Sebelumnya, Kabid Kelembagaan Dinas Koperasi Kabupaten Simalungun Rita Juli Tambunan menyampaikan bahwa dari 104 titik lahan yang diusulkan, hanya 11 titik yang memenuhi syarat untuk dibangun. Selebihnya masih terkendala berbagai hal, mulai dari adanya bangunan aktif, luas lahan yang belum memenuhi ketentuan minimal, hingga persoalan administrasi terutama pada lahan berstatus Hak Guna Usaha (HGU).
Pemkab Simalungun berperan menyelaraskan program dalam dokumen perencanaan daerah, menyediakan anggaran dan lahan siap bangun dari berbagai sumber, serta memfasilitasi penerbitan perizinan.
Menurut Juli, kriteria lahan yang dapat digunakan antara lain memiliki bukti kepemilikan, luas minimal 1000 m2, memiliki koordinat, ruang parkir, tanah siap bangun, terhindar dari bencana, dan lokasi strategis serta mudah diakses.
Sebelum memulai sesi diskusi, Sekretaris Daerah, Mixnon Andreas Simamora menekankan pentingnya peran satuan tugas (satgas) di tingkat kecamatan. Menurutnya, keberhasilan program sangat bergantung pada keseriusan camat dan perangkatnya untuk turun ke lapangan, memeriksa lahan, dan memastikan dokumen lengkap dengan melibatkan ahli waris dan saksi.
Sekda juga menyoroti persoalan lahan HGU yang masih menjadi kendala dan menyatakan bahwa Pemkab akan mengambil langkah tegas dalam tiga bulan ke depan, termasuk mengundang pimpinan PTPN untuk membahas kerja sama melalui MoU atau mencari alternatif lahan lain jika tidak memungkinkan. Ia menekankan bahwa pendekatan jemput bola dan keaktifan pemerintah desa menjadi kunci agar pembangunan tidak tersendat.
Mixnon menyatakan bahwa Pemkab Simalungun menyadari bahwa pembangunan gerai KDKMP bukan pekerjaan mudah, namun dengan sinergi antara pemerintah daerah, TNI, dan BUMN, optimisme tetap dijaga.
Jika berhasil, gerai-gerai ini diharapkan bukan hanya menjadi bangunan baru di desa, tetapi simbol kebangkitan ekonomi rakyat, tempat masyarakat belajar berusaha, berkolaborasi, dan memperkuat daya saing dari tingkat paling bawah.
Acara ditutup dengan sesi diskusi yang dimoderatori oleh Sekretaris Daerah Mixnon Andreas Simamora serta sesi poto bersama. Hadir dalam rapat tersebut antara lain, Kapolres Simalungun diwakili oleh Kasad Binmas, AKP Dorlan Pasaribu, Danramil Sekabupaten Simalungun, Staf Ahli Bupati Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Debora DPI Hutasoit, Staf Ahli Bupati Bidang Administrasi dan Umum, Ronald Siharmada Banjarnahor, Asisten Pemerintahan dan Kesra, Albert R Saragih, perwakilan UPT Wilayah II DIHK Pematangsiantar, kepala OPD di lingkup Kabupaten Simalungun, serta camat sekabupaten Simalungun.D|Red








