Transformasi Digital, Pemkab Samosir Kini Terapkan Juma AI untuk Sektor Pertanian

Kamis, 28 Mei 2026 - 09:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Transformasi Digital, Pemkab Samosir Kini Terapkan Juma AI untuk Sektor Pertanian. (Foto Ist)

Transformasi Digital, Pemkab Samosir Kini Terapkan Juma AI untuk Sektor Pertanian. (Foto Ist)

Samosir-Mediadelegasi: Pemerintah Kabupaten Samosir mulai menerapkan teknologi berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) melalui platform Juma AI guna meningkatkan kapasitas petani milenial dan penyuluh pertanian. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari transformasi sektor pertanian menuju sistem berbasis data dan teknologi digital.

Penerapan Juma AI diperkenalkan melalui Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Samosir di Aula 12 Bersaudara, Desa Lumban Suhisuhi Toruan, Kecamatan Pangururan, Selasa (26/5/2026).

Turut hadir Kadis Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan, Kabid IKP Diskominfo Togarma Naibaho, Bapperida Kab. Samosir.

FGD tersebut diikuti penyuluh pertanian lapangan (PPL), petani milenial, calon petani milenial, brigade pangan, UPT, serta jajaran Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan.

Hadir sebagai narasumber Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan IT Del Fried Panggabean, Roy Dedi Hasiholan Lumban Tobing, dan Humasak Simanjuntak.

Asisten II Sekdakab Samosir Hotraja Sitanggang yang mewakili Bupati Samosir mengatakan transformasi digital di sektor pertanian tidak dapat dihindari. Menurut dia, seluruh aktivitas pertanian di Samosir ke depan harus berbasis data agar pemerintah lebih mudah merumuskan kebijakan.

BACA JUGA:  Dukungan Polsek Palipi dalam Pembangunan Pantai Pallombuan

“Mulai dari tanam, produksi, hingga hama penyakit harus di-update dan diinformasikan sehingga dapat terintegrasi dengan baik. Mau tidak mau, kita harus menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi,” kata Hotraja.

Ia menilai kehadiran petani milenial yang semakin bertambah harus diikuti kemampuan adaptasi terhadap teknologi digital.

Menurutnya, keberhasilan aplikasi pertanian berbasis AI sangat bergantung pada keaktifan pengguna dalam memperbarui data dan informasi di lapangan.

“Secanggih apa pun aplikasi yang dibangun, jika stakeholder tidak aktif dan tidak memperbarui data, hasilnya tidak akan baik,” ujarnya.

Hotraja menambahkan, data yang dihimpun melalui Juma AI nantinya akan dimanfaatkan pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan sektor pertanian, termasuk mendukung pengendalian inflasi daerah.

“Kita bangun Samosir, kita cintai dan sayangi daerah ini supaya masyarakat semakin sejahtera. Kemandirian ekonomi berbasis pertanian dan pariwisata harus terus diperkuat,” kata dia.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Samosir Tumiur Gultom menjelaskan, perkembangan sektor pertanian saat ini tidak terlepas dari digitalisasi. Karena itu, petani dan penyuluh dituntut dekat dengan teknologi.

BACA JUGA:  Pemerintah Samosir Berbelasungkawa atas Kepergian Ibunda Wabup

“Tujuan FGD ini untuk pengenalan Juma AI dan selanjutnya akan dilanjutkan dengan pelatihan. Petani jangan takut memulai, karena ilmu itu mahal dan harus diseriusi,” ujar Tumiur.

Menurut dia, melalui Juma AI pola tanam dapat diperkirakan dan disinkronkan sehingga proses penanaman dapat dilakukan lebih serentak.

Peserta FGD juga diharapkan menjadi tutor di wilayah masing-masing agar pemanfaatan teknologi dapat meluas.

Juma AI merupakan ekosistem pertanian berbasis artificial intelligence yang dikembangkan Institut Teknologi Del (IT Del).

Platform ini dirancang untuk membantu petani dan pemerintah dalam pengelolaan data pertanian secara digital, mulai dari pola tanam, produksi, kondisi cuaca, hingga serangan hama dan penyakit tanaman.

Melalui sistem berbasis AI, data yang dikumpulkan dapat dianalisis untuk memberikan rekomendasi dan mempermudah pengambilan keputusan di sektor pertanian.

Kabupaten Samosir menjadi daerah kedua di Sumatera Utara setelah Kabupaten Tapanuli Utara yang mengadopsi Juma AI.

Inovasi tersebut dinilai cocok diterapkan di wilayah dataran tinggi dan berpotensi dikembangkan secara nasional guna mendukung kemajuan sektor pertanian berbasis teknologi.D|Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Samosir Kembangkan Bawang Putih Demi Swasembada Pangan, Bupati Vandiko dan Kapolda Sumut Tinjau Langsung Lokasi Tanam
​Wabup Ariston Dorong Kualitas Data untuk Sukseskan Sensus Ekonomi 2026 di Samosir
Gali Potensi Pariwisata, Pemkab Samosir Dukung Produksi Film ‘Pulang Kampung
Melestarikan Tradisi Leluhur, Pemkab Samosir Sukses Gelar Ritual Horja Bius di Pusuk Buhit
Pererat Sinergi Pariwisata, Wakil Walikota Medan Kunjungi Waterfront Pangururan Samosir
Bupati Samosir Kunjungi Bakti Komdigi, Usulkan Penanganan Blankspot
Bupati Samosir Pimpin Upacara Harkitnas 2026, Ajak Generasi Muda Bangkit di Era Digital
Perkuat Tata Kelola, Pemkab Samosir Gelar FGD Mitigasi Risiko Hukum Pengadaan Barang dan Jasa
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 10:49 WIB

Samosir Kembangkan Bawang Putih Demi Swasembada Pangan, Bupati Vandiko dan Kapolda Sumut Tinjau Langsung Lokasi Tanam

Kamis, 4 Juni 2026 - 19:01 WIB

​Wabup Ariston Dorong Kualitas Data untuk Sukseskan Sensus Ekonomi 2026 di Samosir

Senin, 1 Juni 2026 - 08:51 WIB

Gali Potensi Pariwisata, Pemkab Samosir Dukung Produksi Film ‘Pulang Kampung

Sabtu, 30 Mei 2026 - 14:46 WIB

Melestarikan Tradisi Leluhur, Pemkab Samosir Sukses Gelar Ritual Horja Bius di Pusuk Buhit

Kamis, 28 Mei 2026 - 10:58 WIB

Pererat Sinergi Pariwisata, Wakil Walikota Medan Kunjungi Waterfront Pangururan Samosir

Berita Terbaru