Pembebasan Lahan Belum Selesai, Pembangunan Jembatan Tano Ponggol Sudah Dikerjakan

- Penulis

Jumat, 5 Februari 2021 - 15:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Samosir-Mediadelegasi: Meski masalah pembebasan lahan belum selesai, pekerjaan pembangunan Jembatan Tano Ponggol sudah mulai dikerjakan oleh pihak kontraktor.

Adapun masalah dalam pembebasan tersebut antara lain, masalah ganti rugi lahan yang akan dibangun, harganya tidak sesuai menurut pemilik lahan. Sehingga membuat pemilik lahan merasa dirugikan dan  melakukan beberapa upaya, hingga membuat laporan ke Ombudsman.

Hal ini diungkapkan Sangkot Manurung SH.MH (foto) kepada wartawan di Pangururan, Jumat (5/2)2021). sekira pukul 11:00 WIB.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Untuk memperjuangkan nilai ganti rugi tanah milik saya dan milik masyarakat atas pelebaran Jalan Tano Ponggol yang terletak di Kelurahan Pasar Pangururan, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir.  Saya membuat surat Laporan Ke Ombudsman  28 Desember 2020. Hal itu saya lakukan Setelah surat saya tidak ditanggapi Bupati Samosir dan Kepala Balai Besar Pelaksaan jalan Nasional Sumatera Utara di Medan,”ujarnya.

Sangkot Manurung sebagai pemilik dan atau kuasa dari masyarakat  Renta Naibaho, Topen Sihaloho dan Lereminta Naibaho langsung menindak lanjuti respons Ombudsman RI , yang sebelumnya direspons oleh hanya sebagai surat tembusan disampaikan Sangkot Manurung.

BACA JUGA:  Rapat Paripurna DPRD Samosir, RAPBD 2021 Diproyeksi Rp931 Miliar

Selanjutnya pimpinan Lembaga Ombudsman RI, merespons dan menyampaikan surat pemberitahuan dan informasi  dengan surat nomor :B/1302/LM.36/1279.2020/XII/2020, tgl 28 Desember 2020, perihal : Pemberitahuan atas surat tembusan kepada Ombudsman RI.

“Sebenarnya, ada beberapa orang mau bergabung dari Kelurahan Siogung-ogung, tetapi mereka jadi ragu karena ada info bahwa uangnya akan dititip di pengadilan. Ditambah lagi pengaruh kata-kata orang yang menyatakan tidak mungkin harga bisa berubah, karena itu ketentuan pemerintah pusat. Maka kata-kata tersebut akan mengganggu mental masyarakat yang minim pendidikan,” kata Sangkot Manurung.

Disebutnya, kebetulan dirinya menyampaikan kepada seseorang di Kantor Lurah Siogung-ogung dihadapan staf kelurahan. Dimana, sekalipun pemerintah pusat tentu ada hak usul dari Pemda agar masyarakat tidak dirugikan,  dan  masyarakat akan sulit mendapatkan tanah pengganti dengan fasilitas yang sama.

Menurutnya akan lebih baik jika pemerintah merelokasi lahan masyarakat tersebut. “Bahwa sisa tanah dari yang telah diganti rugi tersebut akan sulit dipergunakan sesuai kebutuhan, sementara nilai tanah pada masyarakat sekitar akan bertambah tinggi oleh dan atas kemajuan pembangunan. Sebaiknya pemerintah lebih tepat jika merelokasikan tanah ketempat yang bisa lebih Mensejahterakan,” tuturnya.

BACA JUGA:  Polres Samosir Berhasil Amankan Hari Kedua Lomba Lari Trail of The Kings 2024 Kab. Samosir

Secara khusus kekecewaan Sangkot kepada Pemkab Samosir beserta jajarannya hingga ke kelurahan. Dimana dirinya , beserta masyarakat lainya ( pemberi kuasa ) tidak pernah diundang untuk pertemuan terkait ganti rugi, yang akan dilakukan pemerintah Pusat maupun Daerah. Tetapi setelah terjadi klaim kepada pejabat balai dan Pemda. Baru dirinya diundang Lurah Pasar Panguguran melalui pesan WhatsApp (WA) tanggal 9 November 2020 sekira jam 15.05 WIB, untuk hadir pertemuan pada 11 November 2020.

“Perbuatan ini terjadi setelah kami mengklaim dokumen nilai ganti rugi dan untuk menutupi kelalaian pemerintah Samosir dan pihak Balai sebelumnya, karena tenggang waktu undangan dikirim dengan hari/ waktu acara pertemuan (11/11/2020) tidak memungkinkan untuk kami tempuh, berhubung karena kami berdomisili di Sumatera barat, terkecuali ada pesawat Dari Sumatera barat ke samosir dalam keadaan lancar pada saat pandemi covid-19,” tandas Sangkot .D|Sam-59

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Punguan Sonak Malela Samosir Resmi Terbentuk, Bupati Vandiko: Harus Solid
Tragedi Siswa Gantung Diri di Simanindo, Komnas PA Samosir Ungkap Dugaan Bullying Dipicu Curhat Ekonomi di Medsos
Empat Ranperda Samosir Disodorkan Bupati Vandiko ke DPRD
Wabup Samosir Tanam Pohon di Lereng Gunung Pusuk Buhit, Perkuat Komitmen Pelestarian Alam
Peringati HPN ke-80 di Samosir, Bupati Vandiko Gultom: Pemerintah Tidak Alergi Kritik!
Calendar of Event Sumut 2026 Diluncurkan
Musrenbang RKPD Kabupaten Samosir Tahun 2027
Wakil Bupati Samosir Hadiri Partangiangan Bonataon PPTSB Cabang Samosir 2

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 17:40 WIB

Punguan Sonak Malela Samosir Resmi Terbentuk, Bupati Vandiko: Harus Solid

Kamis, 2 April 2026 - 13:59 WIB

Tragedi Siswa Gantung Diri di Simanindo, Komnas PA Samosir Ungkap Dugaan Bullying Dipicu Curhat Ekonomi di Medsos

Selasa, 10 Maret 2026 - 11:37 WIB

Empat Ranperda Samosir Disodorkan Bupati Vandiko ke DPRD

Senin, 16 Februari 2026 - 23:28 WIB

Wabup Samosir Tanam Pohon di Lereng Gunung Pusuk Buhit, Perkuat Komitmen Pelestarian Alam

Selasa, 10 Februari 2026 - 09:10 WIB

Peringati HPN ke-80 di Samosir, Bupati Vandiko Gultom: Pemerintah Tidak Alergi Kritik!

Berita Terbaru

Foto: Suasana di salah satu jalanan di wilayah Jakarta Selatan yang tergenang banjir akibat hujan deras dan luapan Kali Krukut. Sebanyak 12 RT di kawasan Petogogan tercatat terendam air dengan ketinggian mencapai sekitar 20 cm.

Nasional

Hujan Deras Guyur Jakarta, 12 RT di Jaksel Terendam Banjir

Minggu, 3 Mei 2026 - 02:07 WIB

Foto: Suasana saat proses pemeriksaan dan penempatan khusus (patsus) terhadap Kompol DK di lingkungan Polda Sumatera Utara.

Sumatera Utara

Video Diduga Pakai Narkoba Viral, Kompol DK Ditempatkan di Patsus

Kamis, 30 Apr 2026 - 15:16 WIB