Medan-Mediadelegasi: Para pemerhati Kawasan Danau Toba (KDT) dari kalangan Forum Komunikasi Keluarga Samosir (Fokksa) menilai pengembangan ekonomi di berbagai sektor pembangunan seperti pariwisata, budaya, pertanian dan perikanan, sangat membutuhkan pola kerja dan gerakan eksis yang bersifat saling menguntungkan semua pihak (simbiose mutualisme).
Dr Arjon Turnip PhD, Dewan Pakar Fokksa sehari-hari Kepala Divisi Riset Universitas Padjadaran (Unpad) Bandung, menegaskan prioritas pembangunan dan pengembangan sosial ekonomi di KDT seperti daerah Samosir, pada dasarnya masih tetap pada item-item program yang ditetapkan selama ini, antara lain bidang pariwisata, pertanian perikanan, air minum, penataan hutan atau tata kelola tanah adat dan ulayat, infrastruktur antar desa, kerajinan rakyat (UKM kesenian), pendidikan dan lain-lain.
“Sejak dulu dan ke depannya, dalam arti untuk prospek berkesinambungan, pembangunan dan pengembangan sosial ekonomi untuk daerah Samosir sebagai bagian Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba, gerakan awal yang harus kita wujudkan adalah aksi ‘jual ide’. Masing-masing fungsionaris Fokksa sebagai delegasi masyarakat Samosir di KDT perlu dan sudah saatnya buat program representatif yang juga merupakan program pemerintah pusat maupun daerah,” katanya kepada pers di Medan, Rabu (30/3).