengurus Koperasi Arga Do Bona Ni Pinasa lainnya yaitu Tarida Tobing yang juga dikenal sebagai pengusaha IAN Ulos Medan, mengungkapkan bahwa ulos kini tidak sebatas kebanggaan domestik masyarakat Batak, semata, melainkan sudah banyak orang di luar suku Batak yang juga gemar mengenakan kain tenunan ulos.

Dikatakannya, sentuhan kreasi kain ulos telah banyak dikembangkan menjadi berbagai produk fesyen, seperti kemeja, tas dan termasuk beragam produk asesoris sehingga membuat kain dengan motif ulos ini semakin digemari masyarakat.

Meski demikian, ia menggarisbawahi bahwa unsur warna khas Batak akan tetap dipertahankan dalam sentuhan kreasi kain ulos tersebut, yaitu warna merah, putih dan hitam.

“Warna ini menjadi ciri khas yang terus melekat, sehingga kekuatan dalam ulos tetap bertahan,” ucapnya. D|Red-04

2 tanggapan untuk “Koperasi Arga Do Bona Ni Pinasa Gelar Berbagai Acara”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Istana Maimon Jadi Saksi, 23 Paguyuban Kesukuan Pertajam Komitmen Merajut Kebhinekaan Bersama FKN Sumut
USU: Belum Ditemukan Indikasi Perundungan dalam Kasus Meninggalnya Mahasiswi FIB
Kadis SDABMBK Khairul Azmi Dorong Drainase Lebih Optimal, 1.047 Meter U-Ditch Dibangun di Gaperta
DLH Kota Medan: Pengadaan Alat Berat Rp11,4 Miliar Sesuai Aturan LKPP, Tidak Ada Pembelian Buldoser Rp479 Juta
CEGAH GANGGUAN KAMTIB, LPKA MEDAN GELAR RAZIA GABUNGAN
Namanya Dicatut Irhamsadani Rambe dalam Isu Seleksi KPID, KAMMI Sumut: Ketua yang Sah Hanya Hasan Basri!
BEM UMN Al-Washliyah Tagih Tindak Lanjut Bea Cukai soal Dugaan Monza Ilegal
Gelar Muswil ke III, Syamsuri Terpilih Jadi Ketua IKA UT Medan Periode 2026-2031
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Istana Maimon Jadi Saksi, 23 Paguyuban Kesukuan Pertajam Komitmen Merajut Kebhinekaan Bersama FKN Sumut

Senin, 28 September 2026 - 17:16 WIB

USU: Belum Ditemukan Indikasi Perundungan dalam Kasus Meninggalnya Mahasiswi FIB

Jumat, 25 September 2026 - 17:31 WIB

Kadis SDABMBK Khairul Azmi Dorong Drainase Lebih Optimal, 1.047 Meter U-Ditch Dibangun di Gaperta

Rabu, 23 September 2026 - 16:45 WIB

DLH Kota Medan: Pengadaan Alat Berat Rp11,4 Miliar Sesuai Aturan LKPP, Tidak Ada Pembelian Buldoser Rp479 Juta

Sabtu, 19 September 2026 - 19:11 WIB

CEGAH GANGGUAN KAMTIB, LPKA MEDAN GELAR RAZIA GABUNGAN

Berita Terbaru