Erupsi Gunung Dukono Tewaskan 3 Pendaki, 2 Warga Singapura dan 1 Warga Ternate

Jumat, 8 Mei 2026 - 15:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, yang memuntahkan kolom abu vulkanis tinggi ke langit saat erupsi terjadi pada Jumat (8/5/2026). Peristiwa ini merenggut nyawa tiga pendaki — dua warga Singapura dan satu warga Ternate — sementara aktivitas gunung yang masih berlangsung membuat evakuasi jenazah belum bisa dilakukan sepenuhnya. Foto: Ist.

Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, yang memuntahkan kolom abu vulkanis tinggi ke langit saat erupsi terjadi pada Jumat (8/5/2026). Peristiwa ini merenggut nyawa tiga pendaki — dua warga Singapura dan satu warga Ternate — sementara aktivitas gunung yang masih berlangsung membuat evakuasi jenazah belum bisa dilakukan sepenuhnya. Foto: Ist.

Halmahera Utara-Mediadelegasi: Musibah kembali menimpa para pendaki yang berada di kawasan Gunung Dukono, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara. Erupsi dahsyat gunung Dukono yang terjadi pada Jumat, 8 Mei 2026, merenggut nyawa tiga orang pendaki. Berdasarkan data resmi yang dihimpun, dua dari korban meninggal merupakan warga negara asing asal Singapura, sedangkan satu lainnya adalah warga lokal asal Ternate.

Kapolres Halmahera Utara, Erlichson Pasaribu, membenarkan informasi tersebut kepada awak media. “Informasi terbaru ada tiga korban meninggal dunia, dua di antaranya warga negara asing asal Singapura. Satu lainnya warga Ternate,” ujarnya sebagaimana dikutip dari laman Straitstimes, Jumat sore. Ia menambahkan bahwa data ini merupakan hasil pendataan lapangan yang dilakukan bersama tim gabungan penanggulangan bencana di lokasi kejadian.

Saat letusan besar terjadi, tercatat ada sebanyak 20 pendaki yang sedang berada di kawasan jalur pendakian maupun di sekitar puncak Gunung Dukono. Di antara jumlah tersebut, terdapat sembilan orang warga negara asing yang turut menikmati keindahan alam gunung berapi aktif tersebut sebelum bencana datang secara tiba-tiba.

Beruntung, hingga pukul 14.00 waktu setempat, tujuh warga negara asing lainnya dikonfirmasi telah berhasil turun dari gunung dalam keadaan selamat. Mereka dievakuasi oleh tim penyelamat ke pos keamanan terdekat untuk mendapatkan penanganan awal dan pemeriksaan kesehatan, meski sebagian besar terlihat masih dalam keadaan syok pasca peristiwa mengerikan tersebut.

BACA JUGA:  Gunung Lewotobi Laki-Laki Meletus Dahsyat, Semburkan Abu Setinggi 2.500 Meter dan Picu Hujan Abu

Namun, hingga berita ini diturunkan, jenazah ketiga korban yang meninggal dunia tersebut belum bisa dievakuasi ke bawah. Tim penyelamat harus menahan langkah karena kondisi Gunung Dukono masih menunjukkan aktivitas yang sangat tinggi dan berbahaya. Abu vulkanis masih terus dimuntahkan ke udara, disertai suara dentuman yang terdengar menggelegar hingga ke pemukiman warga.

Selain tiga korban jiwa, peristiwa erupsi ini juga menyebabkan lima pendaki lainnya mengalami luka-luka. Tingkat cedera yang dialami bervariasi, mulai dari luka ringan akibat tergores batu vulkanis, gangguan pernapasan akibat menghirup asap dan debu tebal, hingga luka sedang yang memerlukan perawatan medis lebih lanjut di fasilitas kesehatan terdekat.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa upaya pencarian dan pertolongan terus digencarkan. “Tim gabungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) terus melakukan penyisiran serta evakuasi terhadap para pendaki yang berada di kawasan gunung saat aktivitas vulkanik meningkat,” ungkapnya dalam keterangan pers.

Pihaknya menegaskan keselamatan tim penyelamat juga menjadi prioritas utama. Mengingat status gunung yang masih berbahaya, proses evakuasi dilakukan dengan sangat hati-hati dan hanya bergerak ketika ada jeda waktu aman di antara letusan-letusan kecil yang terus terjadi beruntun.

BACA JUGA:  Pemerintah Tindak Tegas Praktik Usaha yang Abaikan Lingkungan dan Keselamatan

Sebagai informasi, Gunung Dukono saat ini berada di bawah status kewaspadaan Level II atau kategori “Waspada”. Peningkatan status ini telah ditetapkan sejak tanggal 29 Maret 2026 lalu, menyusul adanya lonjakan aktivitas kegempaan dan letusan yang semakin sering terjadi.

Selama periode pengamatan tersebut, tercatat rata-rata terjadi sekitar 95 kali kejadian erupsi dengan berbagai skala intensitas. Mulai dari letusan kecil yang hanya memuntahkan abu hingga letusan besar yang menyemburkan material vulkanik jauh ke langit, persis seperti yang terjadi pada hari Jumat ini.

Pihak PVMBG dan pemerintah daerah setempat sebelumnya telah berulang kali mengimbau masyarakat, wisatawan, maupun pendaki untuk tidak mendekati kawasan bahaya dalam radius 4 kilometer dari kawah aktif. Namun, tampaknya imbauan tersebut belum sepenuhnya dipatuhi, terbukti masih adanya pendaki yang beraktivitas di dalam zona berbahaya saat erupsi besar terjadi.

Pemerintah daerah kini berkoordinasi dengan kedutaan besar negara terkait untuk mengurus proses administrasi dan pemulangan jenazah korban warga negara asing. Di sisi lain, warga sekitar diminta tetap tenang namun waspada, serta siap mengungsi sewaktu-waktu jika aktivitas Gunung Dukono meningkat kembali ke tingkat yang lebih berbahaya dan mengancam pemukiman warga. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Basarnas: Korban Tewas Gempa M 7,7 NTT Capai 70 Orang, 132 Luka-Luka
BEM UI Dihadang Polisi di Jalan Sudirman, Massa Sampaikan Orasi dari Mobil Komando
Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp8.095 Triliun per Kuartal II-2026, Struktur Dinilai Tetap Sehat
Puluhan Bus PO Sinar Jaya Terbakar di Cikarang Barat, Api Merembet Karena Parkir Terlalu Rapat
DPR Resmi Setujui Nuzran Joher Jadi Ketua Ombudsman RI Gantikan Hery Susanto
Yaqut Cholil Qoumas Hadapi Sidang Perlawanan Meski Kurang Sehat, Didakwa Rugikan Negara Rp622 Miliar
Polda Metro Jaya Amankan 21 Orang Bawa Flare & Bahan Bom Molotov Jelang Demo BEM UI di Bundaran HI
Kemnaker: Semangat HUT ke-81 RI Dorong Penguatan SDM dan Perluasan Kesempatan Kerja
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 17:33 WIB

Basarnas: Korban Tewas Gempa M 7,7 NTT Capai 70 Orang, 132 Luka-Luka

Selasa, 18 Agustus 2026 - 15:42 WIB

BEM UI Dihadang Polisi di Jalan Sudirman, Massa Sampaikan Orasi dari Mobil Komando

Selasa, 18 Agustus 2026 - 13:55 WIB

Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp8.095 Triliun per Kuartal II-2026, Struktur Dinilai Tetap Sehat

Selasa, 18 Agustus 2026 - 13:33 WIB

Puluhan Bus PO Sinar Jaya Terbakar di Cikarang Barat, Api Merembet Karena Parkir Terlalu Rapat

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:13 WIB

Yaqut Cholil Qoumas Hadapi Sidang Perlawanan Meski Kurang Sehat, Didakwa Rugikan Negara Rp622 Miliar

Berita Terbaru

Gempa bumi M6,1 mengguncang Nias Selatan, Sumatera Utara (Sumut), Selasa (18/8/2026), pukul 13.02 WIB. Foto: BMKG.

Kabupaten Nias Selatan

Gempa M 6,1 Guncang Nias Selatan Sumut, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Selasa, 18 Agu 2026 - 14:59 WIB