KSAD Kerahkan Jembatan Aramco untuk Hubungkan Wilayah Terdampak Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar

- Penulis

Selasa, 9 Desember 2025 - 10:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak ditunjuk menjadi komandan satgas percepatan perbaikan jembatan untuk hubungkan wilayah terdampak bencana di aceh, sumut, dan sumbar. Foto: Ist.

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak ditunjuk menjadi komandan satgas percepatan perbaikan jembatan untuk hubungkan wilayah terdampak bencana di aceh, sumut, dan sumbar. Foto: Ist.

Medan-Mediadelegasi: Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak mengumumkan rencana untuk segera mengerahkan jembatan aramco guna menghubungkan kembali wilayah-wilayah yang terisolasi akibat bencana banjir bandang di Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Keputusan ini diambil setelah berkoordinasi dengan Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, sebagai langkah cepat untuk memulihkan aksesibilitas yang terputus.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Kementerian PU untuk memanfaatkan jembatan aramco yang menggunakan struktur seperti baja, sehingga proses pemasangan akan lebih cepat. Kami akan segera mengirimkan jembatan-jembatan ini dari Jakarta, dan kami targetkan 20 titik di setiap wilayah,” ujar Jenderal Maruli dalam laporannya kepada Presiden Prabowo Subianto saat rapat di Lanud Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, pada Minggu (7/12/2025) malam.

Jenderal Maruli menjelaskan bahwa meskipun jembatan aramco tidak sebesar jembatan bailey, namun sangat efektif untuk menyambungkan akses yang terputus akibat bencana alam. “Jembatan aramco ini juga memiliki varian yang cukup besar, bahkan hingga diameter 5 meter. Namun, untuk kondisi saat ini, yang berukuran lebih kecil akan lebih praktis. Jika membutuhkan yang lebih besar, jembatan bailey akan menjadi pilihan. Kami akan memastikan keamanan dari setiap jembatan yang dipasang dengan berkoordinasi dengan Kementerian PU,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Jenderal Maruli juga menyampaikan rasa bangganya atas penunjukan dirinya sebagai komandan Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Pembangunan Jembatan oleh Presiden Prabowo. Ia berjanji akan mengerahkan seluruh personel TNI AD, khususnya dari korps Zeni, untuk mempercepat pembangunan jembatan di wilayah-wilayah yang terdampak bencana.

BACA JUGA:  Kemenhaj Berikan Relaksasi Pelunasan Haji 2026 bagi Jemaah dari Daerah Terdampak Bencana

“Saya sangat berterima kasih atas kehormatan yang diberikan untuk bertugas sebagai komandan satgas jembatan. Kami akan membuktikan kemampuan kami di sini, dan selanjutnya di seluruh Indonesia. Sekali lagi, terima kasih atas kepercayaan dan kehormatan ini,” kata Jenderal Maruli dengan penuh semangat.

Sebelumnya, Presiden Prabowo secara langsung menunjuk KSAD Jenderal Maruli sebagai komandan satgas percepatan perbaikan infrastruktur. Presiden menginstruksikan agar Jenderal Maruli segera berkoordinasi dengan Menteri PU Dody Hanggodo untuk mempercepat pembangunan jembatan bailey guna menghubungkan wilayah-wilayah yang terisolasi.

“Saya menunjuk KSAD sebagai Satgas percepatan perbaikan jembatan untuk membantu Kementerian PU dan pemerintah daerah. TNI AD memiliki banyak pasukan Zeni, pasukan konstruksi, pasukan pembangunan, dan pasukan teritorial yang dapat segera membantu,” kata Presiden Prabowo setelah meninjau pengerjaan Jembatan Bailey Teupin Mane di Kabupaten Bireuen, Aceh, pada Minggu siang.

Selama peninjauan, Presiden Prabowo berinteraksi dengan para petugas di lapangan, termasuk personel TNI dan Polri, tim teknik dari Kementerian PU, serta para relawan yang terlibat dalam upaya percepatan pemulihan. Presiden mengapresiasi kecepatan, dedikasi, dan kesiapsiagaan seluruh elemen pemerintah dalam menanggapi kerusakan infrastruktur vital tersebut.

BACA JUGA:  Tiba di Medan, KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak Disambut Hangat Gubernur Sumut

Di lokasi pembangunan jembatan, Presiden Prabowo juga menyempatkan diri untuk berdialog dengan warga yang terdampak bencana. “Setelah saya melihat langsung kondisi di lapangan, saya menilai bahwa semua instansi bekerja dengan baik. Ada sinergi yang kuat antara rakyat, pemerintah daerah, polisi, dan tentara, semuanya bekerja bersama-sama,” ujar Presiden Prabowo.

Dengan penunjukan KSAD sebagai komandan satgas dan pengerahan jembatan aramco, diharapkan proses pemulihan infrastruktur yang rusak akibat bencana banjir bandang di Aceh, Sumut, dan Sumbar dapat berjalan lebih cepat dan efektif. Hal ini akan membantu memulihkan aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat yang terdampak, serta memastikan distribusi bantuan dapat menjangkau seluruh wilayah yang membutuhkan.

Pemerintah terus berupaya untuk mengambil langkah-langkah strategis dan responsif dalam menghadapi setiap bencana yang terjadi di tanah air. Sinergi antara berbagai pihak, termasuk TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat, menjadi kunci utama dalam mempercepat proses pemulihan dan membangun kembali infrastruktur yang lebih kuat dan tahan terhadap bencana.

Semoga upaya ini dapat segera membuahkan hasil dan memberikan dampak positif bagi masyarakat yang terdampak bencana. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemerintah Lakukan Penataan MBG Selama Sebulan: Atasi Pembengkakan Titik Layanan & Jamin Keamanan Pangan
Gempa M 5,6 Guncang Tahuna, Jejak Aktivitas Tektonik Aktif Zona Cotabato Pasca Gempa Besar Filipina
Mahasiswa Jabodetabek Gelar Aksi Besar di Bundaran HI, Bawa 5 Tuntutan Kritis Pemerintah
Kejagung Sita Dokumen dan Barang Elektronik dari 6 Lokasi, Tiga Mantan Petinggi BGN Tersangka Korupsi MBG
KPK Tangkap Tangan Dua Pihak Terkait Suap di BPK, Berlanjut dari Kasus Bupati Muara Enim
KSP Dudung: Negara Belum Tentu Ganti Dana Talangan Pengusaha Dapur BGN, SK Pejabat Lama Melanggar Aturan
Empat Prajurit BAIS TNI Divonis Penjara 1,5–3 Tahun Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Dua Dipecat
Kasus Penipuan Umrah Hanania Group: Korban Capai 687 Orang, Polisi Periksa Saksi Hingga Selebgram
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:30 WIB

Pemerintah Lakukan Penataan MBG Selama Sebulan: Atasi Pembengkakan Titik Layanan & Jamin Keamanan Pangan

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:45 WIB

Gempa M 5,6 Guncang Tahuna, Jejak Aktivitas Tektonik Aktif Zona Cotabato Pasca Gempa Besar Filipina

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:10 WIB

Mahasiswa Jabodetabek Gelar Aksi Besar di Bundaran HI, Bawa 5 Tuntutan Kritis Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 - 13:55 WIB

Kejagung Sita Dokumen dan Barang Elektronik dari 6 Lokasi, Tiga Mantan Petinggi BGN Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 11 Juni 2026 - 13:20 WIB

KPK Tangkap Tangan Dua Pihak Terkait Suap di BPK, Berlanjut dari Kasus Bupati Muara Enim

Berita Terbaru