Menteri Imigrasi Copot Kalapas yang Diduga Paksa Napi Muslim Makan Daging Anjing

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Enemawira, Kepulauan Sangihe, Chandra Sudarto dinonaktifkan usai memaksa warga binaan beragama Islam untuk memakan daging anjing. Foto: Ist.

Medan-Mediadelegasi: Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Agus Andrianto, angkat bicara terkait kasus Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Enemawira di Sulawesi Utara yang diduga memaksa warga binaan Muslim untuk makan daging anjing. Agus memastikan bahwa pihaknya telah mengambil langkah tegas sejak informasi tersebut diterima beberapa hari lalu.

Menurut Agus, pihaknya langsung mencopot CS, kepala lapas yang bersangkutan, begitu laporan masuk sekitar empat hari sebelumnya. Tindakan ini menunjukkan keseriusan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam menanggapi dugaan pelanggaran yang terjadi di lingkungan lapas.

“Sudah kami copot, sudah kita proses sejak dapat informasi sekitar 4 hari lalu,” kata Agus kepada wartawan, Rabu (3/12/2025). Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menolerir segala bentuk tindakan yang melanggar prinsip penghormatan terhadap keyakinan warga binaan.

Agus mengatakan bahwa pihaknya kini tengah memeriksa CS secara internal untuk mengetahui alasan di balik tindakannya tersebut. Dari keterangan awal, peristiwa itu diduga terjadi saat sebuah acara ulang tahun di lingkungan lapas. Namun, Agus menegaskan bahwa alasan apa pun tidak bisa membenarkan tindakan yang melanggar prinsip penghormatan terhadap keyakinan warga binaan.

“Ini lagi kita periksa alasannya mereka sedang pesta ulang tahun, intinya kita tidak menolerir hal-hal seperti itu,” ucap dia. Ia menambahkan bahwa pihaknya akan menindak tegas siapa pun yang terbukti bersalah dalam kasus ini.

Agus menyebut bahwa proses etik masih berjalan. Pihaknya lebih dulu mencopot CS untuk memastikan pemeriksaan berjalan objektif. Langkah lanjutan akan diambil setelah hasil sidang etik yang saat ini tengah bergulir di Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan keluar.

“Kita copot dulu lah baru 4 hari,” tandas dia. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan bertindak transparan dan akuntabel dalam menangani kasus ini.

Pos terkait