Pemerintah dan Kepolisian Diminta Turun Atasi Permasalahan Lahan di Parhorasan

- Penulis

Rabu, 15 Desember 2021 - 16:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sontaria Saragi merupakan istri dari Sumindar Sihotang, meminta pemerintah dan kepolisian turun untuk menyelasaikan permasalahan lahan di Parhorasan. D|Sam-59

Sontaria Saragi merupakan istri dari Sumindar Sihotang, meminta pemerintah dan kepolisian turun untuk menyelasaikan permasalahan lahan di Parhorasan. D|Sam-59

Samosir-Mediadelegasi: Pemerintah dan pihak kepolisian diminta turun untuk mengatasi permasalahan, yang terjadi di perladangan Pispis sekitar 1 Hektar di Desa Parhorasan, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir yang digarap oleh oknum tak bertanggungjawab. Sehingga pemilik persawahan yang sudah mengelola lahannya puluhan tahun berkeberatan.

Sontaria Saragi merupakan istri dari Sumindar Sihotang, kepada wartawan Senin (13/12/2021) di Pangururan menjelaskan, lahan pertanian milik mereka sudah dikelola sejak dulu. “Mulai dari leluhur kami,” sebutnya.

Namun dikatakannya, sekarang lahan pertanian itu digarap oknum yang dinilai tak bertanggungjawab. “Maka kami berkeberatan dan dicoba oleh Pemerintah Desa untuk mediasi, namun tak ada kesimpulan,” imbuhnya.

Karena mediasi dianggap menemui jalan buntu, diharapkannya, pihak pemerintah maupun kepolisian agar turun secepatnya.

“Kami perlu persoalan ini diluruskan, sekaligus minta perlindungan hukum, menjaga hal hal yang tidak diinginkan,” sebutnya lagi.

Dia menambahkan, bahwa mereka sekarang ini merasa wawas setelah mediasi di Kantor Desa tidak menemukan kesimpulan.

BACA JUGA:  Rapat Pengembangan Destinasi Prioritas Danau Toba

Sementara Rosika Sihotang sebagai kerabat dekat mengatakan, ayah mereka Op. Leber Sihotang sudah mengelola perladangan Pispis sejak dulu.

“Pada tahun 1990 saya sendiri masih mengelola ladang itu,” katanya.

Ia mengungkapkan, sebagai masyarakat lemah memohon pihak pemerintah dan aparat kepolisian demi keselamatan. Karena menurutnya, pihak yang menggarap lahan pertanian peninggalan orangtuanya digarap oknum yang dinilai tak bertanggungjawab.

“Kami takut timbul konflik horizontal, sehingga kami mohon pihak kepolisian segera turun ke lokasi,” harapnya serius.

Dia bercerita, perladangan yang digarap oknum itu merupakan peninggalan leluhur mereka Op. Leber Sihotang. “Selanjutnya dikelola ayah kami Op. Maroloan Sihotang,” tuturnya.

Sekarang ini dikatakan Rosika, persawahan mereka diteruskan saudara lelakinya Sumindar Sihotang. “Tapi karena sudah meninggal tahun lalu, dilanjutkan istrinya Sontaria Saragi,” bebernya.

Karena mereka mengaku dari keluarga lemah, Rosika Sihotang berharap kehadiran pemerintah. “Kepada siapa lagi kami mengadu selain pemerintah,” ujarnya sedih.

BACA JUGA:  DPRD Samosir Tetapkan 13 Program Pembentukan Perda Tahun 2025

Ditambahkanya, bahwa oknum yang mengelolah lahan tersebut atas persetujuan pemerintah, namun belum diketahui pasti dinas mana, karena tidak diberitahukan pada saat mediasi.

Ketika hal ini dikonfirmasi kepada Bueraja Sihotang selaku kepala desa Parhorasan, dia mengaku tidak mengetahui lahan tersebut.

“Terkait lahan dimaksud saya tidak mengetahui amang,” ujarnya, Rabu (15/12) lewat pesan WhatsApsnya.

Ditanya tentang mediasi dia mengaku sudah melakukanya. “Sudah amang, akan tetapi akan kita pertemukan lagi mereka setelah titik lokasi tanah permasalahan sudah tetap,” jelasnya.

Lebih lanjut dijelaskanya tentang titik lahan yang dipersoalkan masih belum diketahui pasti, karena belum turun ke lokasi.

“Lahan yang di kelola luasnya kira kira 10 Ha, yang jadi permasalahan sama Ibu Sontaria kira kira 1 Ha, jadi Pak Kadus (Kepala Dusun) siap untuk mendapingi ke Lokasi. Akan tetapi sampai sekarang belum di lakukan menurut laporan Kadus,” tandasnya. D|Sam-59

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wabup Samosir Serap Strategi Pariwisata Lewat Site Visit KEK Bali, Siapkan Langkah untuk Danau Toba
Punguan Sonak Malela Samosir Resmi Terbentuk, Bupati Vandiko: Harus Solid
Tragedi Siswa Gantung Diri di Simanindo, Komnas PA Samosir Ungkap Dugaan Bullying Dipicu Curhat Ekonomi di Medsos
Empat Ranperda Samosir Disodorkan Bupati Vandiko ke DPRD
Wabup Samosir Tanam Pohon di Lereng Gunung Pusuk Buhit, Perkuat Komitmen Pelestarian Alam
Peringati HPN ke-80 di Samosir, Bupati Vandiko Gultom: Pemerintah Tidak Alergi Kritik!
Calendar of Event Sumut 2026 Diluncurkan
Musrenbang RKPD Kabupaten Samosir Tahun 2027

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 21:27 WIB

Wabup Samosir Serap Strategi Pariwisata Lewat Site Visit KEK Bali, Siapkan Langkah untuk Danau Toba

Kamis, 23 April 2026 - 17:40 WIB

Punguan Sonak Malela Samosir Resmi Terbentuk, Bupati Vandiko: Harus Solid

Kamis, 2 April 2026 - 13:59 WIB

Tragedi Siswa Gantung Diri di Simanindo, Komnas PA Samosir Ungkap Dugaan Bullying Dipicu Curhat Ekonomi di Medsos

Selasa, 10 Maret 2026 - 11:37 WIB

Empat Ranperda Samosir Disodorkan Bupati Vandiko ke DPRD

Senin, 16 Februari 2026 - 23:28 WIB

Wabup Samosir Tanam Pohon di Lereng Gunung Pusuk Buhit, Perkuat Komitmen Pelestarian Alam

Berita Terbaru