MK Putuskan Pendidikan Dasar Gratis di Semua Sekolah, Pemerintah Wajib Menyelenggarakan

Rabu, 28 Mei 2025 - 11:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MK Putuskan SD-SMP Negeri dan Swasta Gratis (Foto : Ist.)

MK Putuskan SD-SMP Negeri dan Swasta Gratis (Foto : Ist.)

Jakarta-Mediadelegasi : Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan bahwa pemerintah wajib menyelenggarakan pendidikan dasar selama sembilan tahun secara gratis di semua sekolah, baik negeri maupun swasta. Putusan ini merupakan hasil dari uji materi terhadap Pasal 34 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas).

Ketua MK Suhartoyo membacakan amar putusan yang mengabulkan sebagian permohonan uji materi yang diajukan oleh Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) dan tiga pemohon individu. MK menyatakan bahwa pemerintah dan pemerintah daerah harus menjamin terselenggaranya wajib belajar minimal pada jenjang pendidikan dasar tanpa memungut biaya.

Putusan ini berarti bahwa pendidikan gratis berlaku untuk semua siswa di tingkat SD dan SMP, baik di sekolah negeri maupun swasta. Namun, MK juga menegaskan bahwa sekolah swasta tidak dilarang sepenuhnya membiayai sendiri penyelenggaraan pendidikan yang berasal dari peserta didik atau sumber lain selama tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan.

Dalam pertimbangan hukumnya, MK menilai bahwa frasa “wajib belajar minimal pada jenjang pendidikan dasar tanpa memungut biaya” dalam Pasal 34 ayat (2) UU Sisdiknas selama ini hanya berlaku di sekolah negeri. Hal ini menimbulkan ketimpangan akses pendidikan bagi siswa yang harus bersekolah di sekolah atau madrasah swasta karena sekolah negeri tidak mampu menampung seluruh peserta didik.

MK menegaskan bahwa negara tetap memiliki tanggung jawab konstitusional untuk memastikan semua anak bisa mengakses pendidikan dasar tanpa terhambat oleh faktor ekonomi atau keterbatasan fasilitas pendidikan. Frasa “tanpa memungut biaya” dalam pasal tersebut berpotensi menimbulkan perlakuan yang berbeda bagi peserta didik yang tidak tertampung di sekolah negeri.

BACA JUGA:  MK Tolak Gugatan UU IKN, Tegaskan Jakarta Masih Berstatus Ibu Kota Hingga Ada Keppres

Data yang disampaikan oleh Hakim Konstitusi Enny Nurbaningsih menunjukkan bahwa pada tahun ajaran 2023/2024, sekolah negeri di jenjang SD hanya mampu menampung sebanyak 970.145 siswa, sementara sekolah swasta menampung 173.265 siswa. Pada jenjang SMP, sekolah negeri tercatat menampung 245.977 siswa, sedangkan sekolah swasta menampung 104.525 siswa.

Enny menjelaskan bahwa data ini menunjukkan negara memang sudah berupaya menyediakan pendidikan gratis melalui sekolah negeri. Namun, kenyataannya, banyak siswa yang tetap harus bersekolah di sekolah atau madrasah swasta karena keterbatasan daya tampung.

MK menekankan pentingnya pengelolaan anggaran pendidikan yang adil dan tepat sasaran. Negara harus menjamin dana pendidikan dialokasikan secara efektif, termasuk untuk masyarakat yang tidak memiliki akses ke sekolah negeri.

Dalam putusannya, MK juga menyatakan bahwa norma konstitusi Pasal 31 ayat (2) UUD 1945 mewajibkan negara membiayai pendidikan dasar agar setiap warga negara bisa melaksanakan kewajiban belajarnya. Oleh karena itu, makna pasal tersebut harus mencakup pendidikan dasar yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun oleh masyarakat.

Dengan demikian, putusan MK ini diharapkan dapat meningkatkan akses pendidikan bagi seluruh warga negara, terutama bagi mereka yang tidak memiliki akses ke sekolah negeri. Negara harus menjamin hak atas pendidikan bagi seluruh warga negara tanpa diskriminasi.

BACA JUGA:  Mahasiswa Teknik Elektro FMIPA Unpad Raih Juara Dua Dalam Kompetisi Ieee Robotics Competition Stage 1 Ieee indonesia section

Pemerintah dan pemerintah daerah harus segera mengimplementasikan putusan MK ini dengan menyediakan anggaran yang cukup untuk membiayai pendidikan dasar di semua sekolah. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia dan mengurangi kesenjangan akses pendidikan.

Putusan MK ini juga diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Dengan menyediakan pendidikan dasar yang gratis dan berkualitas, diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dan kompetensi siswa untuk bersaing di era global.

Dalam jangka panjang, putusan MK ini diharapkan dapat membawa dampak positif bagi pembangunan bangsa dan negara. Dengan meningkatnya akses pendidikan yang berkualitas, diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia.

Pemerintah dan masyarakat harus bekerja sama untuk mengimplementasikan putusan MK ini dengan baik. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia dan mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.

Putusan MK ini juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi negara-negara lain dalam meningkatkan akses pendidikan yang berkualitas. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia di tingkat global.

Dalam kesimpulan, putusan MK tentang pendidikan dasar gratis di semua sekolah merupakan langkah penting bagi pemerintah untuk meningkatkan akses pendidikan yang berkualitas bagi seluruh warga negara. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia dan mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Beri Izin Ruang Udara, Malaysia Tawarkan Bantuan Pemadaman Karhutla
Alasan Menhut Tak Ikut Kunjungan Prabowo ke Kalimantan-Sumatera
Prabowo menghadiri akad nikah Sekretaris Pribadinya
Aksi Lepas Logo Bank Mandiri Jelang Demo Jadi Sorotan Netizen
Prabowo Subianto bertolak ke Kalimantan
Terbitkan SEMA 4/2026, MA Tutup Celah Upaya Hukum untuk Putusan Bebas
KPK Klarifikasi Kegiatan OTT di Bogor
Kementerian PKP-BGN Siapkan Rumah Bagi Keluarga Penerima MBG
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 20:37 WIB

Indonesia Beri Izin Ruang Udara, Malaysia Tawarkan Bantuan Pemadaman Karhutla

Selasa, 25 Agustus 2026 - 20:06 WIB

Alasan Menhut Tak Ikut Kunjungan Prabowo ke Kalimantan-Sumatera

Selasa, 25 Agustus 2026 - 11:47 WIB

Prabowo menghadiri akad nikah Sekretaris Pribadinya

Senin, 24 Agustus 2026 - 21:33 WIB

Aksi Lepas Logo Bank Mandiri Jelang Demo Jadi Sorotan Netizen

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 15:13 WIB

Prabowo Subianto bertolak ke Kalimantan

Berita Terbaru

Merusak Lingkungan dan Fasilitas Umum, Pemkab Samosir Hentikan Aktivitas di Sempadan Danau Toba

Kabupaten Samosir

Tim Gabungan Pemkab Samosir Hentikan Reklamasi Ilegal di Sempadan

Jumat, 28 Agu 2026 - 15:30 WIB