Kemudian Meryl menyebutkan bahwa Judi online bisa diakses semua orang tanpa batas untuk anak-anak usia sekolah, kaum muda, hingga kalangan tua dengan sekali klik melalui smartphonenya.
“Awal bermain mereka akan disuguhkan kemenangan lalu kemudian kecanduan. Kalau sudah candu ini bahaya. Banyak fenomena di mana sekadar untuk mengisi saldo di akun situsnya, mereka bisa jual-jualan. Bandar yang menang banyak,” ungkap Meryl Saragih.
“Mengamati fenomena di berbagai daerah dan desa Saya melihat hal ini bisa berdampak terhadap kriminalitas. Kalau mau men-depo lagi gak punya uang kemudian sudah kecanduan kan bisa saja mereka melakukan tindak kriminal,” imbuhnya.
BACA JUGA: Polisi Gerebek Lokasi Judi Online di Warung WW Cemara Asri
Terakhir Meryl menyampaikan bahwa revolusi industri tidak bisa dibendung dan bentuk judi online sebagai salah satu dampak atas perkembangan tekhnologi informasi dan komunikasi saat ini.
Kemajuan teknologi berhasil menyulap masyarakat sosial jadi masyarakat digital dengan kebiasaan baru. Salah satunya adalah bertemu dengan lapak judi secara daring yang dikemas dalam berbagai model seperti permainan bahkan togel online sekalipun. “Tangkap dan berantas judi online sampai ke bandar dan akar-akarnya,” pungkas Meryl. D|Rel