Selain itu, lanjutnya, dalam pada event yang bertajuk pesta rakyat tersebut motonya adalah rakyat yang berpesta, rakyat yang mendapat keuntungan. Apalagi untuk hadir di lokasi tidak dipungut biaya.
“Kami dari Pemkab Samosir menggratiskan. Hal ini agar rakyat benar-benar berpesta. Di pesta rakyat, kami pun mendukung UMKM untuk memperkenalkan produknya,” kata Vandiko.
Dukungan kepada UMKM juga diberikan dari segi pelatihan, pendampingan, bahkan sampai ke promosinya. “Pemkab wajib memberikan yang terbaik untuk masyarakat. Karena pesta rakyat, jadi seluruhnya dari masyarakat dan untuk masyarakat. Effort masyarakat juga terlihat luar biasa. Mungkin karena kita baru saja terdampak pandemi covid, sehingga masyarakat sudah rindu akan adanya acara seperti ini,” ujar Vandiko.
Hal inilah yang membuat Vandiko yakin Danau Toba semakin mendunia, termasuk budaya dan adat Batak semakin dikenal di kancah internasional.
“Dengan adanya kejuaraan Aquabike ini tamu yang datang ke Danau Toba, termasuk ke Samosir bisa melihat secara langsung keramahan orang Batak dalam menyambut tamunya,” tutur Vandiko.
Bupati Samosir pun kembali mengungkapkan bahwa untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, pihaknya memperkenalkan ikon baru yakni Water Front City Pangururan.
“Tentunyan kawasan Water Front City Pangururan akan menjadi ikon Samosir yang akan banyak mengundang wisatawan datang. Saat ini, Water Front City Pangururan tahap pengerjaannya sudah mencapai 80%, kami berharap ke depannya orang akan banyak berkunjung ke Samosir dengan adanya Water Front City Pangururan,” ujarnya.
Kabupaten Samosir memiliki lahan pertanian dan perkebunan juga sangat luas. “Ini sebuah potensi yang bisa dijadikan agrowisata. Kami ada produk unggulannya seperti kopi, jagung, mangga, dan lainnya, yang juga bisa mendunia,” pungkas Vandiko. D|red