Malam Penutupan Gemes ke-8: Tarian dan Seni Pertunjukan yang Mengagumkan

- Penulis

Minggu, 25 Mei 2025 - 12:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : ist. (Sumber : Dinas Kominfo Kota Medan)

Foto : ist. (Sumber : Dinas Kominfo Kota Medan)

Medan-Mediadelegasi: Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas dan Ketua TP PKK Airin Rico Waas menari Melayu bersama seluruh pengunjung dan pengisi pada malam penutupan Gelar Melayu Serumpun (Gemes) ke-8 Tahun 2025, Sabtu (24/5/2025) malam. Semangat persatuan dan kebersamaan pun merebak di halaman depan Istana Maimun yang menjadi tempat pelaksanaan acara itu.

Berbagai persembahan tarian dan seni pertunjukan menyemarakkan malam penutupan itu, antara lain tarian dari delegasi dalam dan luar negeri, tonil bangsawan, dan perpaduan apik musik tari, dan dendang. Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Sultan Deli XIV, Mahmud Aria Lamantjiji Perkasa Alam Syah.

Rico Waas mengatakan bahwa berbagai acara dalam Gemes yang berlangsung mulai 21 sampai 24 Mei 2025 ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga refleksi dari identitas, nilai, dan warisan budaya yang terus hidup berkembang di tengah masyarakat. Melalui perhelatan ini, kita telah membuktikan bahwa budaya Melayu adalah budaya yang terbuka, kuat, dan mampu menyatukan perbedaan dalam semangat persaudaraan.

Rico Waas juga mengucapkan terima kasih kepada peserta, tamu, serta panitia yang telah menyukseskan acara ini dengan semangat kebersamaan dan cinta budaya. Kepada delegasi dari negeri serumpun, ia ucapkan selamat jalan dan semoga kembali ke daerah masing-masing dengan kesan yang baik dan pengalaman yang berharga dari Medan.

BACA JUGA:  Gubernur Sumut Luncurkan Dapur SPPG Menarhanud 2/SSM untuk Mendukung Program Makan Bergizi Gratis

Kadis Pariwisata Kota Medan M. Odi Anggia Batubara menyampaikan bahwa event Gemes ke-8 Tahun 2025 ini bertujuan sebagai sarana promosi pariwisata Kota Medan baik dalam maupun luar negeri. Event Gemes ke-8 2025 juga ditetapkan sebagai salah satu dari Karya Event Nusantara (KEN) oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.

Kegiatan ini melibatkan 26 peserta delegasi yang berasal dari dalam negeri serta luar negeri yakni Malaysia, Singapura, Thailand, dan India. Selama pelaksanaan, penyelenggara juga menyediakan ruang bagi 72 UMKM ekonomi kreatif lokal Medan.

Gemes ke-8 Tahun 2025 telah sukses menampilkan berbagai kesenian dan kebudayaan Melayu, serta mempromosikan pariwisata Kota Medan. Acara ini juga telah menunjukkan semangat kebersamaan dan cinta budaya yang kuat di kalangan masyarakat.

Malam penutupan Gemes ke-8 Tahun 2025 merupakan puncak acara yang meriah dan penuh dengan kesenian dan kebudayaan Melayu. Acara ini telah menjadi ajang yang sangat penting bagi masyarakat untuk mempromosikan dan melestarikan kebudayaan Melayu.

Gemes ke-8 Tahun 2025 telah menjadi ajang yang sangat penting bagi masyarakat untuk mempromosikan dan melestarikan kebudayaan Melayu. Acara ini juga telah menunjukkan kemampuan Kota Medan sebagai tuan rumah yang baik dan ramah.

BACA JUGA:  Polsek Medan Area Tangani Kasus Pencurian

Gemes ke-8 Tahun 2025 telah mendapatkan dukungan yang sangat besar dari masyarakat. Acara ini telah menjadi ajang yang sangat penting bagi masyarakat untuk mempromosikan dan melestarikan kebudayaan Melayu.

Gemes ke-8 Tahun 2025 telah sukses menampilkan berbagai kesenian dan kebudayaan Melayu, serta mempromosikan pariwisata Kota Medan. Acara ini juga telah menunjukkan semangat kebersamaan dan cinta budaya yang kuat di kalangan masyarakat.

Gemes ke-8 Tahun 2025 telah memberikan pesan yang sangat penting bagi masyarakat untuk terus melestarikan kebudayaan Melayu dan mempromosikan pariwisata Kota Medan. Acara ini juga telah menunjukkan kemampuan Kota Medan sebagai tuan rumah yang baik dan ramah.

Malam penutupan Gemes ke-8 Tahun 2025 merupakan penutupan yang meriah dan penuh dengan kesenian dan kebudayaan Melayu. Acara ini telah menjadi ajang yang sangat penting bagi masyarakat untuk mempromosikan dan melestarikan kebudayaan Melayu.

Gemes ke-8 Tahun 2025 telah sukses menampilkan berbagai kesenian dan kebudayaan Melayu, serta mempromosikan pariwisata Kota Medan. Acara ini juga telah menunjukkan semangat kebersamaan dan cinta budaya yang kuat di kalangan masyarakat.D|Red.

<p dir=”ltr”>Baca artikel menarik lainnya dari
<strong>mediadelegasi.id</strong> di <a href=”https://news.google.com/publications/CAAqBwgKML3llwsw5I6vAw?ceid=ID:id&amp;oc=3″ target=”_blank” rel=”noopener”><strong>GOOGLE NEWS</strong></a>.</p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemko Medan Anggarkan Rp300 Juta dari APBD 2026 untuk Rehabilitasi Ruangan di Kejati Sumut
​Melihat Kebaikan di Tengah Kekurangan
Pasangan Kekasih Ditangkap Polisi, Rutin Siarkan Konten Asusila Live dari Hotel Demi Cuan Jutaan Rupiah
Benny Sinomba, “Bapak Pendidikan Medan” yang Tinggalkan Jejak Perubahan di Dunia Pendidikan
Kajati Sumut Muhibuddin Lantik Wakajati, Aspidum hingga Tujuh Kajari, Tekankan Integritas dan Nurani dalam Penegakan Hukum
DPD Ikanas Sumut 2025-2030 Dinahkodai Erwan Rozadi Nasution Resmi Dikukuhkan, Bobby Nasution Beri Apresiasi
Diduga Melakukan Kelalaian Medis Dalam Operasi Pasien, dr RD Disomasi dan Dilaporkan ke Polda Sumut
LLDIKTI 1 Terus Menjadi Sorotan: Beberapa Paket Pengadaan Internal Terasa Janggal
Tag :

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 13:15 WIB

Pemko Medan Anggarkan Rp300 Juta dari APBD 2026 untuk Rehabilitasi Ruangan di Kejati Sumut

Minggu, 17 Mei 2026 - 09:31 WIB

​Melihat Kebaikan di Tengah Kekurangan

Sabtu, 16 Mei 2026 - 15:34 WIB

Pasangan Kekasih Ditangkap Polisi, Rutin Siarkan Konten Asusila Live dari Hotel Demi Cuan Jutaan Rupiah

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:03 WIB

Benny Sinomba, “Bapak Pendidikan Medan” yang Tinggalkan Jejak Perubahan di Dunia Pendidikan

Selasa, 5 Mei 2026 - 18:17 WIB

Kajati Sumut Muhibuddin Lantik Wakajati, Aspidum hingga Tujuh Kajari, Tekankan Integritas dan Nurani dalam Penegakan Hukum

Berita Terbaru