Medan-Mediadelegasi: Pertandingan terakhir Grup A Piala Dunia 2026 akan mempertemukan Afrika Selatan dan Korea Selatan dalam duel yang sangat krusial. Laga penentu nasib kedua tim ini dijadwalkan berlangsung di Stadion Monterrey, Meksiko, pada Kamis (25/6/2026) pukul 08.00 WIB, dengan satu tujuan utama: mengamankan tiket ke babak gugur.
Bagi Afrika Selatan, keikutsertaan kali ini menjadi momen istimewa sekaligus ujian berat. Tim yang dijuluki Bafana Bafana ini kembali tampil di ajang tertinggi sepak bola dunia setelah absen selama 16 tahun, sejak terakhir kali menjadi tuan rumah Piala Dunia pada tahun 2010 silam.
Sementara itu, Korea Selatan datang dengan catatan pengalaman yang jauh lebih kaya. Tim berjuluk Taegeuk Warriors ini mencatatkan rekor mengagumkan sebagai peserta Piala Dunia untuk kesebelas kali secara berturut-turut, sebuah pencapaian yang membuktikan konsistensi mereka sebagai kekuatan utama di kawasan Asia.
Perjalanan kedua tim di babak penyisihan sejauh ini menunjukkan persaingan yang sangat ketat. Afrika Selatan memulai langkahnya dengan kurang meyakinkan setelah menelan kekalahan 0-2 dari Meksiko pada laga pembuka yang digelar di Mexico City tanggal 11 Juni lalu.
Namun, Bafana Bafana berhasil bangkit dan meraih satu poin berharga saat berhadapan dengan Republik Ceko. Dalam pertandingan itu, gelandang andalan Teboho Mokoena menjadi penyelamat dengan mencetak gol lewat titik putih, sekaligus menjadi gol internasionalnya yang ke-10 sepanjang karier.
Meskipun sudah mengumpulkan poin, performa keseluruhan Afrika Selatan belum cukup memuaskan. Dalam enam pertandingan terakhir di kancah internasional, mereka belum pernah merasakan kemenangan, dengan catatan tiga kali seri dan tiga kali kalah. Kemenangan terakhir mereka tercatat pada akhir Desember lalu saat mengalahkan Zimbabwe di ajang Piala Afrika.
Rekam jejak di ajang Piala Dunia juga belum mendukung. Dari tiga keikutsertaan sebelumnya, Afrika Selatan selalu gagal melaju dan tersingkir di babak grup. Oleh karena itu, kemenangan dalam laga melawan Korea Selatan ini menjadi syarat mutlak jika ingin melangkah ke babak 32 besar.
Sebaliknya, Korea Selatan datang dengan modal yang lebih baik. Mereka memulai kampanye dengan kemenangan meyakinkan 2-1 atas Republik Ceko di Stadion Guadalajara pada 12 Juni, yang membuat posisi mereka cukup aman di awal perjalanan.
Namun, peluang finis di posisi teratas grup terhalang oleh kekalahan tipis dari Meksiko. Dalam laga tersebut, kesalahan yang dilakukan oleh kiper mereka dimanfaatkan maksimal oleh Luis Romo yang mencetak gol kelimanya untuk memastikan kemenangan tim lawan. Akibatnya, Korea Selatan hanya bisa menempati posisi tengah klasemen sementara.
Meski demikian, jalan menuju babak gugur masih terbuka lebar. Kemenangan atas Afrika Selatan dalam laga penutup ini sudah cukup untuk mengunci posisi kedua dan memastikan kelanjutan langkah mereka di turnamen ini.
Di balik konsistensi keikutsertaannya, Korea Selatan masih menghadapi tekanan dari pendukungnya. Sejak mencetak sejarah melaju ke semifinal Piala Dunia 2002 di bawah asuhan Guus Hiddink, mereka belum pernah melampaui babak 16 besar dalam lima kesempatan terakhir. Selain itu, pelatih Hong Myung-Bo kerap dikritik karena dianggap kurang matang dalam menyusun strategi dan taktik.
Situasi ini membuat laga melawan Afrika Selatan menjadi ajang pembuktian bagi pelatih dan timnya. Sementara bagi lawan, pertandingan ini adalah kesempatan emas untuk mengukir sejarah baru dan mematahkan kutukan tersingkir di babak grup. Seluruh mata penggemar sepak bola dunia pun tertuju pada Monterrey untuk menyaksikan siapa yang akan melangkah lebih jauh. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS







