Medan-Mediadelegasi: PT Hutama Marga Waskita (Hamawas) baru saja menorehkan prestasi gemilang dengan memperoleh Sertifikat Laik Fungsi dan Operasi (SLFO) berpredikat bintang 5 (lima) dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Penghargaan tertinggi ini diberikan untuk ruas tol Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Parapat (Kutepat), khususnya pada sebagian Seksi 4 segmen Sinaksak – Simpang Panei sepanjang 12,55 Km, dan dengan adanya tol ini Akses Medan Ke Danau Toba sudah terasa dekat.
Tol Baru Beroperasi, Akses Medan Ke Danau Toba Semakin Dekat
Pencapaian predikat bintang 5 ini bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah pengakuan atas kesiapan penuh infrastruktur tersebut. Sertifikat ini menjadi bukti bahwa ruas tol tersebut telah memenuhi standar keselamatan dan kualitas terbaik, sehingga siap memberikan pelayanan optimal bagi mobilitas masyarakat di Sumatra Utara.
Baca juga : https://mediadelegasi.id/pemkab-tapanuli-utara-paparkan-manajemen-talenta-asn-di-bkn-pusat/
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Direktur Utama Hamawas, Dindin Solakhuddin, menyatakan rasa bangganya atas kepercayaan yang diberikan oleh pemerintah. Menurutnya, predikat tertinggi ini merupakan hasil nyata dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan layanan jalan tol yang prima serta pengelolaan infrastruktur yang andal, aman, dan berkelanjutan demi mendukung pembangunan nasional.
Dalam keterangannya pada Jumat (30/1/2026), Dindin menegaskan bahwa Hamawas mampu menghadirkan infrastruktur berstandar tinggi. Ruas Sinaksak – Simpang Panei telah disiapkan dengan sangat matang guna mengakomodir perjalanan yang lebih efisien, aman, serta mampu memberikan dampak positif yang signifikan bagi perekonomian warga sekitar.
Secara teknis, seluruh aspek kelayakan jalan tol ini dinyatakan telah terpenuhi sepenuhnya. Dengan selesainya tahap uji ini, maka secara prinsip jalan tol siap untuk dioperasikan. Saat ini, perusahaan tengah menunggu langkah administratif berikutnya, yaitu penerbitan Keputusan Menteri PU terkait penetapan pengoperasian resmi sebagai dasar pembukaan bagi umum.
Kehadiran ruas tol ini diprediksi akan menjadi solusi krusial bagi permasalahan transportasi di wilayah sekitarnya. Salah satu peran utamanya adalah untuk mengurai kepadatan lalu lintas yang sering terjadi di Pematang Siantar, yang menyandang status sebagai kota terbesar kedua di Provinsi Sumatra Utara.
Lebih dari sekadar pengurai kemacetan, Tol Kutepat memiliki peran strategis dalam mendukung sektor pariwisata. Jalan tol ini mampu memangkas waktu tempuh dari Kota Medan menuju Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Danau Toba secara drastis, dari yang semula memakan waktu sekitar 6 jam kini Medan-Danau Toba menjadi hanya 2 jam saja, dan membuat perjalanan dari Medan-Danau Toba terasa dekat.
Proses perolehan SLFO bintang 5 ini merupakan hasil dari rangkaian Uji Laik Fungsi (ULF) ketat yang dilakukan pada pertengahan November tahun lalu. Pengujian tersebut mencakup pemeriksaan teknis lapangan yang mendalam, mulai dari kekuatan struktur jalan, kondisi bahu jalan, sistem drainase, hingga kelengkapan rambu keselamatan yang tersedia.
Selain aspek fisik, evaluasi juga dilakukan terhadap aspek administrasi untuk memastikan seluruh prosedur operasional telah sesuai dengan regulasi yang ditetapkan Kementerian PU. Secara konstruksi, ruas Sinaksak – Simpang Panei dibangun dengan dua lajur per arah yang dilengkapi fasilitas modern seperti Penerangan Jalan Umum (PJU) dan pemantauan CCTV selama 24 jam penuh.
Dindin berharap operasional resmi jalan tol ini dapat segera terealisasi agar manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama dalam menghadapi lonjakan arus mudik. “Kami menargetkan ruas ini dapat menunjang kelancaran perjalanan masyarakat dalam mempersiapkan momen libur Lebaran Idul Fitri 2026 mendatang,” tambahnya.
Proses pembangunan fisik jalan tol ini dikerjakan oleh Divisi Sipil Umum (DSU) PT Hutama Karya (Persero) dengan mengedepankan kualitas konstruksi terbaik. Selain jalur utama, pengembang juga menyediakan fasilitas jalur darurat yang memadai untuk mengantisipasi adanya gangguan kendaraan atau situasi darurat lain di tengah perjalanan.
Sebagai gambaran antusiasme publik, gerbang tol ini sebelumnya sempat dibuka secara fungsional pada periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Tercatat lebih dari 88 ribu kendaraan melintasi jalur ini selama masa fungsional tersebut, yang membuktikan betapa pentingnya keberadaan ruas tol ini bagi konektivitas wilayah Sumatra Utara.D|Red
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.












