Pakar Unand Ungkap Penyebab Sungai Mengering Pascabanjir

- Penulis

Rabu, 4 Februari 2026 - 11:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi Sungai Batang Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat mengering pasca-banjir bandang, akhir November 2025. Foto: Ist.

Kondisi Sungai Batang Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat mengering pasca-banjir bandang, akhir November 2025. Foto: Ist.

Medan-Mediadelegasi: Pakar ilmu tanah sekaligus dosen Departemen Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan Fakultas Pertanian Universitas Andalas (Unand), Prof Dian Fiantis, mengungkap penyebab Sungai Batang Kuranji, Kota Padang, mengalami kondisi mengering dan pendangkalan ekstrem pascabanjir bandang dan longsor yang terjadi pada akhir November 2025.

Menurut Prof Dian, fenomena tersebut merupakan respons alami daerah aliran sungai (DAS) terhadap hujan ekstrem yang diikuti dengan melemahnya simpanan air tanah.

“Kondisi tersebut merupakan respons alami DAS terhadap hujan ekstrem yang diikuti melemahnya simpanan air tanah,” kata Prof Dian di Kota Padang.

Pakar Unand Jelaskan Sungai Kuranji Mengering

Berdasarkan data Global Precipitation Measurement Integrated Multi-Satellite Retrievals for GPM (GPM IMERG), curah hujan di wilayah hulu Batang Kuranji pada periode 19–25 November 2025 tercatat melampaui 500 milimeter. Curah hujan tinggi tersebut kemudian disusul hujan sekitar 190 milimeter hanya dalam dua hari berikutnya.

BACA JUGA:  Prajuritnya Berfoto dengan Hercules, Danjen Kopassus Minta Maaf

Ia menjelaskan, dalam ilmu hidrologi, curah hujan sebesar itu menyebabkan tanah di kawasan hulu menjadi jenuh total. Pori-pori tanah yang biasanya berfungsi menyimpan air tidak lagi bekerja optimal, sehingga air hujan berubah menjadi limpasan permukaan dan memicu banjir bandang.

“Air tidak sempat meresap, sehingga mengalir deras membawa material dari hulu,” jelasnya.

Baca Juga : https://mediadelegasi.id/pengepul-uang-pemerasan-di-tiap-kecamatan-pati-terbongkar/

Akibat hujan ekstrem tersebut, sedimen halus dan kasar dari kawasan hulu terbawa ke alur Sungai Batang Kuranji dan mengendap di bagian tengah hingga hilir. Endapan ini menyebabkan pendangkalan dasar sungai hingga satu sampai dua meter. Namun ironisnya, setelah hujan berhenti, sungai justru kehilangan pasokan air dari bawah permukaan.

Prof Dian menegaskan bahwa akar persoalan terletak pada melemahnya fungsi tanah dan batuan di hulu sebagai “spons alam”. Perubahan tutupan lahan dari hutan menjadi kebun, ladang, jalan, dan permukiman menyebabkan air hujan mengalir cepat di permukaan tanpa tersimpan sebagai cadangan air tanah.

BACA JUGA:  Kawal Nataru, Polisi Gelar Operasi Lilin 2024 Mulai Hari Ini

Kondisi ini berdampak pada menurunnya baseflow atau aliran dasar sungai, yang seharusnya menjaga aliran air tetap ada meski hujan telah berhenti.

Di beberapa segmen Batang Kuranji, dasar sungai yang tersusun dari material vulkanik berpori tinggi justru membuat air sungai meresap ke dalam tanah ketika muka air tanah turun. Fenomena ini dikenal sebagai losing stream, yakni sungai yang kehilangan air ke akuifer.

Selain itu, data curah hujan pada periode 12–26 Januari 2026 menunjukkan hujan harian di hulu Batang Kuranji relatif rendah, dengan rata-rata 7,3 milimeter per hari, sehingga belum cukup untuk memulihkan cadangan air tanah.

“Kondisi Batang Kuranji saat ini merupakan pesan ekologis dari kawasan hulu. Solusi jangka panjang tidak berada di hilir, melainkan pada pemulihan fungsi DAS,” pungkasnya. D|Red.

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Satu tanggapan untuk “Pakar Unand Ungkap Penyebab Sungai Mengering Pascabanjir”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gunung Semeru Erupsi 3 Kali dalam 2 Jam, Kolom Abu Capai 1.000 Meter, Status Tetap Siaga
Hakim Perkara Andrie Yunus Dilaporkan ke KY dan MA, Diduga Langgar Kode Etik Hakim
Mesin Rusak, KMP Mutiara Persada III Terombang-ambing 5 Hari di Laut, Penumpang Gelar Protes Minta Kejelasan
Gunung Dukono Erupsi Lagi, Kolom Abu Membubung 3.000 Meter ke Langit
Dewan Pers Kecam Penangkapan 3 Jurnalis Indonesia oleh Militer Israel di Perairan Internasional
KPK Periksa 8 Pejabat RSUD Cilacap Terkait Dugaan Pemerasan Iuran THR oleh Bupati Nonaktif
5 WNI Misi Kemanusiaan Gaza Ditangkap Tentara Israel, GPCI: Ini Serangan Terhadap Kemanusiaan
Polda Metro Jaya Gagalkan Peredaran 32 Kg Sabu Jaringan Malaysia, Satu Kurir Ditangkap di Jakarta Utara

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 17:00 WIB

Gunung Semeru Erupsi 3 Kali dalam 2 Jam, Kolom Abu Capai 1.000 Meter, Status Tetap Siaga

Selasa, 19 Mei 2026 - 15:11 WIB

Hakim Perkara Andrie Yunus Dilaporkan ke KY dan MA, Diduga Langgar Kode Etik Hakim

Selasa, 19 Mei 2026 - 13:07 WIB

Mesin Rusak, KMP Mutiara Persada III Terombang-ambing 5 Hari di Laut, Penumpang Gelar Protes Minta Kejelasan

Selasa, 19 Mei 2026 - 11:25 WIB

Gunung Dukono Erupsi Lagi, Kolom Abu Membubung 3.000 Meter ke Langit

Selasa, 19 Mei 2026 - 11:12 WIB

Dewan Pers Kecam Penangkapan 3 Jurnalis Indonesia oleh Militer Israel di Perairan Internasional

Berita Terbaru