5. Krisis Ruang Ganti dan Hubungan dengan Pemain: Xabi Alonso dikenal sebagai pelatih yang sangat intensif dalam hal taktik dan analisis, sebuah pendekatan yang sangat berbeda dengan gaya santai yang diterapkan oleh pendahulunya, Carlo Ancelotti. Hubungan dengan Vinicius Junior, salah satu pemain kunci tim, sempat memanas, terutama saat Vinicius menolak untuk diganti dalam pertandingan El Clasico.
Ketegangan di ruang ganti, kritik terhadap keputusan untuk tidak memberikan kesempatan bermain kepada pemain muda seperti Arda Guler dan Franco Mastantuono, hingga kurangnya dukungan dari para pemain senior, semakin mempercepat proses kepergian Xabi Alonso dari Real Madrid.
Pemecatan Xabi Alonso mencerminkan kombinasi dari kelima faktor tersebut: hasil yang mengecewakan, gaya permainan yang tidak konsisten, kekurangan pemain pengatur tempo, masalah dalam membangun serangan, dan krisis internal yang terjadi di ruang ganti pemain.
Real Madrid kini menunjuk Alvaro Arbeloa, mantan pemain klub yang juga memiliki pengalaman melatih di tim junior, sebagai pelatih pengganti untuk menghadapi sisa musim La Liga dan kompetisi lainnya.
Keputusan cepat ini menegaskan standar tinggi yang diterapkan oleh klub raksasa Spanyol tersebut, yang selalu menuntut performa konsisten dan gaya bermain atraktif di setiap pertandingan. Xabi Alonso pun harus meninggalkan Madrid lebih cepat dari yang banyak diperkirakan, meninggalkan catatan singkat namun penuh kontroversi dalam sejarah klub. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGE NEWS.






