Pancasila: Landasan Kokoh Ekonomi Nasional yang Berkeadilan dan Berkemakmuran

Kamis, 2 Oktober 2025 - 14:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pancasila Sebagai Dasar Negara dan Ideologi Bangsa. Foto : Ist.

Pancasila Sebagai Dasar Negara dan Ideologi Bangsa. Foto : Ist.

Medan-Mediadelegasi: Pancasila, sebagai dasar negara dan ideologi bangsa, kembali menjadi tema sentral dalam setiap peringatan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober. Lebih dari sekadar seremonial, Pancasila telah membuktikan diri sebagai pondasi kokoh dalam mengatur penyelenggaraan ketatanegaraan, termasuk di bidang ekonomi.

Pancasila dipandang sebagai landasan ideal untuk mengatur sistem ekonomi Indonesia, yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga pemerataan, keadilan, dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia. Hal ini sejalan dengan tujuan bernegara yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945, yaitu mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur.

Dari perspektif ekonomi, Pancasila memandang manusia sebagai pelaku ekonomi secara utuh, tidak hanya dari satu segi ekonomi seperti teori ekonomi liberal dan sosialis. Manusia dilihat sebagai makhluk yang mampu berpikir, bertingkah laku, dan berbuat yang tidak hanya mendasarkan diri dari rangsangan ekonomi saja, tetapi juga memperhatikan rangsangan faktor sosial dan moral sesuai asas-asas kepedulian dan kemanusiaan.

Faktor sosial dalam hubungannya dengan manusia lain dan masyarakat, serta faktor moral dalam hubungannya dengan Tuhan Yang Maha Esa, menjadi landasan dalam menggerakkan roda perekonomian Indonesia. Dengan demikian, kebijakan ekonomi harus menciptakan perekonomian nasional yang tangguh dengan semangat nasionalisme sesuai Pancasila dan UUD 1945.

Sistem perekonomian Indonesia berdasarkan Pancasila secara gamblang disebut dalam UUD 1945, yakni disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan. Hal tersebut mengamanatkan kekuatan ekonomi berbasis kepada usaha dan kehendak bersama dengan dilandasi kekeluargaan dan kegotongroyongan. Kegiatan ekonomi diarahkan kepada usaha yang dilakukan oleh masyarakat kebanyakan secara swadaya, yang dapat mengelola sumber daya ekonomi atau dalam terminologi saat ini pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Pengembangan UMKM berbasis sektor dasar seperti pertanian, peternakan, kerajinan, makanan, dan sebagainya ditujukan terutama untuk memenuhi kebutuhan dasarnya tanpa harus mengorbankan kepentingan masyarakat lainnya. Dalam konsep ekonomi tersebut terkandung nilai-nilai kemandirian, kepedulian terhadap orang lain, kolektivitas, kekeluargaan, dan kepercayaan diri.

BACA JUGA:  Pancasila: Ideologi Negara dan "Way of Life" Sepanjang Masa

Nilai-nilai tersebut secara sangat tepat dan representasi pasal 33 UUD 1945 sebagai perwujudan ekonomi mikro dari masyarakat dan ekonomi kekeluargaan adalah Koperasi. Koperasi sebagai organisasi ekonomi berwatak sosial, mencerminkan hakekat sosial dari ekonomi dalam suasana Pancasila dan UUD 1945. Pada hakekatnya yang terdalam, koperasi mempunyai sifat dan tujuan idealistis, bukan semata-mata ekonomi pragmatis, yaitu kesejahteraan masyarakat yang lebih luas.

Peran dan fungsi koperasi begitu strategis dan penting guna menumbuhkan dan mengembangkan potensi ekonomi rakyat serta mewujudkan kehidupan demokrasi ekonomi yang mempunyai ciri-ciri demokratis, kebersamaan, kekeluargaan, dan keterbukaan. Melalui koperasi dapat diwujudkan masyarakat yang maju, adil, dan makmur dalam tata perekonomian nasional.

Koperasi sebagai suatu gerakan ekonomi rakyat mengakomodir potensi usaha rakyat seluruh Indonesia dan dapat dikembangkan untuk menciptakan suatu keseimbangan struktur pasar. Sektor koperasi sebagai pranata ekonomi bagi golongan ekonomi lemah dan pengusaha kecil dimobilisasikan modalnya agar dapat menjalankan usaha bersama dengan skala yang lebih besar.

Sementara sektor swasta sesungguhnya sebagai pelengkap dan pembantu bagi kerangka dasar yang pokok dari sistem ekonomi menurut Pancasila. Oleh karena itu menjadi prioritas pengembangan dan pemberdayaan koperasi sebagai soko guru ekonomi bangsa sesuai Pancasila dan UUD 1945.

Sementara itu penguasaan ekonomi strategis harus dilakukan oleh negara yaitu terhadap cabang-cabang produksi yang menguasai hajat hidup orang banyak. Penguasaan negara terhadap bumi, air, dan kekayaan alam untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Sektor negara juga bertanggung jawab untuk menstabilisasi harga berbagai jenis komoditi pangan dan komoditi strategis lainnya melalui pengadaan dan stocknya. Selain itu sektor negara sangat dominan dalam perekonomian ditinjau dari penguasaan kekayaan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, efisiensi penggunaan sumber-sumber ekonomi dan lain-lain dan hanya diarahkan untuk kepentingan rakyat pada umumnya dan bukan kepentingan segelintir kelompok masyarakat.

BACA JUGA:  Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Resmi Ditahan KPK Usai Terjaring OTT, Minta Maaf dan Bantah Jual Beli Jabatan

Penggunaan sumber-sumber kekayaan dan keuangan negara dilakukan melalui permufakatan dengan lembaga-lembaga perwakilan rakyat serta pengawasan terhadap kebijakan dilakukan oleh lembaga tersebut. Perspektif ekonomi juga memaknai bahwa Pancasila dan UUD 1945 tidak menghendaki adanya sistem free fight liberalism yaitu sistem persaingan bebas yang saling menghancurkan dan dapat menimbulkan eksploitasi terhadap manusia lain.

Demikian pula sistem etatisme dimana negara beserta aparatur ekonomi negara bersifat dominan serta mendesak dan mematikan potensi dan daya kreasi unit-unit ekonomi di luar sektor negara.

Pemusatan kekuatan ekonomi pada satu kelompok dalam bentuk monopoli yang merugikan masyarakat. Struktur pasar yang bercirikan adanya pemusatan kekuatan ekonomi seperti monopoli dapat menghambat terwujudnya pemerataan pembangunan ekonomi. Dengan demikian penguasaan negara bukanlah demi penguasa itu sendiri dan tidak mengarah kepada etatisme, tetapi untuk kemakmuran rakyat secara optimal.

Relevansi kondisi saat ini semoga program dan kebijakan pemerintah dengan semakin meningkatnya APBN dan APBD serta transfer ke daerah dan dana desa untuk membiayai pembangunan di daerah yang sifatnya padat karya dan BUMDes dapat selaras dengan tujuan ekonomi sebagaimana dikehendaki Pancasila dan UUD 1945. Kebijakan ini diharapkan selain untuk mendorong pembangunan di daerah (mengatasi ketimpangan antar daerah) juga sekaligus berorientasi pada strategi penciptaan lapangan kerja (padat karya).

Kebijaksanaan pemerintah dalam bidang perkreditan, khususnya sejak diperkenalkannya Kredit Usaha Rakyat dan Pembiayaan Ultra Mikro (UMi) yang melibatkan peran Koperasi dapat menjawab tantangan ekonomi berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Dengan demikian, Pancasila bukan hanya sekadar ideologi, tetapi juga landasan operasional dalam membangun ekonomi Indonesia yang berkeadilan, berkemakmuran, dan berkelanjutan. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rapat Perdana Wantimpres: Rocky Gerung Belum Bahas Isu Substansi, Termasuk Putusan MK
COO Danantara Dony Oskaria: Dividen Diinvestasikan Kembali, Bukan Disetor ke Kas Negara
Gempa M 5,8 Guncang Tahuna Kepulauan Sangihe Sulut, Tidak Berpotensi Tsunami
Polres Mesuji Bongkar Gudang Rokok Ilegal 118.400 Batang, Tersangka Diamankan
Menkeu Suahasil Nazara: Dividen Danantara Belum Masuk APBN 2026–2027
Ketua KPK Setyo Budiyanto: Nusron Wahid Kurang Bisa Atur Waktu Absen Pemeriksaan
Bea Cukai Cirebon Gagalkan Penyelundupan 5 Kg Emas Batangan Rp12 Miliar di Kertajati
KPK Tetapkan 8 Tersangka Baru Pengembangan Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:41 WIB

Rapat Perdana Wantimpres: Rocky Gerung Belum Bahas Isu Substansi, Termasuk Putusan MK

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:10 WIB

COO Danantara Dony Oskaria: Dividen Diinvestasikan Kembali, Bukan Disetor ke Kas Negara

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:02 WIB

Gempa M 5,8 Guncang Tahuna Kepulauan Sangihe Sulut, Tidak Berpotensi Tsunami

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:48 WIB

Polres Mesuji Bongkar Gudang Rokok Ilegal 118.400 Batang, Tersangka Diamankan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:56 WIB

Menkeu Suahasil Nazara: Dividen Danantara Belum Masuk APBN 2026–2027

Berita Terbaru