Hemat saya, hal ini sebagai buah hasil kerja keras dan soliditas Panitia Pelaksana G20. Terlihat hadir pada saat penanaman pohon Mangrove antara lain Luhut Binsar Panjaitan, Siti Nurbaya Bakar, Basuki Hadimuliono dan I Wayan Koster.
Presidensi G20 yang dipimpin Joko Widodo bertekad menambah 33 lokasi hutan mangrove tahun 2023; tentu saja keteladan Indonesia seperti ini akan menjadi cambuk dan tantangan bagi Presidensi G20 yang beralih kepada Perdana Menteri India Narendra Modi.
Joko Widodo telah menyerahkan estafet tampuk kepemimpinan G20 tahun 2023 kepada PM India di hotel Avurpa Kempinski, Kabupaten Badung Bali pada tanggal 16 November 2022.
Intinya menurut saya kolaborasi para pemimpin negara anggota G20 menjadi paradigma penting untuk menggalang kekuatan untuk penyelamatan dunia dari sejumlah agenda penting.
Adalah, transformasi pembangunan ekonomi hijau berkelanjutan, peningkatan kesejahteraan masyarakat dan perdamaian abadi tanpa adanya perang. Negara anggota G20 yang memiliki 65% penduduk dunia, 79% perdagangan global dan 85% PDB dunia mestinya mampu memulihkan ekonomi bersama guna meningkatkan kesejahtetaan masyarakat di negara anggota G20 bilamana sejumlah pengungkit kunci (key leverages) antara lain: komitmen kuat, sinergitas, joint funding, yang diramu sedemikian baik dalam paradigma kolaborasi baru yang saling menguntungkan melalui kebijakan, strategi dan upaya-upaya bersama. *
Penulis | Mantan Rektor Unika Santo Thomas Medan dan Presiden Global Profsis Center Jakarta